Ribuan Rantang Siswa Disalurkan Disdik Ciamis kepada Anak Yatim

Rantang Siswa
Ribuan rantang siswa disalurkan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kepada anak yatim piatu dan masyarakat dhuafa, Sabtu (24/04/2021). Foto: Feri Ramdani/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ribuan rantang siswa disalurkan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kepada anak yatim piatu dan masyarakat dhuafa, Sabtu (24/04/2021).

Rantang siswa atau nasi dus ini merupakan kegiatan Buka Bersama on The Screen (Bubos) ke-5 program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Asep Saeful Rahmat mengatakan, rantang siswa adalah pembiasaan bagi siswa untuk selalu berderma. Berbagi membantu masyarakat yang kurang mampu, anak yatim, dan dhuafa.

Kegiatan tersebut juga merupakan inisiasi dari program kegiatan Pemprov Jabar selama bulan Ramadhan tahun ini. Kemudian, program kelima kalinya Bubos Jabar Bergerak.

“Kalau lingkup Dinas Pendidikan itu namanya rantang siswa. Tapi kalau intansi lain yaitu rantang ASN,” kata Asep.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Ciamis Tambah Kuota Peserta PPG

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini, pihaknya menyalurkan 10.785 dus rantang siswa, dengan rincian 3.403 dus dari PAUD dan PGTKI, 476 dus guru SMP. Kemudian, 57 dus dari pengawas SD, 31 dus pengawas SMP, dan 6.818 dus dari para siswa.

“Untuk SMP ada 12 sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut. Jadi penyerahan nasi dus ini langsung oleh siswa kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Penyaluran ribuan rantang siswa ini tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Ciamis. Dalam penyalurannya pun tetap mentaati protokol kesehatan. Siswa atau guru datang langsung ke rumah penerima bantuan tersebut, sehingga tidak terjadi kerumunan.

Asep berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuh kembangkan para siswa yang memiliki budi pekerti baik. Serta dapat membentuk siswa yang mutakin.

“Jika menjadi siswa yang mutakin itu harus punya 3T, yakni taklim atau pembelajar, tadib atau pembiasaan, dan takzim atau santun,” pungkasnya. (Feri/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah