Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaBerita TerbaruSinopsis Buya Hamka, Kisah Pahlawan Nasional dan Ulama Indonesia

Sinopsis Buya Hamka, Kisah Pahlawan Nasional dan Ulama Indonesia

Sinopsis Buya Hamka menceritakan perjalanan seseorang yang luar biasa dalam hidupnya. Film ini mendapatkan arahan dari sutradara Fajar Bustomi. Lalu tidak lupa Frederica dan Chand Parwez Servia sebagai produser.

Naskah film ini merupakan karya dari Alam Studio dan Cassandra Massardi. Sedangkan untuk pemainnya adalah Vino G. Bastian, Laudya Cynthia Bella, Desy Ratnasari, dan lain sebagainya.

Film ini adalah garapan dari perusahaan produksi Falcon Pictures dan Kharisma Starvision Plus. Kabarnya film ini akan rilis pada tahun 2021 sejak tenarnya biografi Buya Hamka beberapa tahun lalu. Penayangan film ini nantinya akan menggunakan dua judul.

Baca Juga: Sinopsis Sisterlillah The Movie, Kisah Perjalanan Tiga Wanita Islamiyah

Intip Sinopsis Buya Hamka, Film Biografi 2021

Kisah film ini mengulik kehidupan Buya Hamka yang merupakan pahlawan nasional sekaligus seorang ulama Indonesia. Ia adalah sosok pujangga yang banyak penggemarnya. Kehidupannya semasa kecil sudah terbiasa dengan hal yang sulit dan rumit.

Namun, soal agama tidak satu pun terlewat darinya. Hingga kini ia sudah memiliki beragam karya terbaik untuk penerus bangsa. Dalam hal ini, perjalanan hidup hidup Buya Hamka akan terekam dalam (1908-1981).

Semasa mudanya, ia cukup berjuang mulai dari nol. Bahkan ia harus menjalani pahitnya hidup hingga menjadi seorang yang sukses. Ia pernah bekerja sebagai joki kuda yang sukses menjadi sastrawan muda.

Sosok Buya Hamka

Sinopsis Buya Hamka menjelaskan bahwa ia memiliki nama besar dalam hidupnya. Bahkan banyak orang yang sudah mengenalnya dengan baik. Salah satunya karena ia sukses menciptakan berbagai karya sastra.

Baca Juga: Sinopsis You and I, Film Dokumenter Dua Mantan Tahanan Politik

Hal ini juga terlihat ketika Hamka mendapatkan perintah untuk imam shalat jenazah alm. Bung Karno. Suatu kehormatan baginya bisa mensholatkan orang yang berjasa untuk Indonesia.

Ia langsung menyetujui perintah ini pada Minggu, 21 Januari 1970. Namun, pikirannya teringat pada jeruji besi yang pernah mengekangnya beberapa waktu. Hal ini karena ulahnya terlalu keras mengkritik sang proklamator.

Melepas Jenazah Bung Karno

Sinopsis Buya Hamka menjelaskan sosoknya yang mencoba berdamai dengan hati. Dengan rasa ikhlas berusaha melupakan segala permusuhan yang ada. Ia lalu berusaha dengan tulus melepas jenazah bung Karno.

Hal ini tidak akan terlupakan semasa hidupnya. Kisah bergulir pada Buya Hamka yang melihat nasib kedua orang tuanya bercerai. Hamka selalu menangis dengan kerasnya tanpa henti. Hanya danau yang bisa menyembuhkan lukanya sesaat.

Berpaling dari Ayah dan Ibu

Sinopsis Buya Hamka menjelaskan danau Sumatera Barat yang terkenal adalah tempat Hamka melepas penat. Namun, sang ayah menganggap segala kegiatannya sia-sia. Tak jarang Hamka menerima hukuman fisik dari Haji Rasul.

Karena perpisahan ayah dan ibunya, Hamka memilih untuk pergi. Ketika sudah beranjak dewasa, ia nekat pergi ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji. Setelah itu, ia melanjutkan dengan mencari ilmu ke negeri tetangga.

Makkah dan Negara Sendiri

Sinopsis Buya Hamka memperlihatkan Hamka kecil memiliki nama lain Malik. Ia mulai berubah pikiran ingin meninggalkan kota suci Makkah. Hal ini karena ada pengaruh dari Haji Agus Salim.

Dalam hal ini, Hamka memutuskan untuk menjelajahi negeri sendiri. Ia berusaha merintis karir dalam bidang seni sebagai pelukis dan pujangga. Selama bertahun-tahun ia keliling nusantara untuk menimba ilmu.

Semua ilmu yang didapatkan adalah bekal masa depannya. Ia kini memiliki julukan sebagai seorang ulama. Mulai dari situ ia menebarkan agama Islam hingga ke penjuru pulau Indonesia.

Cakrawala Baru dari Yogyakarta

Sinopsis Buya Hamka memperlihatkan Hamka yang menuju ke Yogyakarta. Ia mulai menimba ilmu ke sana dan bertemu dengan HOS Cokroaminoto. Menetap ke Yogyakarta selama beberapa bulan.

Pergi ke kampung tetangga ternyata memberikan cakrawala baru bagi Buya Hamka. Ia mulai bisa memandang berbagai tantangan sosial. Bahkan mulai berjuang melawan penjajahan Belanda.

Buya Hamka mulai menghadapi berbagai gerakan komunis yang menyebar seluruh Indonesia. Hal ini cukup meresahkan masa depan Indonesia dalam mencapai cita-cita bangsa.

Ia sudah meluncurkan berbagai rencana dan bekal menghadapi serangan penjajah yang bertubi-tubi. Tentu saja hal ini bisa berjalan dengan kerjasama berbagai pihak.

Bagaimana kelanjutan sinopsis Buya Hamka? Apakah ia mampu mewujudkan cita-cita bangsa dalam melawan penjajahan dan komunis? Saksikan kisah Buya Hamka setelah tanggal perilisannya nanti. (R10/HR-Online)

Editor: Ndu

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img