DKPKP Pangandaran Salurkan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Akibat Banjir

Petani Gagal Panen
Penyaluran bantuan untuk petani gagal panen di Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- DKPKP Pangandaran salurkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) untuk 2 desa di Kalipucang, yakni Tunggilis dan Pamotan dan Maruyungsari Padaherang karena petani gagal panen akibat banjir.

Kepala DKPKP Pangandaran, Rusyana, mengatakan, pihaknya memfasilitasi petani terdampak gagal panen akibat banjir tersebut untuk mengusulkan bantuan ke Pemprov Jabar.

“Dari kegiatan penyaluran bantuan penanganan daerah rawan pangan (PDRP) dari hasil kajian sistem kerawanan pangan dan gizi (SKPG) ini kita harap tidak ada gejolak di bawah,” katanya, Jum’at (9/4/2021).

baca juga: Wagub Jabar Imbau Petani Jangan Jual Sawah dan Alih Fungsi Lahan Jadi Bangunan

Pihaknya pun menganjurkan desa yang belum mendapatkan bantuan tersebut agar mengusulkannya.

Untuk 2 desa tersebut, kata Rusyana, masuk kategori rawan lantaran berdasarkan SKPG berwarna merah, sehingga perlu mendapatkan bantuan.

Selain itu, tahun 2021 untuk wilayah Padaherang sesuai kajian tersebut ada 3 desa yang masuk kategori rawan, yakni Maruyungsari, Paledah dan Sukanagara. Namun yang mengajukan baru Maruyungsari.

“Bantuannya berupa beras, gula, minyak dan telur. Kita hitung berasnya itu 3 ons per orangnya untuk satu hari. Karena ini ada 60 hari dan rata-rata tiap desa mengajukan 200 KK dengan total keseluruhan 53 ton,” jelasnya.

Pihaknya pun mengharapkan tidak ada gejolak di lapangan dengan berkoordinasi dan mengusulkan bantuan tersebut ke DKPKP.

“Kami sudah siapkan juga dari CPPD sebanyak 51 ton yang kita titipkan ke Bulog Ciamis. Ini kita persiapkan untuk desa yang belum mendapatkan bantuan saat ini karena petani gagal panen,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid