Kamis, Oktober 6, 2022
BerandaBerita TerbaruFosil Pleurochayah Appalachius, Bukti Migrasi Reptil 100 Juta Tahun Lalu

Fosil Pleurochayah Appalachius, Bukti Migrasi Reptil 100 Juta Tahun Lalu

Fosil Pleurochayah appalachius merupakan spesies baru penyu purba. Penemuan telah menjelaskan tentang migrasi reptil. Kemudian penemuan ini sulit dilacak sekitar 100 juta tahun silam. Dalam makalah baru yang telah terbit di jurnal Scientific Reports oleh kelompok penelitian multi-institusi, penyu purba hidup di tepi pantai.

Para peneliti telah menemukan Pleurochayah Appalachius di Arlington Archosaur Site (AAS) Texas. Lalu mereka mengawetkan sisa-sisa fosil zaman kapur akhir kuno ini. Delta sungai di kawasan Dallas Fort Worth terkenal dengan penemuan fosil crocodyliforms serta dinosaurus Pleurochayah appalachius, termasuk sisilah penyu berleher samping yang telah punah. 

Baca Juga: Fosil Buaya 8 Juta Tahun Berbadan Raksasa Ditemukan di Australia

Spesies Baru Penyu Purba Berupa Fosil Pleurochayah Appalachius di Amerika Utara

Suatu klade yang beragam serta tersebar luas secara geografis menempati relung ekologi disebut Both Emydidae. Lalu kelompok ini berasal dari selatan benua Gondwana. Selanjutnya melakukan migrasi ke benua utara mulai dari kapur awal. 

Fosil Pleurochayah Appalachius merupakan salah satu contoh paling awal penyebaran antarbenua oleh kelompok. Selain itu menjadi penemuan tertua di Amerika Utara dan sedimen Laurasia. Kemudian nama spesiesnya berasal dari Appalachia anak benua Amerika bagian timur. 

Penyu purba mempunyai kombinasi menarik dari adaptasi morfologi dengan gaya hidup akuatik. Kemungkinan gaya hidup tersebut memfasilitasi migrasi jarak jauhnya. 

Penulis utama studi Brent Adrian, seorang spesialis penelitian senior di bidang anatomi di Midwestern University College of Graduate Studies. Dia bersama rekannya menamai spesies fosil Pleurochayah Appalachius.

Nama tersebut berasal dari bahasa Yunani Pleuro yang mempunyai arti sisi. Kemudian kata Caddo Chaiyah berarti penyu. Sementara appalachia berasal dari wilayah Amerika Utara sebagai tempat penemuan.

Spesies ini menjadi penyu berleher samping paling tua di Amerika Utara. Jika dilihat dari fosil, spesies ini menarik lehernya ke samping dalam cangkang saat terancam bahaya. Kemudian studi menunjukkan jika penyu bermigrasi ke Amerika Utara sekitar 96 sampai 100 juta tahun lalu di zaman Cenomanian.

Baca Juga: Penemuan Fosil Cephalopoda, Diperkirakan Berusia 522 Juta Tahun

Penyu Berleher Samping Tertua

Studi yang berjudul Tworemydid awal dari Arlington Archosaur Site of Texas melaporkan jika penyu purba telah diadaptasi untuk kehidupan pesisir. Penelitian tersebut telah terbit dalam jurnal Scientific Reports. 

Para ilmuwan menemukan fosil Pleurochayah appalachius di situs Allosaurus Arlington dan kelompok Woodbine di Texas. Kemudian para tim mempercayai jika penyu berleher samping ini merupakan Utah pada akhir era Cenomanian. Karena sebelumnya terkenal sebagai penyu berleher samping di Amerika Utara. 

Melansir sciencetimes.com, berdasarkan analisis lebih lanjut menunjukkan jika kelompok penyu purba ini termasuk dalam silsilah pleurodira atau Both Emydidae. Penemuan penyu berleher samping tertua merupakan salah satu contoh penyebaran antar benua spesies tersebut paling awal.

Anatomi Penyu Purba Side Necked

Tim telah melaporkan mengenai beberapa fitur pada penyu purba ini. Kemungkinan fosil Pleurochayah Appalachius telah beradaptasi dengan kehidupan laut. Kemudian kombinasi adaptasi morfologis dan gaya hidupnya akan membantu dalam migrasi ke Amerika Utara.

Terlihat pada fosil, binatang purba tersebut mempunyai tonjolan tulang yang kuat. Terdapat di ujung humerus yang merupakan bagian bahu. Hal tersebut memungkinkan mereka menjadi perenang yang tangguh.

Cara berenang mereka dengan mendayung di air sebagai lawan dari gerakan mengepakkan penyu laut modern. Kemudian dari cangkang fosil Pleurochayah Appalachius menunjukkan ekternal yang relatif tebal daripada korteks internal. Adaptasi tersebut telah ditemukan di seluruh rekaman fosil Amerika Utara pada kapur akhir.

Baca juga: Fosil Nenek Moyang Bintang Laut dari Maroko Berusia 480 Juta Tahun

Selain itu, pada permukaan luar sangat tebal dari tulang cangkangnya. Kemungkinan berfungsi sebagai pelindung bagi penyu di lingkungan laut. 

Lebih jauh lagi, pada tengkorak merupakan kombinasi sifat primitif dan turunan dari kedua spesies musuh. Berdasarkan analisis filogenetik telah menunjukkan jika penyu mempunyai karakteristik sama dengan sebagian besar clades Cearachelyini dan Kurmademydini basal. Hal itu juga menempatkan penyu tertua sebagai anggota basal dari kedua klade musuh.

Penemuan fosil Pleurochayah Appalachius memberikan bukti awal tentang penyu purba berleher samping di Amerika Utara. Selanjutnya memperluas pemahaman tentang migrasi pertama dari kedua makhluk hidup yang telah punah tersebut. Para ilmuwan menetapkan situs Arkeologi Arlington sebagai unit fosil vital, sehingga dapat mengungkap fauna endemik Appalachian. (R10/HR Online)