Santri di Pangandaran Produksi Pakan Maggot, Konsumennya Banyak

Santri di Pangandaran Produksi Pakan Maggot, Konsumennya Banyak
Muhamad Adib Salim, Ro'is Santri Ponpes Raudlatul Ulum Pangandaran, menunjukan pakan maggot hasil produksi santrinya. Foto:Ceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Santri di Ponpes Raudlatul Ulum, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jabar, berhasil memproduksi pakan ternak dari maggot.

Pakan maggot tersebut ternyata diminati banyak konsumen yang rata-rata merupakan peternak ikan dan unggas.

Sejak produksi tahun 2019 silam, kini pakan maggot produksi santri Pangandaran ini punya banyak pelanggan tetap.

Muhamad Adib Salim, Ro’is Santri Ponpes Raudlatul Ulum mengatakan, nama pakan produksi santrinya yakni pakan maggot RU.

“RU sendiri merupakan singkatan dari nama pesantren kami Raudlatul Ulum,” ujar Adib Minggu (18/4/2021).

Baca Juga: Sampah Masker dan Sarung Tangan Ancaman Laut Pangandaran

Ia menyebut, pakan mggot banyak sekali mengandung berbagai zat yang bagus untuk pertumbuhan ternak.

“Pakan maggot produksi santri Raudlatul Ulum Pangandaran punya kelebihan yakni bisa meningkatkan imun hewan unggas dan ikan, anti stres dan antibodi serta merangsang pertumbuhan,” katanya.

Adapun bahan pakan maggot RU berasal dari magot larva black soldierfly.

Adib menyatakan, dalam satu minggu, pihaknya baru bisa memproduksi sekitar 15 kilogram pakan maggot.

“Harga maggot kering Rp 70 ribu/kilogram, kalau yang basah itu Rp 9 ribu/kilogram,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pakan maggot RU ini sudah banyak peminat kalangan peternak lokal baik unggas atau ikan.

Saat ini, pakan maggot RU sudah ada di toko pakan di Kecamatan Parigi dan Cijulang.

“Saat ini kita jual dalam bentuk dua kemasan, kemasan 150 gram harganya Rp15 ribu dan kemasan 200 gram harganya Rp 20 ribu,” jelas Adib.

Pihaknya berharap, keratifitas pembuatan pakan maggot ini bisa menjadi keahlian santri ponpes Raudlatul Ulum Cijulang, Pangandaran.

“Santri yang nanti pulang ke kampung halamannya selain punya wawasan ilmu agama juga punya keahlian kerja,” pungkasnya. (Ceng2/R8/HR Online)

Editor: Jujang