Senin, Oktober 18, 2021
BerandaBerita TerbaruGalaksi Spiral NGC 5037 Menakjubkan, Detail Luar Biasa Terlihat

Galaksi Spiral NGC 5037 Menakjubkan, Detail Luar Biasa Terlihat

Galaksi spiral NGC 5037 merupakan galaksi yang samar dan penemunya adalah astronom Inggris kelahiran Jerman William Herschel pada 31 Desember 1785. Kemudian galaksi ini juga dikenal sebagai IRAS 13123-1619 dan LEDA 46078.

Letak dari galaksi ini adalah 91 juta tahun cahaya di konstelasi Virgo. Namun, kemungkinan untuk dapat melihat struktur halus dari gas dan debu dalam galaksi ini harus mengamatinya secara rinci.

Detail Galaksi Spiral NGC 5037 Menakjubkan, Terlihat di Konstelasi Virgo

Galaksi merupakan sekumpulan dari bintang yang membentuk sebuah sistem. Terdiri dari satu hingga lebih benda angkasa berukuran sedang dan sekelilingnya adalah benda angkasa lain secara teratur. Kemudian sekumpulan bintang, gas, dan debu yang luas tersebut mempunyai gaya gravitasi seperti galaksi spiral NGC 5037.

Sebuah galaksi biasanya terdiri dari miliaran bintang dengan berbagai ukuran, ciri-ciri, dan warna yang beranekaragam. Galaksi mempunyai cahaya sendiri, bukan dari pantulan.

Baca Juga: Fakta ACO S 295, Gugus Besar Galaksi Hubble Spots

Sinar gamma ialah senjata paling utama yang terdapat di alam semesta. Pasalnya, sinar itu berasal dari lontaran pulsar ataupun bintang besar yang telah mati. Kemudian meledak dan memancarkan radiasi cahaya.

Mengutip sci-news.com, NGC 5037 merupakan anggota dari sekelompok kecil galaksi yang biasa disebut NGC 5044. Lalu galaksi tersebut juga menjadi salah satu dari Cluster Virgo, yakni kumpulan besar berkisar 2.000 galaksi.

Galaksi spiral NGC 5037 menampung inti galaksi aktif (AGN) yang banyak tertutup debu. Para tim astronom dari Jepang pada tahun 2017 mendeteksi emisi air maser menuju AGN. Mereka menggunakan teleskop Nobeyama 45 m.

Gambar terbaru NGC 5037 terdiri dari pengamatan Wide Field Camera 3 (WFC53) Hubble. Hal tersebut terletak di bagian dekat inframerah dan optik spektrum.

Penggunaan dua filter untuk mengambil contoh dengan berbagai panjang gelombang. Kemudian hasil dari penetapan rona berbeda ke setiap gambar monokromatik. Semuanya masih berkaitan dengan filter individu.

Baca Juga: Galaksi Tucana II, Galaksi Kuno dan Primitif dengan Materi Gelap Besar

Misi Hubble dan WFC3

Hubble merupakan teleskop luar angkasa yang paling serbaguna. Alat ini mempunyai peran penting dalam berbagai penelitian di luar angkasa. 

Hubble mempunyai cermin dengan ketinggian 2,4 meter dan empat instrumen utama untuk mengamati wilayah ultraungu, kasatmata, inframerah dekat, dan spektrum elektromagnetik.

Kemudian orbit Hubble di luar distorsi atmosfer bumi yang memungkinkan untuk menangkap gambar beresolusi sangat tinggi. Selain itu, gambar dengan cahaya latar jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan teleskop berbasis darat. 

Kelebihan lain dari Hubble adalah dapat merekam beberapa gambar cahaya secara rinci. Sehingga dapat memberikan pandangan dalam ke ruang angkasa. 

Pengamatan dari Hubble ini banyak membawa terobosan besar dalam astrofisika. Salah satunya adalah dapat menentukan tingkat perluasan wilayah alam semesta dan melihat galaksi spiral NGC 5037.

Badan antariksa Amerika Serikat NASA dengan kontribusi Badan Antariksa Eropa merupakan pembangun Teleskop Hubble. Kemudian pengendali wahana antariksa adalah Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard.

WFC3 terpasang di Hubble astronot pada tahun 2009. Hal tersebut dilakukan selama misi servis 4. Merupakan misi servis kelima dan terakhir dari Hubble. 

Misi pelayanan 4 yang dimaksud untuk memperpanjang hidup Hubble selama lima tahun lagi. Sehingga, 12 tahun kemudian baik Hubble maupun WFC3 tetap masih bisa menggunakannya secara aktif. Sehingga dapat melakukan pengamatan sesuai dengan misi.

Wide Field Camera 3 (WFC3)

WFC3 menunjukkan galaksi spiral NGC 5037 yang ada dalam konstelasi Virgo. Lalu penemuan ini pertama kali yang mendokumentasikannya adalah William Herschel. 

Letaknya 150 juta tahun cahaya dari bumi, akan tetapi struktur dari bumi masih terlihat halus. Kemungkinan WFC3 Hubble dapat mengumpulkan eksposur penggabungan untuk membuat gambar ini. 

WFC3 merupakan kamera serba guna karena dapat mengumpulkan sinar ultraviolet. Selain itu, juga bisa melihat cahaya dan inframerah.

Dengan demikian, dapat memberikan informasi lebih banyak tentang objek yang ia amati. WFC3 terpasang di Hubble oleh astronot dan dapat mengamati NGC 5037 yang agak redup di Virgo.

Galaksi spiral NGC 5037 merupakan bagian dari gugus galaksi Virgo. Galaksi ini samar-samar terlihat sebagai garis memanjang di teleskop 8. Di antara galaksi redup lainnya yang terlihat pada gambar adalah NGC 5035 magnitudo ke-13 (atas) dan PGC 46108 magnitudo ke-15 (kiri atas). (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img