Workshop Ecoprint Batik Dahon, Atraksi Wisata Edukasi di Pangandaran

Batik Dahon
Workshop Ecoprint Batik Dahon di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, kini menjadi salah satu atraksi wisata edukasi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Workshop Ecoprint Batik Dahon di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini menjadi salah satu atraksi wisata edukasi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Cucu, pemandu wisata Tour Leader asal Bandung mengatakan, kunjungan ke obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran saat ini salah satunya mengunjungi Workshop Ecoprint di Desa Margacinta.

“Sebelumnya paket untuk kunjungan wisata yang ada di Pangandaran adalah Pantai Rafting Berperahu. Sekarang ada Workshop EcoPrint Batik Dahon. Wisatawan pun diajak untuk menambah wawasan dengan melihat dan belajar aktif membuat batik dahon. Mereka sangat senang mengunjungi lokasi tersebut,” tuturnya kepada HR Online, Kamis (01/04/2021).

Lanjut Cucu, tempat workshop ecoprint sangat mudah dijangkau karena lokasinya pinggir jalan nasional. Tepatnya 400 meter dari Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Jika jumlah wisatawan yang ia bawa dalam kelompok kecil, maka bisa datang langsung ke galeri atau rumah produksi. Tapi kalau jumlahnya banyak akan dibawa mengunjungi ke lokasi workshop ecoprint di Taman Budaya Sagati, Desa Margacinta.

Taman Sagati merupakan salah satu tempat yang mengkolaborasikan suasana pesisir sungai dengan desain ala pertanian Sunda. Sehingga lokasi ini pun menarik bagi para wisatawan.

“Para wisatawan bisa mendapatkan banyak pengalaman ketika berada di Taman Sagati,” kata Cucu.

Baca Juga : Nostalgia Kereta Api Banjar-Cijulang, Ini Kata Warga Pangandaran

Wisatawan Pangandaran Belajar Membatik

Sementara itu, Elin, seorang pembatik asal Desa Margacinta yang juga pemilik ecoprint mengatakan, untuk membatik dahon tidak sulit. Begitu pula dengan tekniknya.

Salah satunya yaitu dengan cara teknik fonding atau dipukul daun bunga. Selanjutnya ditata di Tote Bag, kemudian lapisi pakai plastik dan dipukul. Dengan teknik ini maka warna dan bentuk pada daun dan bunga dahon akan berpindah ke kain Tote Bag tersebut.

“Untuk.proses fonding ini hanya butuh waktu satu jam sampai jadi. Wisatawan boleh membawa pulang hasil karya Tote-nya, dan gratis,” terangnya.

Hal itu membuat para wisatawan yang berkunjung ke Workshop Ecoprint Batik Dahon merasa bangga dengan karyanya sendiri. Selain itu, mereka juga jadi punya kain batik dahon, sekaligus mendapatkan pengalaman sangat menarik dengan adanya edukasi pembatikan ecoprint tersebut.

“Sebenarnya teknik ecoprint lainnya bisa juga kita jadikan workshop. Itu tergantung permintaan wisatawan,” katanya.

Menikmati Kuliner Nasi Jolem

Elin juga selalu berpesan kepada para pengunjung untuk memanfaatkan alam yang ada di sekitarnya. Namun tidak merusak, akan tetapi bisa menghasilkan produk yang artistic.

Pengunjung yang datang ke lokasi workshop juga dapat menikmati kuliner yang telah tersedia, seperti Nasi Jolem. Jenis kuliner ini hampir sama dengan nasi liwet.

Hanya saja nasi jolem sudah memakai bumbu khas nasi jolem dan ikan. Ini juga merupakan produk lokal yang sangat menarik untuk wisatawan nikmati. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah