Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita BanjarSepanjang Tahun 2021 Damkar Kota Banjar Berhasil Lakukan 60 Kali OTT

Sepanjang Tahun 2021 Damkar Kota Banjar Berhasil Lakukan 60 Kali OTT

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Tim Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Jawa Barat, berhasil melakukan OTT sebanyak 60 kali. OTT yang dimaksud bukanlah operasi tangkap tangan layaknya KPK, tapi operasi tangkap tawon.

Operasi pemberantasan sarang tawon atau OTT sebanyak 60 kali tersebut berdasarkan data penangkapan Damkar Kota Banjar sejak bulan Januari 2021 hingga tanggal 28 Mei ini.

Kepala UPTD Damkar Kota Banjar, Aam Amijaya mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim petugas di sejumlah lokasi pemberantasan sarang tawon Vespa.

Operasi pemberantasan sarang tawon tersebut bagian dari aksi kemanusiaan tim Petugas Damkar BPBD Kota Banjar. Selain kegiatan operasi penanganan kebencanaan karena faktor alam termasuk ketika terjadi insiden kebakaran.

“Dari data yang ada sampai bulan Mei tahun ini kami sudah 60 kali melakukan operasi pemberantasan sarang tawon. Malam ini juga kami ada operasi penangkapan,” kata Aam kepada HR Online, Jumat (28/5/2021).

Lanjut Aam menyebutkan, sejumlah hasil operasi sarang tawon tersebut hampir kebanyakan berawal dari laporan warga masyarakat. Warga meminta bantuan karena merasa resah dengan keberadaan sarang tawon Vespa.

Belum lagi sarang tawon Vespa yang bersarang di bagian atap rumah warga, serta sejumlah fasilitas publik. Termasuk juga di tempat pendidikan seperti sekolah serta di pepohonan yang biasa dilintasi oleh warga.

“Sejauh ini paling banyak itu pemberantasan sarang tawon yang bersarang di rumah warga. Itu yang paling meresahkan,” ujar Aam.

Namun begitu, kata Aam, sampai saat ini keberadaan tawon Vespa yang bersarang di rumah warga tersebut tidak sampai menimbulkan serangan yang berbahaya.

“Dari beberapa kasus kejadian sempat ada warga yang tersengat dan itupun sembuh setelah berobat. Jadi tidak sampai menyebabkan serangan berbahaya yang mengakibatkan korban jiwa,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu