Perawatan Mobil Matic vs Manual yang Perlu Kalian Ketahui

Perawatan Mobil Matic vs Manual yang Perlu Kalian Ketahui.
Ilustrasi Perawatan Mobil Matic vs Manual. Foto: Ist/Net

Perawatan mobil matic vs manual mempunyai persamaan, yaitu sama-sama wajib mengganti oli secara rutin. Secara umum mobil bertransmisi manual memiliki biaya perawatan yang lebih murah bila anda bandingkan dengan mobil bertransmisi matic. Hal ini juga berlaku untuk penyediaan suku cadang yang lebih murah untuk mobil bertransmisi manual.

Biaya perawatan mobil matic memang cenderung lebih mahal, pasalnya komponen yang menyusun transmisi matic biasanya lebih rumit.

Mobil matic juga terdiri dari ratusan komponen elektrik hingga hidrolik yang akan membantu agar bisa lebih halus saat pergantian gigi. Sebaliknya, komponen mobil manual mekaniknya mengandalkan si pengemudi, misalnya pergantian gigi.

Baca Juga : Penyebab Rem Depan Mobil Macet, Akibat Tidak Adanya Perawatan Rutin

Untuk mobil matic, bila ada sedikit kebocoran kemungkinan harus mengganti keseluruhan komponen pada mobil. Bahkan montir pada bengkel-bengkel servis juga menyarankan hal seperti itu. Karena untuk menemukan kerusakan teknisi harus membongkar keseluruhan transmisi. Jika anda hitung, biayanya hampir mirip dengan dengan mengganti transmisi baru.

Perawatan Mobil Matic vs Manual, Kalian Harus Tahu Perbedaannya

Mengendarai mobil matic memang lebih mudah daripada mobil manual, karena pada mobil matic anda tidak perlu repot-repot mengganti perseneling. Sistem matic bakal menerapkannya secara otomatis sehingga akan lebih menghemat energi pengendara. Akan tetapi mobil matic menuntut biaya perawatan yang lebih mahal dari pada mobil manual.

Sementara akselerasi pada mobil manual lebih baik daripada mobil matic karena anda bisa mengatur sendiri laju kecepatan dan perseneling. Dengan kata lain mobil manual biaya perawatannya tidak terlalu mahal dan lebih responsif dalam soal kecepatan.

Baca Juga : Mobil Pintu Geser, Gunakan Perawatan yang Tepat Secara Rutin

Selain itu juga mempunyai engine brake sehingga ketika menyetir di jalanan curam bisa memanfaatkan rem sekaligus terbantu oleh engine break.

Selain gaya penyetiran, anda perlu menyesuaikan medan tempuh untuk kedua mobil ini. Mobil offroad lebih pas menggunakan persneling dan kopling, namun untuk pengendara yang santai lebih cocok menggunakan mobil matic.

Lalu bagaimana perawatan mobil matic vs manual apabila kedua mobil ini mengalami kerusakan? Berikut penjelasannya:

Pindahkan ke Posisi N Saat Berhenti

Pada mobil matic, saat berhenti di lampu merah atau macet cukup lama, sebaiknya tuas transmisi berada di posisi netral (N). Karena apabila tuas transmisi berada di posisi drive (D) akan memicu kanvas kopling mobil bergesekan. Hindari memindahkan tuas transmisi ke posisi parking (P), hal ini akan memakan gesekan yang banyak saat ke posisi D.

Mengganti Oli

Pada sistem perawatan mobil matic vs manual mempunyai kesamaan, yaitu harus sering mengganti oli. Hal ini karena oli bisa melindungi kondisi mesin agar performa selalu maksimal.

Setiap mobil mempunyai ketentuan penggantian oli yang berbeda-beda, pada mobil matic, setidaknya lakukan penggantian oli sekitar 25.000 hingga 50.000 km. Namun untuk mobil manual rata-rata penggantian bis anda lakukan saat mencapai 3.000 hingga 5.000 km.

Penggunaan Tuas Transmisi

Pada mobil manual, kebiasaan pengendara yang sering salah adalah memasukkan tuas gigi pada saat parkir. Perlu anda ketahui hal ini ternyata tidak aman bahkan bisa merusak komponen transmisi.

Selain itu jika aki soak atau mobil mogok jangan terbiasa mendorongnya tapi gunakan kabel jumper untuk menghidupkan. Kebiasaan menghidupkan mobil dengan mendorong dapat merusak komponen mobil.

Perawatan mobil matic vs manual tentulah berbeda. Pada mobil matic, merawat transmisi bisa anda lakukan dengan menempatkan tuas transmisi posisi D ataupun R lalu melepas rem mobil.

Ketika terdengar suara aneh saat melakukan perpindahan transmisi maka tandanya ada masalah. Jika mobil mulai bergerak, usahakan jangan dengan langsung injak pedal gas. Hal ini berpotensi untuk mengganggu kualitas dari katup solenoid.

Rajin Setel Kopling

Setel kopling efektif untuk membuat transmisi manual tetap awet. Sehingga memberi jarak pada pedal kopling sangat perlu agar tidak terlalu tinggi dan menyebabkan perpindahan gigi menjadi kasar. Namun jika terlalu rendah akan mudah terjadi hentakan.

Untuk itu sesuaikan pedal kopling dengan kebutuhan agar berkendara tetap nyaman. Itulah deretan cara perawatan mobil matic vs manual yang perlu anda ketahui. Memang nampak sekali perbedaannya, terlebih dari segi biaya. Karena setiap mobil mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun yang pasti mobil dengan transmisi apapun memang wajib melakukan perawatan agar performa mesin selalu terjaga. (R10/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto