Jual Kacang Asin, Penyandang Disabilitas di Pangandaran Dipalak dan Dipukuli Preman

Penyandang Disabilitas di Pangandaran Dipalak dan Dipukuli Preman
Seorang penyandang disabilitas Irvan Kurniawan (21) yang kerap berjualan di depan minimarket di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, sempat dipalak dan dipukuli preman. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat,com),- Seorang penyandang disabilitas bernama Irvan Kurniawan (21) tetap semangat berjualan kacang asin di depan salah satu minimarket di wilayah Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Meski dengan keterbatasan fisik, setiap hari ia berjualan dari pagi sampai malam demi membantu perekonomian keluarga.

Kepada HR Online Irvan mengaku sempat dilarang oleh orang tuanya untuk berdagang.

“Namun saya tetap ingin berdagang, tidak mau bergantung sama orang tua,” ujar Irvan Selasa (18/5/2021).

Irvan mengatakan, setiap hari pulang ke rumah tidak menentu. Kadang sore atau bahkan sampai tengah malam.

“Tergantung penjualan, kalau sudah habis, sore juga pulang, tapi kalau masih banyak ya terpaksa sampai malam,” katanya.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2021, Pemkab Pangandaran Bakal Rekrut 1.217 Pegawai

Irvan pun menceritakan kisah sedihnya sebagai seorang pedagang penyandang disabilitas.

Suatu malam, ia didatangi preman yang sedang mabuk dan meminta uang kepadanya.

Namun Ivan menolak untuk tidak memberikan uang lantaran hasil penjualan kacang asinnya sedikit.

Si preman itu lalu memukulinya hingga memar. Ia mengaku tidak kenal dengan preman tersebut.

“Saya tidak kasih uang karena pendapatan baru sedikit, saya juga tidak habis pikir kenapa ada orang tega seperti itu, beraninya sama penyandang disabilitas,” jelas Irvan.

Ia mengungkapkan, sudah berjualan kacang asin sejak tahun 2017 silam.

Dalam sehari ia mendapatkan uang tidak menentu, kadang Rp 50 ribu, Rp 75 ribu atau bisa sampai Rp 100 ribu kalau ramai.

“Alhamdulillah, meski saya seorang penyandang disabilitas, namun saya tidak merepotkan keluarga,” pungkasnya. (Entang/R8/HR Online)

Editor: Jujang