Tradisi Munggahan di Pangandaran, PHRI Himbau Wisatawan Ikuti Prokes

Tradisi Munggahan
Obyek wisata Santirah di Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran, menjadi salah satu tujuan wisatawan saat munggahan menjelang bulan Ramadhan. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Tradisi munggahan di Pangandaran, Jawa Barat, banyak dilakukan pengunjung lokal maupun luar daerah menjelang bulan Ramadhan.

Seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan jelang Ramadhan, PHRI mengimbau agar wisatawan mentaati prosedur protokol kesehatan yang diterapkan di obyek wisata Pangandaran.

Ketua PHRI Cabang Kabupaten Pangandaran, H. Agus Savana mengatakan, momentum seperti saat ini tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan waktu untuk munggahan. Salah satunya dengan mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Untuk itu kami dari PHRI mengimbau kepada warga masyarakat yang ber munggahan di lokasi obyek wisata, untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. Selain untuk menjaga diri dari pandemik Covid-19, juga agar tidak adanya klaster dari obyek wisata,” kata Agus Savana kepada HR Online, Minggu (11/04/2021).

Baca Juga : Munggahan, Wisata Pangandaran Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Lokal

Lebih lanjut ia mengatakan, di masa pandemi ini, obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran tetap buka untuk umum. Tapi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti memakai masker, tidak berkerumun, menjaga jarak, dan cuci tangan.

“Pengunjung juga tidak akan rugi jika mengikuti aturan yang ada saat ini, mengingat masih dalam masa pandemi,” ujar Agus Savana.

Munggahan di Santirah Pangandaran Terapkan Prokes

Tradisi munggahan di Pangandaran saat pandemi. Kepala Desa Selasari, Ugaswara mengatakan, terkait penerapan prokes ketat di lokasi obyek wisata, pihaknya telah berkoordinasi pengelola wisata Santirah, Desa Selasari. Termasuk dengan Satgas Covid-19 dan juga para pedagang.

Selain itu, sejak adanya pandemi, para guide selalu menerapkan standar protokol kesehatan serta edukasi pendemik Covid-19. Kemudian mereka menyampaikannya kepada para wisatawan.

“Hal tersebut sangat penting, karena obyek wisata Pangandaran sampai saat ini zero klaster wisata. Obyek wisata Santirah menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk munggahan. Oleh karena itu, pihak pengelola bertekad memerangi pendemik Covid-19 dengan menerapkan standar protokol kesehatan,” tandas Ugaswara. (Nang/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah