Penundaan Waktu Tidur Tanpa Disadari, Ini Dampaknya!

Penundaan waktu tidur
Menunda-nunda tidur berdampak bagi kesehatan. Foto: Ist/Net

Penundaan waktu tidur adalah kondisi seseorang sengaja menunda waktu untuk beristirahat, meski tubuhnya sudah lelah atau mengantuk. Hal-hal yang membuat orang menunda waktu untuk tidur pun cenderung bersifat tidak mendesak. Contohnya seperti browsing sosial media, nonton drama Korea, atau window shopping di situs belanja.

Fenomena ini juga disebut Revenge Bedtime Procrastination. Kata revenge atau balas dendam mengarah pada perilaku pelarian atau pembalasan karena sepanjang hari kamu sibuk bekerja. Kamu juga tidak memiliki waktu bebas untuk dinikmati, sehingga merasa bahwa waktumu telah hilang dicuri.

Baca Juga: Ciri Korban Hubungan Toxic yang Jarang Kamu Sadari

Dampak Penundaan Waktu Tidur

Meskipun tahu akan kelelahan esok hari, orang yang melakukan bedtime procrastination lebih memilih kurang tidur demi hal-hal menyenangkan baginya. Tak sedikit orang rela mengorbankan waktu tidur hanya untuk menonton video, browsing, atau chatting. 

Menurut studi Jurnal Internasional Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat tahun 2020, penundaan waktu tidur sering dilakukan tanpa alasan jelas. Remaja menjadi golongan usia yang paling sering menunda waktu untuk tidur.

Kekurangan waktu tidur dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan fisik dan mental. Kurangnya waktu tidur mengurangi kemampuan fokus, memperburuk suasana hati, hingga berpengaruh pada jantung dan berat badan. 

Baca Juga: Mitos Seputar Perut Rata yang Tak Perlu Dipercaya, Ini Penjelasannya

Psikolog dari Makin Wellness juga berpendapat bahwa sulit mengambil keputusan adalah dampak dari penundaan waktu tidur. Tak heran jika perilaku ini menyebabkan orang cenderung mudah bingung saat menghadapi tantangan di keesokan harinya.

Tips Agar Mendapat Tidur Berkualitas

Untuk menghindari masalah kesehatan, kamu sebaiknya segera menghentikan kebiasaan menunda-nunda waktu untuk tidur. Mendapatkan tidur berkualitas akan membantumu menerapkan pola hidup yang sehat.

Mengurangi Penggunaan Gadget

Terapis Karl Rollison menyarankan untuk tidak menatap layar satu jam sebelum tidur. Alasannya, penggunaan gadget dapat mengganggu otak untuk rileks. Karena dipaksa untuk mencerna informasi, orang jadi lupa tidur dan menunda-nunda tidur.

Mematikan Lampu Kamar

Pencahayaan di ruang tidur juga perlu kita atur seminim mungkin. Jumlah cahaya minim atau ruangan yang gelap akan membuat tubuh mudah terlelap. Kamu juga bisa menggunakan penutup mata sebelum tidur.

Mandi Air Hangat

Selain menghindari gadget dan mengurangi pencahayaan ruangan, kamu juga bisa mandi air hangat. Kegiatan mandi air hangat dapat mengurangi stres dan kamu dapat menghindari penundaan waktu tidur. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa mandi air hangat 1-2 jam sebelum tidur dapat membuat tubuh lebih rileks.

Agar tidak bangun kesiangan, segera hentikan kebiasaan menunda waktu untuk tidur. Mendapatkan waktu tidur cukup merupakan tindakan self-love atau mencintai diri sendiri. Setiap orang berkewajiban untuk bisa mengurus dirinya sendiri baik secara fisik dan mental. (R7/HR-Online)

Editor: Ndu