Tradisi Tabuh Bedug Jelang Ramadan di Pangandaran Mulai Hilang

Tradisi tabuh bedug
Tradisi tabuh bedug (ngadulag) mulai hilang di Pangandaran. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Tradisi tabuh bedug menjelang bulan Ramadan mulai hilang di wilayah Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Padahal dulu setiap usai salat fardhu dan saat menjelang santap sahur sampai datang waktu imsak, tabuh bedug menjadi kebiasaan warga.

Salah seorang tokoh masyarakat Langkaplancar Ahmad Sobari mengatakan, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, orang-orang yang menabuh bedug atau ngadulag saat ini mulai berkurang.

“Jika dulu masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang tua selalu menabuh bedug setelah datang waktu salat fardhu dan saat menjelang santap sahur. Suaranya ramai bergemuruh di setiap masjid atau mushola, namun akhir-akhir ini tradisi itu sudah jarang terdengar,” ucapnya, Selasa (06/04/2021).

Menurut Sobari, saat ini warga lebih asik dengan gadgetnya masing-masing, sehingga tradisi tabuh bedug hampir punah dan cenderung dilupakan.

“Padahal menurut saya tabuh bedug di bulan Ramadan adalah syiar yang harus dipertahankan. Sekarang tradisi tabuh bedug hanya ada di malam takbiran saja,” katanya.

Sobari menjelaskan, bagi para orang tua dulu, tabuh bedug menjadi pertanda waktu salat fardhu sudah tiba, meski suara adzan tak terdengar.

“Saya berharap tradisi tabuh bedug kembali dihidupkan saat bulan Ramadan. Selain dianggap sebagai syiar Islam, tradisi ini juga merupakan kearifan lokal yang harus tetap dijaga keberadaannya,” katanya. (Enceng/R7/HR-Online)

Editor: Ndu