Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BisnisCryptocurency Ambruk; Apakah Ini Saat yang Tepat untuk Berinvestasi?

Cryptocurency Ambruk; Apakah Ini Saat yang Tepat untuk Berinvestasi?

Pasar Cryptocurency telah ambruk sejak hari Rabu 19 Mei 2021 lalu. Hal ini tentunya mmeberikan dampak yang besar bagi perekonomian.

Penurunan ini adalah dampak dari keputusan dan juga tindakan keras yang ada di beberapa negara. Meskipun angka penurunannya cukup tajam namun pelaku Crypocurency yang tergabung dalam sebuah ekosistem menyatakan bahwa penurunan ini merupakan koreksi jangka pendek.

Sebagaimana telah disebutkan bahwa pasar Cryptocurency ini mengalami koreksi yang cukup besar dengan harga mata uang utama. Koreksi ini termasuk pada jenis Bitcoin, Ethereum BNB, dan lainnya.

Harga dari Cryptocurency ini sejak rabu sudah ambuk hingga angka 3 persen. Bahkan sampai hari ini menurut perkiraan Cryptocurency akan ambruk sampai angka 50 persen.

Salah satu penyebabnya adalah regulasi kebijakan di negara China yang mengumkan adanya larangan keras terhadap Cryptocurency. Hal ini tentunya membawa pengaruh yang cukup besar bagi China dan juga Dunia.

Apa itu Cryptocurency?                       

Cryptocurency secara sederhana dapat didefinisikan sebagai mata uang digital. Yakni mata uang akan tetapi dengan bentuk digital.

Cara peroleh mata uang kripto ini sangat beragam mulai dari menambang sampai dengan membeli mata uang kripto di penyedia mata uang. Di beberapa negara dan beberapa perusahaan memperbolehkan bertransaksi dengan menggunakan mata uang kripto.

Sama seperti berinvestasi di mata uang asing. Berinvestasi di mata uang Kripto ini juga cukup menguntungkan.

Oleh karena itu sangat banyak investor yang mengalihkan investasi mereka kepada mata uang kripto ini. Akan tetapi tetap saja semakin tinggi keuntungan risiko investasi juga semakin tinggi.

Mata uang kripto ini juga hadir dalam beberapa jenis mata uang. Mulai dari Bitcoin, Etherium, sampai dengan Dogecoin dan juga Binance.

Jika anda berniat untuk berinvestasi di mata uang kripto ini. Terlebih dahulu anda harus memahami mengenai ciri masing-masing dari mata uang agar anda dapat memilih produk yang tepat.

Mata uang kripto pertama dan terbesar adalah Bitcoin. Keuntungan berinvestasi bitcoin ini juga cukup bersaing namun Bitcoin ini seringkali membawa dampak buruk bagi lingkungan.

Jika anda menginginkan investasi kripto yang ramah lingkungan adalah Ether atau Etherium. Etherium ini merupakan produk kripto kedua yang cukup terkenal.

Selanjutnya ada Dogecoin, Dogecoin ini merupakan salah jenis kripto yang paling berisiko. Saat anda ingi berinvestasi di Dogecoin ini anda harus membeli sejumlah token khusus yang sedikit mirip dengan perjudian online.

Jika anda hendak meletakkan investasi anda di Dogecoin ini sebaiknya anda memperhatikan terlebih dahulu tingkat risikonya sehingga anda tidak sampai salah dalam mengambil keputusan. Terlepas dari produk kripto mana yang akan anda pilih, satu hal yang pasti adalah disamping keuntungan pasti terdapat kerugian.

Alasan Cryptocurency Ambruk

Adanya Regulasi Kebijakan China yang Melarang Keras Cryptocurency

Alasan pertama Ambruknya Cryptocurency ini adalah larangan keras Cryptocurency di negara China. Dunia memandang regulasi ini cukup merugikan.

China telah melarang seluruh lembaga keuangan dan juga seluruh perusahaan untuk menyediakan layanan apapun yang berkaitan dengan transaksi mata uang kripto. Sehingga secara tidak langsung bank dan juga media pembauyaran lainnya baik online maupun offline tidak boleh menawarkan layanan apapun yang berhubungan dengan Crypto.

China melarang layanan apapun yang melibatkan Cryptocurency. Baik Pendaftaran Cryptocurency, Perdagangan mata uang Kripto, Kliring, dan juga penyelesaian Kripto.

Sebelumnya Negara China ini sudah mengeluarkan kebijakan semacamnya pada tahun 2017 lalu. Akan tetapi larangan kali ini lebih luas cakupannya sehingga beberapa pihak membuat kesimpulan bahwa mata uang virtual tidak didukung oleh nilai riil apapun.

Pengumuman CEO Tesla Elon Musk yang menolak Pembayaran Cryptocurency

Selain adanya regulasi kebijakan di China yang seakan mematahkan mata uang kripto. Beberapa mata uang crypto seperti Bitcoin dan Etherium ini juga cenderung menurun sejak minggu lalu.

Penurunan ini juga merupakan dampak kebijaka oleh pihak CEO Tesla Elon Musk. Elon musk merupakan pembuat mobil dengan tenaga Listrik dan memiliki pangsa pasar yang cukup tinggi di dunia.

Elon Musk memutuskan untuk melarang pembayaran dengan menggunakan Cryptocurency baik itu Bitcoin, Etherium, Binance, dan juga beberapa mata uang kripto lainnya. Keputusan Elon Musk kali ini merupakan kebalikan dari keputusannya sebelumnya.

Sebelumnya Elon Musk mengizinkan beberapa costumernya untuk membayar dengan menggunakan Cryptocurency. Namun saat ini ia memberikan larangan sehingga hal ini mempengaruhi harga Cryptocurency dunia.

Elon Musk kemudian menolak transaksi dengan menggunakan mata uang kripto lantaran ia melihat adanya dampak buruk yang timbul pada lingkungannya. Alih-alih menciptakan keuntungan besar, ia melihat bahwa tindakannya justru membawa dampak buruk.

Oleh karena itulah maka Elon Musk memberikan adanya kebijakan tersebut. Bukan karena Cryptocurency kurang menguntungkan sebagai mata uang, namun ia lebih menjaga lingkungannya.

Apakah ini Saat yang Tepat untuk Berinvestasi

Beberapa pihak menyebutkan bahwa adanya penurunan ini merupakan koreksi jangka pendek saja. Meskipun penurunan sampai menyentuh angka 50 persen dan terkesan dramatis.

Tentunya hal ini merupakan hal yang umum karena memang pasar sudah layaknya bergejolak. Terutama setelah adanya keputusan regulasi di beberapa negara.

Hampir serupa dengan perdagangan mata uang rill pada umumnya. Faktor fundamental memang banyak mempengaruhi investasi non sektor rill.

Kecelakaan atau ambruknya Cryptocurency kali ini merupakan sebuah bukti bahwa terdapat volatilitas pada sektor ini. Jika melihat ke sejarah Cryptocurency maka penurunan sampai dengan 30 persen ini masih tergolong kecil.

Bahkan pada tahun 2012 lalu Cryptocurency pernah turun sampai menyentuh angka 80 persen. Penurun ini terjadi sebanyak 3 kali dalam kurun waktu yang terpisah.

Bagi anda pemula yang baru saja meletakka investasi anda di mata uang kripto ini. Kabar ini bisa jadi menggembirkan bagi anda.

Karena jika pada tahun 2012 angka penurunan Kripto sampai menyentuh angka 80 persen dan kemudian terjadi kenaikan kembali hingga saat ini. Maka sangat besar kemungkinannya bahwa Kripto juga akan terus naik setelah ini.

Naik turunnya harga merupakan hal yang sangat wajar untuk terjadi. Oleh karena itu hal ini dapat menjadi sebuah pertimbangan untuk meletakkan investasi karena investasi pada mata uang kripto cocok untuk investasi jangka panjang.

Adanya kehancuran dari mata uang kripto kali ini juga bisa menjadi salah satu peluang bagi anda untuk menambah investasi anda pada mata uang kripto. Karena jika kembali melihat kepada sejarah salah satu produk investasi Bitcoin selalu berhasil bangkit dari keterpurukannya.

Namun dalam berinvestasi tidak ada jaminan akan kembali pulih. Oleh karena itu anda juga harus memikirkan tingkat risikonya dengan membuat Portofolio investasi.

Hal dasar yang harus anda pahami dalam berinvestasi adalah semakin tinggi keuntungan akan semakin tinggu juga tingkat risiko yang mengikutinya. Maka dari itu anda sangat memerlukan adanya riset sebelum mengambil sebuah tindakan.