Dadaha, Primadona Tempat Ngabuburit di Tasikmalaya dari Tahun 1991

dadaha Primadona Tempat Ngabuburit di Tasikmalaya dari Tahun 1991
Warga Kota Tasikmalaya saat berburu kuliner dan naik kuda delman di kawasan Dadaha. Dari tahun 1991 sampai sekarang komplek olahraga Dadaha menjadi primadona tempat ngabuburit. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Bagi orang Priangan Timur, siapa sih yang tidak tahu Dadaha. Tempat ini bukan hanya terkenal komplek olahraga, namun juga menjadi primadona tempat buat ngabuburit pada bulan puasa.

Tidak sedikit warga yang menyerbu lokasi yang berada di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ini. Pasalnya, Dadaha memiliki beberapa spot menarik. Yaitu antara lain taman yang menyuguhkan pemandangan alami, serta pepohonan yang masih rindang.

Selain itu juga, pada sepanjang trotoar jalan Dadaha, ada puluhan butir bola raksasa bergambar payung geulis, yang merupakan icon Kota Tasikmalaya.

Bahkan, sebelum pandemi Covid-19, lapangan Dadaha selalu dipakai untuk tempat atraksi motor atau yang disebut dengan freestyle.

Namun, dengan adanya pandemi covid-19, tidak ada kegiatan freestyle tersebut. Karena setiap kali ada freestyle, pasti penonton berjibun. Dan pemerintah melarang penontonnya selalu berkerumun.

Sedangkan saat bulan suci Ramadan ini, Dadaha menjadi primadona tempat ngabuburit. Karena di tempat tersebut disediakan berbagai macam kuliner yang dijajakan oleh pedagang.

Selain menyuguhkan makanan kuliner buat buka puasa, juga ada tempat bermain anak-anak. Seperti permainan kereta api, mandi bola dan naik kuda.

Dadaha Kota Tasikmalaya Jadi Primadona Tempat Ngabuburit Sejak Tahun 1991

Sementara itu, menurut Ayu, salah seorang warga Kota Tasikmalaya yang tengah ngabuburit, Dadaha tetap menjadi tempat primadonanya untuk menunggu waktu berbuka puasa.

“Karena, selain makanan kulinernya yang segala ada, di Dadaha ini berbagai macam permainan buat anak-anak juga ada,” ucapnya kepada HR Online, Sabtu (17/4/2021).

Ayu menuturkan, bahwa menurut cerita dari orang tuanya, Dadaha ini sudah terkenal dan menjadi primadona tempat ngabuburit dari zaman dulu yaitu tahun 1991.

“Kalau zaman dulu itu ngabuburitnya belum ada smartphone. Jadi, cerita ibu saya, ngabuburitnya cuma baca-baca buku menyewa dari orang lain,” tuturnya.

Bahkan, sambungnya, video tentang ngabuburit di Dadaha pada tahun 1991 tersebut, sempat viral dan dibagikan oleh warga Tasikmalaya.

“Video yang TV nasional beritakan pada tahun 1991 tersebut, memperlihatkan video orang-orang zaman dulu saat ngabuburit di Dadaha,” katanya.

Lebih lanjut Ayu menambahkan, terlihat dalam berita video tersebut, anak-anak zaman dulu melakukan aktivitas, seperti membaca buku komik, bermain lari-larian dan olahraga naik sepeda.

“Selain itu, juga memperlihatkan anak-anak dulu membaca komik yang harga sewanya hanya 150 perak,” tutur Ayu.

Jadi, semenjak tahun 1991 sampai sekarang, Dadaha bukan hanya sekedar tempat untuk berolahraga, namun juga menjadi primadona tempat ngabuburit. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto