Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita PangandaranSimulasi Gempa 10 SR di Pangandaran, Wisatawan Berhamburan

Simulasi Gempa 10 SR di Pangandaran, Wisatawan Berhamburan

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Guncangan gempa berkekuatan 10 Skala Richter (SR) membuat panik wisatawan yang sedang berlibur di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Para wisatawan pun berhamburan menjauhi pantai lantaran khawatir terjadi tsunami. Mereka berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Terlihat para wisatawan membawa serta anak berlari menuju ke selter gudang evakuasi yang berada di pasar wisata Pangandaran.

Kejadian tersebut merupakan simulasi gempa dan tsunami yang digelar BPBD Pangandaran bersama instansi terkait lainnya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran rutin melaksanakan simulasi siaga bencana dan tsunami setiap tanggal 24 Mei.

“Tujuan simulasi ini juga untuk mengecek kesiapsiagaan seluruh stakeholder yang ada di BPBD Pangandaran,” ujar Jeje, Rabu (26/5/2021).

Melalui simulasi tersebut, penanggulangan bencana serta langkah penyelamatan dan koordinasi dengan tim bisa terasah dengan baik. 

“Di Kabupaten Pangandaran sarana dan prasarana penanggulangan bencana sudah ada dan dipasang di beberapa titik lokasi. Ini untuk memberitahukan kepada warga ataupun yang lainnya jika terjadi bencana,” katanya.

Pemkab Pangandaran juga akan mengecek alat pendeteksi tsunami apakah berjalan atau tidak. “Kalau tidak berfungsi kedepannya kita akan perbaiki,” sambungnya.

Skenario Simulasi Gempa 10 SR di Pangandaran

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani menyampaikan setiap tanggal 26 Mei, pihaknya menguji warning system dengan melaksanakan simulasi gempa dan tsunami.

“Ini dilakukan karena kita tahu bahwa Pangandaran itu urutan kelima di Jawa barat yang rawan bencana. Sehingga kita dan semua masyarakat bisa siap siaga dalam menghadapi bencana,” katanya.

Selain itu, lanjut Dani, di tingkat desa juga sudah dibentuk FKDM, sementara dari SAR juga sudah dicanangkan Desa Siaga Bencana.

“Kami harapkan semua masyarakat sudah terbiasa, ketika ada bencana minimal setiap warga bisa mengevakuasi dirinya sendiri,” katanya.

Menurut Dani simulasi gempa dan tsunami tersebut dilakukan di empat titik, yaitu satu titik di Pantai Timur dan tiga titik di Pantai Barat Pangandaran.

“Dalam simulasi hari ini skenarionya terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7 sampai 10 SR yang berpotensi tsunami,” jelasnya.  

Dalam lima menit pasca terjadi guncangan gempa, BPBD Pangandaran koordinasi dengan BNPB, apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak.

“Apabila berpotensi tsunami maka kami akan umumkan kepada masyarakat, nantinya warga termasuk wisatawan harus mengevakuasi dirinya segera, atau dalam waktu 15 menit,” tandasnya. (Entang/R7/HR-Online)

Editor: Ndu