Pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya Terkena Imbas Larangan Mudik

Pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya Terkena Imbas Larangan Mudik
Pelaku UMKM jenis makanan sotong asal Kota Tasikmalaya, terkena imbas dari larangan mudik. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Pemberhentian transportasi atau angkutan umum di masa larangan mudik tahun ini, ternyata sangat berdampak pada pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengaku terancam gulung tikar denga adanya kebijakan tersebut. Pasalnya, mereka tidak bisa mengirim pesanan ke luar kota akibat kebijakan pemerintah tentang larangan mudik.

Seperti kita ketahui, bahwa pemerintah melarang untuk mudik pada lebaran tahun ini. Sehingga salah satu caranya, pemerintah memberhentikan trasportasi atau angkutan umum ke luar kota mulai 6 Mei mendatang.

Akibatnya, para pelaku UMKM Kota Tasikmalaya tidak bisa mengirimkan hasil produksi ke luar kota atau provinsi. Salah satunya adalah perajin rumahan makanan ringan jenis sotong, di wilayah Gunung Roay, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Hendriana, perajin makanan ringan jenis sotong membenarkan jika kebijakan larangan mudik tersebut ternyata berdampak pada usahanya.

Menurutnya, jika angkutan umum dihentikan maka usahanya itu akan terancam gulung tikar.

“Karena, hasil produksi yang saya kirim ke beberapa kota besar seperti Bekasi, Bogor, Jakarta dan Tangerang akan terhenti,” ungkapnya saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (29/4/2021).

Lebih lanjut Hendriana mengatakan, bahwa pengiriman bisa saja ia lakukan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Akan tetapi, hasil produksi dan biaya pengiriman tidak akan seimbang bahkan merugi.

Sebenarnya, sambung Hendriana, kejadian yang sama pun pernah terjadi pada tahun 2020, yaitu akibat adanya PSBB ke beberapa tempat.

Pada tahun kemarin, produksi dan penghasilannya sangat menurun drastis. Karena, akibat naiknya biaya ongkos pengiriman.

“Bahkan sampai sekarang, produksinya belum kembali normal, karena menurunnya permintaan. Sehingga, karyawan yang bekerja pun saya roling agar bisa tetap kerja,”  ucapnya.

Ia pun berharap kepada pemerintah, agar saat membuat kebijakan tidak merugikan masyarakat, khususnya pelaku ekonomi.

“Karena, para pelaku UMKM sendiri dalam masa pandemi sekarang ini yang masih bertahan, bisa membantu warga lainnya yang juga sama-sama terpuruk akibat Covid-19,” pungkas Hendriana. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto