Sabtu, November 27, 2021
BerandaBerita BisnisHarga Mata Uang Bitcoin Alami Naik Turun

Harga Mata Uang Bitcoin Alami Naik Turun

Berita Bisnis, (harapanrakyat.com),- Harga mata uang Bitcoin baru-baru ini mengalami pergerakan naik turun tak pasti. Setelah jeblok pada pekan lalu, harganya kian merosot. Mengutip dari Coingecko, harga mata uang Bitcoin pertama kalinya anjlok parah.

Bahkan harganya berada di bawah 40.000 dollar AS untuk satu keping. Bahkan ini merupakan kejadian pertama kalinya sejak bulan Februari silam.

Dua hari lalu, harga dari Bitcoin berada di sekitar 39.232 dollar AS untuk satu BTC. Angka tersebut berkisar 558,33 juta rupiah pada kurs Rp. 14.200.

Hal ini tentunya jauh berbeda pada bulan lalu. Pasalnya pada tanggal 14 April lalu harganya menyentuh 64.804 dollar AS untuk satu keping.

Sehingga kisaran penurunan Bitcoin mencapai 40 persen. Harga mata uang Bitcoin inin merosot sampai 12 persen banyaknya daripada waktu perdagangan serupa di hari sebelumnya.

Kisaran angka penurunan pun mencapai 30,9 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir. Sedangkan untuk sebulan terakhir sudah turun sebesar 30,1 persen.

Pengertian dan Harga Mata Uang Bitcoin

Berbicara mengenai harga mata uang Bitcoin, masih belum banyak orang yang paham mengenai hal tersebut.

Mungkin nama Bitcoin sering terdengar di telinga masyarakat. Terbukti dari banyak orang yang antusias melakukan transaksi bahkan berinvestasi pada salah satu opsi pada cryptocurrency.

Keuntungannya pun cukup menggiurkan. Pasalnya valuasinya terus meningkat dari waktu ke waktu dalam besaran yang luar biasa.

Di Indonesia pun sudah ramai basis penggunanya. Beberapa perusahaan pun sudah berdiri untuk menjadi platform transaksi bitcoin.

Bitcoin kerap menjadi sebuah instrument investasi baru yang cukup potensial. Bahkan potensinya cukup memaksimalkan keuntungan para pengguna.

Pengertian dari Bitcoin berupa sebuah mata uang baru atau dana elektronik yang tercipta tahun 2009 silam.

Pembuatnya adalah seseorang dengan nama samara Satoshi Nakamoto. Penggunaan utama bitcoin berupa transaksi pada internet. Kemudian transaksinya pun tidak menggunakan perantara atau taka da peranan bank.

Cara kerjanya sama seperti pada KoinP2P asal KoinWorks. Pasalnya bitcoin menggunakan sebuah sistem bernama peer to peer atau P2P.

Kendati demikian, sistem pada Bitcoin bekerja tanpa adanya bentuk penyimpanan ataupun administrator yang sifatnya tunggal.

Bahkan Departemen Keuangan di Amerika Serikat menyebut bitcoin berupa sebuah mata uang yang sudah terdesentralisasi.                                                                                                                                                         

Penyebab Bitcoin Turun Drastis

Hari Rabu, 19 Mei lalu harga mata uang Bitcoin terjun bebas. Di hari tersebut harga bitcoin serta etheteum mencatatkan penurunan jenis harian paling besar sejak Maret tahun 2020. Data menunjukkan, akibat dari penurunan tersebut membuat kerugian.

Kerugian ini merujuk pada kapitalisasi pasar untuk semua sektor cryptocurrency. Angka kerugian ini mencapai US 1 triliun dollar.

Harga mata uang bitcoin terjun menjadi 30.066 dollar. Termasuk angka paling rendah sejak akhir Januari lalu. Angka terakhirnya turun sekitar 22 persen ke angka 33.502 dillar.

Penurunan yang cukup tajam beberapa mata uang kripto ini terjadi karena terdapat penyebab. Pasalnya China melakukan pelarangan terhadap lembaga keuangan layanan cryptocurrency. Tak hanya itu, China juga melarang semua lembaga keuangan serta pembayaran menggunakan cryptocurrency.

Pemerintah China pun juga memberikan peringatan terhadap investor. Isi peringatan tersebut adalah bahayanya perdagangan kripto yang bersifat spekulatif. Melansir dari media China, peraturan terbaru ini merupakan upaya terkini China guna melakukan penekanan pasar perdagangan digital.

Pasalnya perdagangan digital tersebut kini tengah mengalami perkembangan. Di bawah pelarangan ini, semua lembaga terkait termasuk bank tidak bisa menawarkan nasabah mengenai layanan ktipto. Hal ini mulai dari pendaftaran, perdagangan, kliring sampai penyelesaian transaksi.

Kicauan Elon Musk Angkat Harga Bitcoin

Kamis di tanggal 20 Mei kemarin, harga mata uang Bitcoin rupanya mengalami peningkatan. Bahkan peningkatan tersebut berhasil menembus angka 40.000 US dollar. Peningkatan ini termasuk ke bentuk signifikan setelah sebelumnya terjun pada posisi 30.000 US dollar.

Rupanya tweet dari Elon Musk turut bepengaruh pada pemulihan asset salah satu kripto ini. Dalam kicauan Musk di hari Rabu lalu berisi emoji berlian juga tangan. Penggunaan emot tersebut untuk memberi sinyal. Berupa suatu posisi layak orang pertahankan.

Kemudian satu jam setelah tweet tersebut, Musk berkicau kembali. Isi kicauan kali ini adalah Kredit untuk master koin kami. Mike Venuto, selaku pendiri dan CIO mengelola asset sebesar 7 miliar dollar mengungkapkan bahwa kicauannya membantu pemulihan.

Namun ia masih meragukan apakah bisa pulih dengan baik bahkan tak bisa. Kemudian di hari Kamis tepatnya jam 17.51 harga mata uang Bitcoin naik menjadi 3,55 persen dari posisi sebelumnya. Sehingga di jam tersebut angkanya berada di 40.340,25 US dollar.

Gavin Smith selaku CEO Panxora mengungkapkan bahwa penurunan harga dari Bitcoin seharusnya tidak lagi mengejutkan pasar digital. Lalu dukungan pun juga darang dari CEO Ark Investment Management persusahaan Cathie Wood.

Ia mengungkapkan bahwa harga mata uang Bitcoin bisa menyentuh 500.000 US dollar lagi. Meskipun di hari Rabu sebelumnya, asset kripto tersebut jatuh ke angka 30.000 US Dollar.

Kabar Buruk Terkini Pengguna Bitcoin

Selain harga mata uang bitcoin yang kini lebih sering turun, masih ada lagi kabar buruk untuk para penggunanya. Kabar buruk tersebut berupa kementerian keuangan As mengumumkan akan mengambil langkah. Adapun pengambilan langkah ini guna menindak pasar juga transaksi dari Bitcoin CS.

Dalam perlisannya, Janet Yellen selaku Kemkeu mengatakan tiap transfer dengan asset kripto minimal 10.000 US dollar akan dilaporkan pada IRS. Adapun IRS adalah Internal Revenue Service.

Pengertiannya yaitu lembaga dari pemerintah federal AS. Tugasnya adalah mengumpulkan pengenaan pajak serta menetapkan hukum terhadap pendapatan di dalam negeri. Pasalnya kripto sudah menimbulkan permasalahan.

Masalah ini cukup signifikan dan menjadi fasilitas illegal dalam cakupan luas. Bahkan transaksinya juga termasuk pada penggelapan pajak. Hal inilah menjadi alasan presiden yakni Joe Biden menyertakan proposal mengenai asset kripto ini.

Proposal tersebut berupa penambahan bidang sumber daya pada IRS. Sehingga bisa mengatasi pertumbuhan pada asset kripto yang ada. Sedangkan pengumuman tersebut datang menjadi bentuk upaya administrasi Presiden As.

Sehingga Joe Biden akan menindak lanjuti penggelapan pajak. Tak hanya itu, pengumuman juga berguna untuk mempromosikan kepatuhan orang pada sektor mata uang digital. Sebelumnya ia sudah melakukan pengajuan sebagai bentuk dukungan. Adapun dukungan tersebut berbentuk pendanaan serta teknologi untuk IRS>

Biden pun akan menjatuhkan hukuman bagi para pengemplang pajak. Berdasarkan perkitaan KemKeu AS, perbedaan pada pajak yang terutang dan nominal sebenarnya bahkan mencapai 600 miliar di tahun 2019 silam.

Peningkatan bidang regulasi ini pun kemungkinan besar akan mengecewakan sejumlah investor mata uang digital kripto ini. Terlebih, harga mata uang Bitcoin sudah merosot sampai 25% banyaknya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Kisaran harga mata Bitcoin memang selalu mengalami perubahan. Jika anda tengah berinvestasi pada asset ini ada baiknya mengetahui semua resiko yang ada. Sehingga bisa mempersiapkan tindakan saat terjadi hal tersebut.

- Advertisment -

Berita Terbaru