Warga Pangandaran Terjerat Investasi Bodong, Kapolsek Minta Waspada

Pangandaran Investasi Bodong
Waspada Investasi Bodong. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Masyarakat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dibombardir iklan investasi online maupun offline. Namun banyak warga Pangandaran yang akhirnya terjerat investasi bodong.

Salah satunya adalah Karim, pelaku pembacokan dan pembakaran pasar wisata Pangandaran yang akhirnya tewas setelah polisi mengambil tindakan tegas. 

Kabar yang beredar Karim merupakan korban investasi bodong yang membuat dirinya bangkrut. Akibatnya perilakunya tidak terkontrol hingga melakukan pembacokan dan pembakaran di pasar wisata Pangandaran.

Baca Juga: Pria di Pangandaran Bakar Rumah dan Bacok 5 Tetangganya

Menyikapi hal tersebut, Kapolsek Pangandaran Komisaris Polisi (Kompol) Suyadi mengimbau masyarakat untuk waspada.

“Saat ini banyak ajakan investasi yang diiklankan di media sosial maupun ajakan langsung yang ujungnya berakhir dengan penipuan,” ujar Suyadi, Minggu (4/4/2021).

Kapolsek Pangandaran tersebut meminta masyarakat agar mencari tahu terlebih dahulu sebelum membuat keputusan untuk berinvestasi.

“Umumnya masyarakat banyak yang tergiur saat diiming-imingi kaya dengan cepat, caranya investasi yang memiliki risiko tinggi. Apalagi saat ini pandemi Covid-19 membuat ekonomi sulit. Masyarakat yang dijanjikan kaya mendadak banyak yang tergiur,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Kompol Suyadi, saat ini sudah banyak korban dari investasi bodong di Pangandaran.

“Namun, terkait investasi bodong ini belum ada laporan resmi dari masyarakat Pangandaran,” katanya.

Meskipun begitu, Suyadi mengaku sudah banyak mendengar informasi masyarakat yang jadi korban investasi bodong.

“Intinya jangan mudah percaya pada perusahaan yang menawarkan investasi. Cek dulu kebenarannya, profil perusahaannya itu resmi atau tidak,” katanya.

Suryadi menambahkan, apabila tawaran investasi dinilai tidak masuk akal, apalagi hasilnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, sebaiknya urungkan niat untuk bergabung. (Ceng2/R7/Hr-Online)

Editor: Ndu