Ini Alasan Tokoh Pemekaran Pangandaran Pindah Partai

Ini Alasan Tokoh Pemekaran Pangandaran Pindah Partai
Tokoh pemekaran Kabupaten Pangandaran, Ino Darsono, saat silaturahmi sesama kader Partai Gerindra beberapa waktu lalu. Foto : Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Ino Darsono, mengakui bahwa perkembangan Kabupaten Pangandaran sudah pesat, pasca berpisah dengan Ciamis.

Akan tetapi, ia menilai masih banyak yang harus dibenahi dalam sistem pemerintahan di Kabupaten Pangandaran ini.

“Pembangunan infrastruktur sebagaimana tujuan pemekaran dulu, saya lihat sudah baik. Namun dengan kondisi pemerintahan saat ini banyak yang harus diperbaiki,” ungkap tokoh pemekaran ini saat diwawancara HR Online, Kamis (15/4/2021).

Oleh karena itu, untuk memperjuangkan dan mengubah kekurangan tersebut, ia berpendapat, bahwa solusinya adalah dengan melalui jalur partai politik (parpol).

Pasalnya, ia berpandangan jika hanya menjadi masyarakat biasa, belum tentu eksekutif maupun legislatif mendengarnya dengan baik.

“Setelah saya mundur dari parpol tahun 2018 lalu, total tidak berkecimpung di dunia perpolitikan. Dan baru saat ini saya terpanggil lagi, karena melihat sepertinya pemerintahan di Pangandaran ini sedikit melenceng harus diluruskan,” tuturnya.

Alasan Tokoh Pemekaran Pangandaran Ini Pindah Parpol

Lebih lanjut Ino menambahkan, setelah 2 tahun lebih mempelajari karakteristik pemerintahan dan perkembangan parpol, baik dari pusat sampai ke daerah khususnya Pangandaran, harus adanya perubahan.

“Dengan masuk ke parpol, kita upayakan lakukan pembenahan pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatifnya. Agar sesuai koridor mewujudkan cita-cita pemekaran kesejahteraan masyarakat adil dan makmur,” ujarnya.

Sedangkan alasan tokoh pemekaran Pangandaran ini lebih memilih masuk ke Partai Gerindra, adalah lebih punya kredibilitas juga masa depan. Ia berkeyakinan bahwa Partai Gerindra ini sangat meyakinkan serta menjanjikan untuk masyarakat.

“Saya masuk ke Gerindra dengan filosofi burung Garuda bisa terbang tinggi. Maka dengan naik burung Garuda ini, bisa melihat keadilan dan kesejahteraan masyarakat Pangandaran sudah tercapai apa belum. Saya akan berjuang di sini,” pungkasnya.

Tokoh pemekaran ini sebelumnya pernah mencalonkan menjadi Bupati Pangandaran tahun 2015 melalui jalur parpol Partai Amanat Nasional (PAN). Saat itu, Ino berpasangan dengan Moh Erwin Thamrin, melawan pasangan Jeje Wiradinata-H Adang Hadari, yang diusung PDIP, Golkar, PKS, Demokrat. Selain itu juga melawan pasangan Azizah Talita Dewi-Sulaksana, dari PKB, Nasdem, dan Gerindra.

Pasca mengundurkan diri dari Ketua DPD PAN Kabupaten Pangandaran bulan Juni 2018 lalu, dan berhenti dari kancah perpolitikan, Ino sekarang kembali masuk parpol.

Politisi Lainnya yang Pindah ke Partai Gerindra

Selain tokoh pemekaran Pangandaran, Ino Darsono, ada juga mantan pengurus DPC PDIP Arif Budiman, dan beberapa mantan pengurus DPD PAN masuk ke Gerindra.

Arif Budiman menuturkan, ikut terjun melalui parpol ini atas dasar ingin melanjutkan cita-cita masyarakat. Selain itu juga atas dasar keinginan pribadi, tanpa ada paksaan dari siapapun juga.

“Saya masuk ke Gerindra ini atas kemauan sendiri tidak ada paksaan, dan ingin melanjutkan cita-cita masyarakat yang belum tercapai,” singkat Arif.

Sementara Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pangandaran, H Idi Supriadi, mengaku optimis dengan masuknya Ino yang merupakan tokoh pemekaran dan beberapa tokoh politik lainnya yang sudah dikenal masyarakat. Pasalnya, jelas akan menjadi spirit dan kekuatan baru dalam membangun Partai Gerindra.

“Ini menjadi spirit dan kekuatan baru dengan masuknya tokoh dan kader partai lain bagi Gerindra di Pangandaran,” ungkapnya.

Pihaknya sebelumnya tidak pernah meminta mereka masuk ke partai Gerindra. Jadi, kataya, itu merupakan kesadaran dan keinginannya sendiri dan tidak ada paksaan.

“Jelas ini akan menjadi prospek kedepan. Semoga partai Gerindra lebih maju dan berkembang lagi, dalam membangun masyarakat adil dan makmur,” pungkasnya. (Madlani/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto