Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaBerita BanjarRehabilitasi Mental Pecandu Narkoba di Lapas Kelas II B Kota Banjar

Rehabilitasi Mental Pecandu Narkoba di Lapas Kelas II B Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Rehabilitasi mental pecandu narkoba dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Banjar, Jawa Barat, terhadap 20 orang warga binaannya.

Program Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika dengan sistem Modalitas Therapeutic Community (TC) bagi warga binaan tersebut berlangsung di Aula Lapas Kelas II B Kota Banjar, Selasa (20/04/2021).

Kepala Lapas Kelas II B Kota Banjar, Mohammad Maulana mengatakan, program rehabilitasi sosial dengan sistem Modalitas Therapeutic Community (TC). Tujuan ini lebih menekankan therapy pada perubahan perilaku. Tentunya dengan mengedepankan konseling adiksi dan terapi kelompok.

Untuk pelaksanaan kegiatan program ini, sebelumnya pihak Lapas bekerjasama dengan BNNK Ciamis sebagai fasilitator, khususnya untuk menghadirkan konselor adiksi.

“Untuk pesertanya warga binaan yang telah mengikuti tahapan skrining dan asesmen. Beberapa diantaranya pecandu narkoba, penyalahguna, dan korban,” terangnya.

Baca Juga : Kamar Hunian Warga Lapas Banjar Digeledah Petugas, Ada Apa?

Program Tafakur Lapas Kota Banjar

Selain program rehabilitasi mental pecandu narkoba, dalam upaya pembinaan, Lapas Kelas II B Kota Banjar juga memiliki program Tafakur (Tadarus dan hafalan Al-Qur’an). Program ini untuk warga binaan dan pegawai Lapas yang beragama Islam.

Adapun yang menjadi tujuan dari pembinaan tersebut agar warga binaan menyadari kesalahannya, serta bisa kembali ke masyarakat dalam keadaan baik. Tentunya bisa menjadi manusia yang mandiri dan produktif.

“Program tersebut juga bagian dari bentuk pembinaan. Khususnya bidang kepribadian agar mereka bisa lebih baik, dan bisa diterima oleh masyarakat nantinya,” jelas Maulana.

Sementara itu, Konselor Adiksi dari BNNK Ciamis, Rachman Haerudin, mengatakan, para peserta yang mengikuti program TC tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Ada yang pada awalnya sebagai pemakai ganja dan sabu. Kemudian terjerumus dalam narkotika akibat stres, memiliki permasalahan dalam keluarga, dan terbiasa bermain di tempat hiburan.

“Keberhasilan program TC ini juga bergantung pada keinginan dan kesadaran para peserta. Kami harap mereka bisa keluar dari masalah narkotika, bisa pulih dan kembali ke masyarakat,” terang Rachman. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img