Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita TerbaruSuper Flower Blood Moon Bakal Muncul 26 Mei, Ini Dia Informasinya

Super Flower Blood Moon Bakal Muncul 26 Mei, Ini Dia Informasinya

Super Flower Blood Moon atau gerhana bulan akan terjadi pada 26 Mei 2021. Gerhana ini bisa menjadi peristiwa spektakuler dan mengagumkan bagi mereka yang melihatnya. 

Gerhana total akan terlihat dari Asia Timur, melintasi Pasifik, Australia, dan Amerika. Semua akan mendapatkan dua suguhan minggu depan. Tentu saja Super Moon yang digabungkan dengan gerhana bulan total yang mengkombinasi. 

Simak Informasi Super Flower Blood Moon Tahun Ini

Menurut informasi dari Juan Carlos Beamin yang merupakan astrofisikawan dalam Pusat Komunikasi Sains di Universitas Otonomi Chile, secara umum nanti ada dua jenis gerhana, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari. Ia menuliskan dalam bukunya yang berjudul Illustrated Astronomy.

Setelah itu, ia mencatat bahwa secara teknis ada tipe ketiga yang meliputi dua bintang. Ketiga jenisnya yakni sebagai berikut. 

Baca Juga: Warna Bulan Sebenarnya di Luar Angkasa yang Perlu Diketahui

Gerhana Matahari

Super Flower Blood Moon pertama yakni gerhana matahari. Pada suatu ketika saat bulan mengorbit bumi, dia akan bergerak antara matahari dan planet kita. Selain itu, juga menghalangi cahaya dari bintang. Sehingga menyebabkan gerhana matahari. 

Bulan melemparkan bayangannya ke permukaan bumi. Namun ada 3 jenis gerhana matahari. Tentu saja berbeda satu sama lain terkait bagaimana serta seberapa banyak bulan menutupi matahari. 

Gerhana Matahari Total

Gerhana ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan sejajar sedemikian rupa. Hal tersebut menghalangi sinar matahari secara penuh dan total. 

Hal ini terjadi beberapa detik atau terkadang beberapa menit. Langit menjadi sangat gelap seperti malam hari. Informasi dari NASA terkait Super Flower Blood Moon, gerhana matahari total hanya mungkin terjadi di bumi.

Hal tersebut karena kejadian yang kebetulan mengenai ruang angkasa. Matahari akan lebih lebar 400 kali dari bulan. Namun jaraknya juga akan lebih jauh hingga 400 kali. 

Tentu saja geometri tersebut berarti bahwa ketika sejajar dengan sempurna, bulan menutupi seluruh permukaan matahari. Sehingga terjadi matahari total. 

Garis yang menelusuri bayangan bulan pada permukaan bumi, hal tersebut dinamakan jalur totalitas. Nah, pada area kecil itulah nantinya yang akan menjadi tontonan kegelapan total. 

Pada kedua sisi jalur ini, dalam rentang ribuan kilometer tentunya, anda akan melihat sebagian gerhana. Semakin jauh anda dari bidang totalitas, maka akan semakin kecil di bagian matahari yang akan tertutupi bulan. 

Hal tersebut berdurasi tergantung dari posisi bumi terhadap matahari, lalu bulan terhadap bumi. Selain itu, bagian mana dari bumi yang sedang mengalami kegelapan. Hal tersebut sesuai dengan tulisan dari Beamin. 

Jika dijabarkan secara teoritis Super Flower Blood Moon, gerhana matahari terpanjang bisa terjadi selama tujuh menit 32 detik. Namun dari sisi frekuensi, hal tersebut tidak sesering yang dibayangkan. Ada salah satu setiap 18 bulan. 

Namun yang benar-benar sangat langka dan jarang terjadi adalah gerhana matahari total terlihat lagi dari tempat yang sama. Terjadi rata-rata setiap 375 tahun. 

Selanjutnya akan ada gerhana matahari total pada tahun ini yakni pada 4 Desember, namun anda harus berada di Antartika untuk melihat efek penuhnya. 

Baca Juga: Fenomena Supermoon Pink Moon, di Malam 17 Ramadhan Jadi Sorotan

Gerhana Cincin

Gerhana cincin atau annular eclipse terjadi ketika bulan berada lebih jauh dari bumi. Namun tampak lebih kecil dan tak sepenuhnya tertutup permukaan bumi. 

Super Flower Blood Moon selanjutnya saat matahari terhalangi bulan, bentuk seperti cincin akan terlihat pada sekitar bulan. Peristiwa tersebut bernama gerhana matahari annular. 

Seperti saat gerhana matahari total. Fenomena tersebut terdapat pada jalur annularitas. Di mana gerhana terlihat seperti lingkaran.

Pada setiap sisi jalurnya akan ada gilirannya zona keberpihakan atau zone of partiality. Menurut informasi pada 10 Juni 2021, gerhana annular akan muncul dan terlihat dalam garis lintang paling utara. 

Sebagiannya Kanada, Greenland, serta Rusia akan melihat fenomena secara efek penuh. Namun sebagian besar Eropa, China, dan Asia Tengah melihat gerhana parsial. 

Menurut informasi dari NASA, gerhana tersebut terjadi paling lama. Cincin dapat terlihat lebih dari 10 menit dan secara umum tidak lebih dari 5 atau 6 menit. 

Gerhana Bulan Total

Bulan dan matahari berada tepat di sisi berlawanan dari bumi. Sinar matahari lewati atmosfer bumi dan menyaring sebagian besar sinar biru dan bulan terlihat merah atau blood moon. Hal tersebut dapat bertahan hingga 104 menit.

Jika anda berada di Amerika Selatan di bagian barat, Australia, Asia Tenggara, serta bagian barat AS, anda beruntung karena dapat menikmati langit cerah dan melihat Super Flower Full Moon sekitar 14 menit.

Nah, Super Flower Blood Moon yang dinanti-nanti akan anda lihat pada 26 Mei 2021. Dengan mengetahui informasi tersebut, akan menambah pengetahuan anda tentang alam serta fenomena gerhana. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -