Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaBerita PangandaranTernak Sapi Perah di Langkaplancar Pangandaran Perlu Dikembangkan

Ternak Sapi Perah di Langkaplancar Pangandaran Perlu Dikembangkan

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Peternak sapi perah di wilayah Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jabar, masih sangat langka, padahal potensi ketersediaan pakan masih sangat banyak.

Salah seorang peternak sapi perah di Desa/ Kecamatan Langkaplancar Eriyanto mengatakan, beternak sapi perah di Langkaplancar sangat cocok dan perlu terus dikembangkan.

“Beternak sapi perah akan sangat membantu dan mengangkat ekonomi masyarakat,” ujar Eriyanto Rabu (7/4/2021).

Saat ini Eriyanto memiliki dua ekor sapi perah. Dalam satu hari, bisa menghasilkan sekitar 16 liter susu.

Susu yang dihasilkan sapi perah miliknya itu diolah menjadi susu pasteurisasi, yoghurt, puding susu, es susu dan bolu susu.

“Untuk pemasarannya masih di sekitar Langkaplancar,” katanya.

Baca Juga: Cerita Warga Langkaplancar Pangandaran, Sewa Radio untuk Hajatan

Produksi susu perah miliknya tak bisa memenuhi kebutuhan pasar di Langkaplancar.

Sehingga saat ini perlu adanya pengembangan ternak sapi perah.

“Keuntungan beternak sapi perah itu, tiap hari kita bisa menghasilkan susu, keuntungan tahunannya sapinya beranak, dan kotoran sapinya juga bisa dijadikan pupuk,” jelas Eriyanto.

Lanjutnya, selain bisa mendorong ekonomi masyarakat saja, beternak sapi perah juga bisa menopang gizi masyarakat.

Tak hanya itu, keberadaan sapi perah di Langkaplancar kerap menjadi sasaran edukasi sejumlah lembaga pendidikan.

Peternakan sapi perah miliknya kerap didatangi anak-anak, baik dari sekolah, maupun dari pondok pesantren.

Mereka ingin tahu dan mempraktekan secara langsung bagaimana cara memerah susu sapi dan memberi pakan.

“Saya tidak segan-segan mengajari anak-anak bagaimana cara memerah susu sapi dan cara-cara memberi makan sapi yang baik dan benar,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, pemerintah mendorong dan mendukung pengembangan ternak sapi perah di Langkaplancar.

“Jika peternakan sapi perah berkembang, kebutuhan susu sapi di Pangandaran bisa terpenuhi,” jelasnya.

Eriyanto menyebut, sapi perah yang ia pelihara jenis Friesian Holstein ( FH) sapi asal Belanda.

“Sapi ini termasuk jenis sapi perah paling bagus. Harga sapi siap perah sekitar Rp 25 juta per ekor,” pungkasnya. (Enceng/R8/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru