Penderita ODGJ di Ciamis 15 Tahun Belum Pernah Dirujuk ke RS

Penderita ODGJ di Ciamis Belum Pernah Dirujuk ke RS
Bohim (38), warga Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, penderita ODGJ yang selama 15 tahun belum pernah dirujuk ke RS. Selain itu, ia tinggal di rumah yang tidak layak huni. Foto : Feri Ramdani/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bohim (38), warga Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang merupakan penderita orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) ini, membutuhkan uluran tangan dari dermawan maupun pemerintah. 

Pasalnya, selama 15 tahun menderita penyakit ODGJ, Bohim belum pernah dirujuk ke rumah sakit (RS). Selain itu, Bohim yang termasuk warga miskin juga tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. 

Penderita ODGJ asal Ciamis ini yang saat ini tinggal bersama kakak kandungnya, Juwanto ini kondisinya sangat memprihatinkan. Seluruh badannya lumpuh tidak bisa bergerak sama sekali. Bahkan, untuk makan dan mandi harus dibantu oleh kakaknya. 

Salah satu Pemuda Desa Cileungsir, Dadan mengatakan, Bohim merupakan warga miskin yang menderita penyakit ODGJ kurang lebih selama 15 tahun. 

Bohim tidak memiliki istri, jadi saat ini tinggal di rumah kakaknya, yang kondisi perekonomiannya juga susah. 

“Meski Bohim memiliki kartu BPJS Kesehatan, namun itu juga hanya sampai Puskesmas saja untuk berobatnya,” kata Dadan kepada HR Online, Senin (31/5/2021). 

Dadan yang merupakan Ikatan Pemuda Sukamaju Jaya (IPSJ) mengaku, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Agar dapat membantu atau memfasilitasi dalam segi kesehatan untuk Bohim yang saat ini menderita ODGJ, namun tidak ada respon. 

Alhasil, Bohim hanya diobati seadanya saja dari Puskesmas setempat. Padahal, kondisinya sangat memprihatinkan sekali dan harus segera mendapat penanganan.

“Kalau bantuan itu ada paling hanya BLT saja. Sedangkan untuk kesehatannya belum ada. Jadi hanya meminum obat seadanya dari puskesmas,” ucapnya.

Menurutnya, Bohim juga memiliki rumah, namun sudah tidak layak huni dan hampir ambruk. Maka dari itu, para pemuda dan masyarakat setempat memindahkan Bohim untuk tinggal di rumah kakaknya. 

“Karena takut ambruk, masyarakat berinisiatif untuk melakukan rehab rumahnya dengan swadaya. Tapi baru 50 persen, karena terkendala dana,” tuturnya.

Penderita ODGJ di Ciamis Kondisinya Memprihatinkan

Sementara itu, Pembina Relawan Kemanusiaan Ciamis (RKC), Toni Ikhlas mengatakan, pihaknya telah melihat langsung kondisi Bohim di Desa Cileungsir, Kabupaten Ciamis yang begitu memprihatinkan. 

Namun, lanjutnya, RKC sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena mempunyai keterbatasan. Namun demikian, pihaknya mendorong kepada pemerintah desa setempat, agar dapat pro aktif membantu masyarakat miskin dan penderita ODGJ seperti Bohim.

“Bohim itu berobatnya hanya sampai puskesmas saja. Belum pernah mendapat rujukan ke rumah sakit. Padahal, kondisinya saat ini memprihatinkan sekali,” katanya, Senin (31/5/2021).

Lebih lanjut Toni menambahkan, meski menderita ODGJ, namun Bohim masih nyambung jika diajak berbicara, meskipun badannya tidak dapat digerakan. Jadi, pihaknya yakin jika Bohim dapat sembuh jika mendapat penanganan dengan benar. 

RKC sendiri akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Ciamis dan juga Dinas Kesehatan. Supaya, Bohim mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak dan memadai. 

“Mudah-mudahan saja pemerintah desa maupun kabupaten dapat membantu kesehatannya Bohim, supaya kembali sembuh,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto