Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita BanjarDinkes Kota Banjar: Anggaran HIV/AIDS Cair Bulan Depan

Dinkes Kota Banjar: Anggaran HIV/AIDS Cair Bulan Depan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, dr. Andi Bastian melalui Kabid P2P, dr. Agus Budiana, menanggapi soal anggaran penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS yang hingga bulan Mei ini belum juga cair sehingga menyebabkan sejumlah kegiatan terkendala.

Agus Budiana mengatakan, anggaran penanggulangan HIV/AIDS untuk KPA Kota Banjar saat ini sudah di-acc dan tinggal menunggu proses pencairan.

Anggaran untuk penanggulangan HIV AIDS tersebut tahun ini jumlahnya sebesar Rp 50 juta atau berkurang dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 150 juta karena refocusing anggaran penanganan Covid-19. 

“Sudah di-acc. Tinggal menunggu proses pencairan saja. Kemungkinan bulan depan,” kata Agus kepada HR Online, Senin (24/5/2021).

Terkait minimnya anggaran tersebut lanjutnya, hal itu sudah disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada saat ini. Kalaupun ada penambahan nanti diusulkan lagi di anggaran perubahan.

Baca Juga: Anggaran HIV/AIDS Kota Banjar Tak Kunjung Cair, Dua ODHA Meninggal

Agus menambahkan, sampai saat ini untuk kegiatan penanggulangan dan kesehatan HIV/AIDS seperti pemeriksaan tes HIV/AIDS bagi ibu hamil (bumil) di Puskesmas masih terus berjalan.

“Sejumlah kegiatan masih berjalan dan untuk minimnya anggaran penanggulangan itu kami menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujar Agus.

Sebelumnya, Pengelola Program KPA Kota Banjar, Syahid Burhani, mengatakan, tahun ini anggaran untuk penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS dipangkas sekitar 66 persen. Jika tahun sebelumnya anggaran HIV/AIDS sebesar Rp 150 juta, maka saat ini hanya Rp 50 juta. Hal ini karena terkena refocusing anggaran penanganan Covid-19.

Namun begitu, anggaran sebesar Rp 50 juta untuk penanggulangan penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut hingga saat ini belum juga cair. Hal tersebut yang menjadi kendala petugas di lapangan.

“Belum cair. Tahun ini jadinya cuma dapat anggaran sebesar Rp 50 juta,” kata Syahid Burhani. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor: Ndu)