Setahun Pandemi, Bupati Ciamis: Chemistry Guru dan Murid Telah Hilang

Setahun Pandemi Bupati Ciamis Chemistry Guru dan Murid Telah Hilang
Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya saat melantik ratusan Kepala Sekolah TK, SD dan SMP, mengatakan setahun lebih pandemi Covid-19 membuat chemistry antara murid dengan guru serta kepala sekolah saat ini telah hilang. Foto : Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya mengatakan, setahun lebih pandemi Covid-19 membuat chemistry antara murid dengan guru serta kepala sekolah saat ini telah hilang. Pasalnya, sudah lama ini tidak melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

“Setahun pandemi, dan juga setahun tidak belajar tatap muka, terasa ada yang hilang. Yaitu chemistry antara murid dan guru dan juga kepala sekolah,” katanya, saat melantik ratusan Kepala Sekolah TK, SD dan SMP, di Stadion Galuh Ciamis, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya, chemistry tersebut sangat penting bagi kelangsungan pertumbuhan pendidikan. Supaya dapat menghasilkan generasi emas dan juga berkualitas.

Sementara terkait pelaksanaan KBM tatap muka di Kabupaten Ciamis, Herdiat menuturkan, kemungkinan berlangsung setelah lebaran nanti. Itu juga secara parsial, jadi melihat peta zonasi di daerahnya.

“Jadi kalau ada daerah yang zonasinya merah itu tidak boleh melaksanakan KBM tatap muka. Sehingga, untuk sementara menggunakan sistem daring dulu pembelajarannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ciamis juga menyampaikan, bahwa pelantikan kepala sekolah sangatlah penting sebagai pendukung kualitas pendidikan. Terutama, saat pandemi Covid-19 yang sampai setahun ini belum juga berakhir.

“Sebagai upaya untuk mewujudkan generasi emas dengan ahlak yang baik, perlu perjuangan, terlebih saat ini pandemi. Maka dari itu, butuh kreativitas kepala sekolah dan guru, dalam melakukan pembelajaran yang baik,” ujarnya.

Herdiat berpesan kepada kepala sekolah yang telah dilantik, agar dapat meningkatkan manajerialnya, serta bisa bersikap bijak dalam menyikapi segala permasalahan.

Kemudian, lanjutnya, kepala sekolah juga harus menjaga marwah. Sedangkan guru harus wajib menirukan kompetensinya, sebagai bentuk digugu dan ditiru.

Selain itu, Bupati Ciamis juga berpesan agar kepala sekolah dan guru, jangan meninggalkan organisasi guru, kemudian masuk ke organisasi lain yang tidak bersinergis dengan profesi.

“Seperti halnya masuk ormas dan sebagainya. Karena, guru itu harus masuk organisasi dengan AD/ART yang sama dengan profesi yaitu guru,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto