Curhatan Sopir Bus di Tasikmalaya Adanya Larangan Mudik Lebaran

Sopir bus di tasikmalaya
Para Sopir Bus di Tasikmalaya kecewa adanya larangan mudik lebaran 2021. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya (Harapanrakyat.com),- Larangan mudik lebaran tahun 2021 ini menyisakan pilu bagi para sopir bus di Tasikmalaya. Biasanya pas lebaran mudik itu menjadi berkah tersendiri saat datangnya musim mudik lebaran. Bus kebanjiran penumpang dari luar kota menuju Tasikmalaya untuk merayakan lebaran.

Lebaran tahun ini para supir bus merasa kecewa dan hanya bisa mengelus dada. Lantaran Pemerintah pusat melarang mudik untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Iya mudik lebaran itu waktu terbaik buat para supir karena banyak penumpang. Tapi tahun ini ada larangan mudik, kalau dibilang kecewa iya sangat kecewa sekali,” ungkap Darso, seorang sopir bus di Terminal Indihiang, Jumat (23/4/2021).

Sopir bus di Tasikmalaya kini hanya bisa pasrah ikut aturan pemerintah. Namun Darso masih berharap mudik tetap boleh, berjalan seperti biasanya dengan memperketat protokol kesehatan.

“Kalau mudik lebaran yang cuma setahun sekali itu masa paling menguntungkan sekali. Jadi intinya sama-sama menguntungkan. Saya sebagai sopir untung perusahaan untung, penumpang yang mudik juga untung,” ucapnya.

Akibat larangan mudik ini, Darso mengaku kemungkinan tidak kerja dan hanya berkumpul dengan keluarga. Namun ia bercerita tahun lalu meski sama-sama ada larangan, sopir bus di Tasikmalaya ini banting setir menjadi sopir truk.

“Tapi tahun sekarang katanya gak boleh bawa truk juga, kecuali yang bawa sembako. Jadi terpaksa saya di rumah aja dan istirahat,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan menyatakan pihaknya sudah lakukan antisipasi dengan mengimbau perusahaan oto bus.

“Tidak memberangkatkan bus di pool, jangan sampai nanti di terminal tidak ada aktivitas keberangkatan bus, tetapi di PO bus ada titik-titik keberangkatan. Jadi nanti kami akan lakukan antisipasi tidak boleh ada aktivitas mudik,” kata Doni.

Polres Tasikmalaya kota pun telah menyiapkan 3 titik penyekatan. Bila ada yang kedapatan mudik akan dilakukan tindakan putar balik. (Apip/R9/HR-Online)

Editor: Dadang