Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita TerbaruSuara Misterius di Venus Terdeteksi oleh Parker Solar Probe NASA

Suara Misterius di Venus Terdeteksi oleh Parker Solar Probe NASA

Suara misterius di Venus telah terdeteksi pesawat ruang angkasa yang terbang melewati atmosfer bagian atas planet tersebut. Parker Solar Probe punya NASA telah mendeteksi sinyal radio alami.

Hal ini merupakan pengukuran langsung atmosfer Venus pertama dalam kurun 30 tahun. Perbedaan sangat terlihat jelas dari planet Venus sebelumnya.

Melansir scitechdaily.com, terdapat sebuah penelitian yang telah terbit mengenai konfirmasi jika atmosfer di Venus mengalami perubahan selama siklus aktivitas 11 tahun matahari. Hal ini dapat digunakan untuk mencari tahu bagaimana dan mengapa planet tersebut berbeda dengan Bumi.

Baca Juga: Bangunan Misterius di Antartika Tuai Kehebohan, Ahli Sains Buka Suara

NASA Temukan Suara Misterius di Venus

Misi Parker Solar Probe NASA adalah menyelam di dekat matahari. Namun, agar hal itu bisa terjadi perlu memperlambat kecepatan sebelum pendekatan. Kemudian penerbangan cukup dekat ke planet Venus. Sehingga gravitasi dan atmosfer akan menurunkan kecepatan pesawat itu. 

Justru hal tersebut merupakan kesempatan untuk mengukur atmosfer Venus. Probe mengambil sinyal radio suara misterius di Venus yang telah diterjemahkan dalam bentuk suara dan dapat terdengar oleh manusia. Kemudian data sains dikumpulkan dan akan memberikan wawasan unik mengenai planet Venus.

Bumi dan Venus lahir dari proses yang sama, keduanya berbatu dengan struktur dan ukuran yang serupa. Akan tetapi, sejak lahir jalan mereka menyimpang.

Venus tidak mempunyai medan magnet dan permukaan akan mengeras pada suhu yang cukup panas untuk melelehkan timah. Pesawat ruang angkasa jika mendekati Venus hanya bertahan beberapa jam saja. 

Para ilmuwan terus memahami tentang evolusi dan suara misterius di Venus meskipun planet ini kurang ramah. Sehingga dapat mengetahui apa yang membuat planet ini mirip Bumi. Kemudian manusia dapat menempatinya atau tidak. 

Baca Juga: Suara Seram dari Luar Angkasa, Spesial dari NASA untuk Halloween 2020

Penerbangan Ketiga Pesawat NASA

Parker Solar Probe pada 11 Juli 2020 melakukan penerbangan ketiga menuju Venus. Setiap flyby mempunyai rancangan khusus untuk memanfaatkan gravitasi planet. Sehingga dapat menerbangkan pesawat ruang angkasa ke matahari semakin dekat.

Kemudian Johns Hopkins Applied Physics Laboratory di Laurel, Maryland, melakukan misi penerbangan terdekat Venus hanya dengan melalui 517 mil di atas permukaan. 

Glyn Collison dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, ilmuwan utama dalam penelitian itu menerbitkan di Geophysical Research Letters pada 3 Mei 2021.

Semua data terbaru dari Venus telah diteliti, termasuk misi sebelumnya, yakni Pioneer Venus Orbiter NASA dan Venus Express dari ESA.

FIELDS merupakan salah satu instrumen dari Parker Solar Probe, nama tersebut berdasarkan medan magnet dan listrik pada atmosfer matahari.

Kemudian pesawat dapat mendeteksi sinyal radio frekuensi rendah yang alami saat berada paling dekat dengan planet. Hanya dalam waktu tujuh menit saja, kemudian merekam suara misterius di Venus.

Terdapat kerutan tipis dalam data yang menarik perhatian para peneliti. Akan tetapi, kekuatan sinyal dan bentuknya tampak familiar, namun para ilmuwan tidak dapat menempatkannya. Collinson mengenali sinyal tersebut dari studi sebelumnya, yakni Galileo NASA pada penjelajahan Jupiter tahun 2003.

Ionosfer Venus

Seperti halnya planet Bumi, Venus mempunyai lapisan gas bermuatan listrik pada tepi atas atmosfer atau ionosfer. Kemudian, secara alami lautan gas bermuatan plasma ini akan memancarkan gelombang radio yang terdeteksi oleh instrument FIELDS.

Saat sinyal tersebut teridentifikasi, ternyata Parker Solar Probe telah melakukan penelusuran terhadap atmosfer dan suara misterius di Venus.

Para ilmuwan menggunakan emisi radio untuk menghitung kepadatan ionosfer. Sementara pengukuran langsung ionosfer Vernur terakhir dari Pioneer Venus Orbiter tahun 1992. Lalu matahari mendekati maksimum matahari pada puncak badai dari siklusnya.

Selanjutnya data dari teleskop berbasis darat pada tahun berikutnya menunjukkan jika terjadi perubahan besar pada matahari saat masuk fase tenang.

Sedangkan pada sebagian besar atmosfer masih sama. Hal tersebut jauh lebih tipis saat mengalami fase tenang, minimum matahari.

Untuk dapat memastikannya, harus melakukan pengukuran langsung. Ionosfer Venus menipis saat mendekati minimum matahari. Hal tersebut menjadi salah satu dari studi mengapa dulu Venus mirip Bumi, namun sekarang menjadi terik dan beracun. 

Para peneliti terus melakukan pengumpulan data dan perubahan lain di ionosfer. Seperti ionosfer yang rentan bocor sehingga keluar gas berenergi ke luar angkasa. Kemudian tentang pemahaman suara misterius di Venus dan bagaimana atmosfer berevolusi dari waktu ke waktu. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img