Spesies Dinosaurus Tlatolophus Galorum di Meksiko Sangat Komunikatif

Spesies Dinosaurus Tlatolophus Galorum Ditemukan di Meksiko Sangat Komunikatif
Ilustrasi Spesies Dinosaurus Tlatolophus Galorum. Foto: Ist/Net

Spesies dinosaurus Tlatolophus galorum merupakan spesies baru yang telah teridentifikasi oleh para ahli paleontologi di Meksiko. Kemudian seorang peneliti juga menjelaskan jika binatang tersebut sangat komunikatif menggunakan suara frekuensi rendah. Misalnya saja seperti gajah untuk berbicara antara satu dengan yang lainnya. 

Spesimen dengan nama Tlatolophus galorum menurut perkiraan telah mati sejak 72 juta tahun yang lalu. Tempat tersebut merupakan negara bagian utara Meksiko, Coahuila. 

Baca Juga: Fosil Dinosaurus Ninjatitan Zapatai Raksasa Ditemukan di Argentina

Identifikasi Spesies Dinosaurus Tlatolophus Galorum

Melansir phys.org, mulanya penemuan pada bagian ekor dinosaurus. Kemudian para ahli paleontologi mengatakan jika selanjutnya menemukan sebagian besar tengkoraknya. Pada puncak rongga bertulang sekitar 1,32 meter dan dapat digunakan sebagai alat komunikasi.

Kemudian para peneliti juga menemukan tulang paha, tulang bahu, dan elemen lainnya. Ukuran panjang sekitar 8 hingga 12 meter. Karena ekornya saja mencapai 6 meter.

Belakangan ini para peneliti juga telah mengumpulkan, membersihkan, dan menganalisis fragmen tulang lain dari bagian depan spesies dinosaurus Tlatolophus galorum. Puncak dinosaurus berupa rahang bawah dan atas, langit-langit, serta bagian neurokranium atau tempat otak berada.

Para peneliti mempercayai jika dinosaurus tersebut sangat komunikatif. Bahkan dinosaurus menghasilkan dan merasakan suara frekuensi rendah seperti pada binatang gajah. Kemudian menempuh jarak beberapa kilometer dan tidak terlihat oleh manusia. 

Dinosaurus ini menurut perkiraan penuh damai, hanya saja banyak bicara. Pasalnya, kemampuan tersebut berguna untuk menakut-nakuti pemangsa.

Hal tersebut menurut pendapat dari para peneliti di Institut Antropologi dan Sejarah Nasional (INAH) serta Universitas Otonomi Nasional Meksiko (UNAM).

Sekitar hampir 72 atau 73 juta tahun yang lalu, dinosaurus herbivora besar mati. Lalu tempat mati dinosaurus itu merupakan badan air yang penuh sedimen. Sehingga tubuh dari spesies dinosaurus Tlatolophus galorum cepat tertutup oleh bumi dan bisa dilestarikan selama berabad-abad.

Baca Juga: Penemuan Fosil Dinosaurus di Argentina Berusia Ratusan Tahun

Tlatolophus Galorum Mempunyai Tulang Seperti Jambul

Selama jutaan tahun lebih, dinosaurus telah mendominasi hutan dan dataran konifer di Meksiko kuno. Kemudian binatang tersebut juga berada di titik nol selama bencana lama yang menghancurkan bumi pada akhir pemerintahan 165 juta tahun mereka. 

Meksiko banyak mengungkap berbagai macam binatang purba, termasuk spesies dinosaurus Tlatolophus galorum. Lalu sisa-sisa fosil telah ditemukan di beberapa negara bagian Meksiko.

Para ilmuwan dari Meksiko mengira lambang dinosaurus ini mungkin berwarna merah. Kemudian mereka meyakini jika binatang tersebut seperti burung modern. Warna dan struktur puncaknya kemungkinan berwarna cerah. 

Kemungkinan besar spesies dinosaurus Tlatolophus galorum benar-benar mempunyai warna merah atau multi warna dengan bintik-bintik. Pasalnya, penemuan ini masih dalam tahap penyelidikan. Namun hasil penelitian reptil purba ini telah terpublikasikan dalam jurnal ilmiah Cretaceous Research.

Spesies terbaru ini merupakan dinosaurus berjambul. Sehingga para ahli paleontologi mengatakan jika bentuk lambang hampir mirip dengan simbol orang Mesoamerika dalam manuskrip kuno. Kemudian simbol tersebut mewakili tindakan komunikasi dan pengetahuan.

Peristiwa Menguntungkan

Penemuan spesies baru ini merupakan salah satu kasus yang luar biasa dalam paleontologi Meksiko. Kemudian menjadi peristiwa yang menguntungkan dalam jutaan tahun lalu. Karena Coahuila merupakan wilayah tropis yang perlu dilestarikan kondisinya mulai dari saat penemuan. 

Pemberian nama spesies dinosaurus Tlatolophus galorum berasal dari tlahtolli. Lalu mempunyai arti dalam bahasa asli Nahuatl dan lophus, berarti puncak dalam bahasa Yunani.

Sedangkan galorum merupakan referensi para peneliti yang terlibat dalam penyelidikan. Kemudian para ilmuwan mengatakan jika reptil purba tersebut memiliki telinga. Sehingga dapat mendengar suara frekuensi rendah. Dapat dipastikan jika dinosaurus damai, akan tetapi banyak bicara. 

Ahli paleontologi juga percaya jika dinosaurus tersebut mengeluarkan suara keras selain untuk menakuti mangsa juga bertujuan reproduksi. 

Gambaran umum mengenai penemuan dinosaurus di Meksiko ini mensintesis informasi terbaru, yakni tentang geografi dan lingkungan wilayah tersebut selama Mesozoikum. Selanjutnya merupakan batas barat benua kuno Pangaea. 

Dengan demikian, jalur lintasan dan jejak fosil lainnya telah terhipotesiskan sebagai lokasi tumbukan boloida yang membunuh hewan purba.

Kemudian dinosaurus dan reptil lain dari Mesozoikum menjadi volume informatif tentang wilayah yang belum dapat terungkap secara komprehensif sampai saat ini.

Penemuan spesies dinosaurus Tlatolophus galorum ini menjadi peristiwa menarik bagi para peneliti untuk melakukan penyelidikan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang