Sweeping Pedagang Tahu Tempe di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya

Sweeping Pedagang
Sweeping pedagang tahu tempe di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. Foto : Apip Wilianto/HR.

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Sweeping pedagang tahu tempe di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilakukan para pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pengrajin dan Pedagang Tahu Tempe Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/05/2021).

Mereka melakukan sweeping untuk mengecek ada tidaknya pedagang tahu tempe yang nekat berjualan pada saat mogok produksi selama dua hari.

Dalam swiping tersebut, mereka menyisir tempat-tempat yang biasa digunakan para pedagang tahu tempe berjualan hingga ke pelosok pasar.

Dari 700 pedagang yang biasa berjualan, hanya ada satu orang saja yang kedapatan sedang berjualan tahu di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. Selanjutnya, pedagang tersebut langsung disuruh pulang oleh para pedagang yang melakukan sweeping.

Lapak Pedagang Tahu Tempe di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya

Pantauan HR Online di sejumlah titik Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya, lapak-lapak yang biasa digunakan para pedagang tahu dan tempe terlihat kosong.

Sekretaris Himpunan Pengrajin dan Pedagang Tahu Tempe Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Imin Muslimin mengatakan, bilamana ada pedagang yang masih nekat jualan, pihaknya akan menyuruhnya pulang.

“Tapi Alhamdulillah, dari 700 pedagang tahu tempe di Pasar Cikurubuk ini, tidak ada pedagang yang berjualan, semuanya kompak. Cuma tadi ada satu orang yang membandel berjualan, tapi kita menyuruhnya untuk bawa pulang lagi tahu dagangannya,” ungkap Imin.

Baca Juga : Telur Infertil Ditemukan di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya

Ia juga menyebutkan, ada sekitar 15 orang pengrajin dan pedagang tahu tempe yang ikut melakukan sweeping ke Pasar Cikurubuk.

Bentuk sweeping ini, lanjut Imin, tujuannya supaya para pengrajin dan pedagang tahu tempe kompak untuk bisa menaikkan harga jual, dan menurunkan harga kedelai.

Sehingga, masyarakat bisa mengetahui kalau kedelai sebagai bahan baku tahu tempe sekarang ini sedang sulit dan harganya mahal.

“Jadi kita tidak jualan tahu tempe selama dua hari, dan akan kembali berjualan hari Senin mendatang. Harapannya supaya pas nanti hari Senin harganya meningkat,” ucapnya.

Tuntutan Pengrajin Tahu Tempe

Imin menjelaskan, tuntutan dari para pedagang dan pengrajin tahu tempe yaitu meminta harga kedelai turun. Harapan lainnya yaitu Pemerintah Kota Tasikmalaya membantu para pengrajin tahu tempe yang butuh kedelai sebagai bahan baku.

Pasalnya, harga kedelai sekarang naiknya drastis hingga 45 persen. Dari harga Rp 7.000 menjadi Rp 11.000 per kilogram.

Imin mengaku kalau pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, namun belum juga ada tanggapan terkait keluhan para pengrajin dan pedagang tahu tempe.

“Kalau penyebab harga kedelai jadi naik saya kurang tahu. Saya cuma pengrajin, beli kacang kedelai mahal, menjual tahu tempe jadi susah. Selama dua hari mogok, kerugiannya mencapai ratusan juta bahkan milyaran,” ujar Imin.

Sementara itu, Awat, salah seorang warga yang biasa jualan tahu dan tempe goreng, mengaku pusing lantaran ia tidak menemukan adanya pedagang tahu tempe di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya.

“Saya sampai pusing cari yang jualan tahu tempe tidak ketemu. Ternyata mereka sedang mogok jualan karena harga kedelainya mahal. Para pengrajin mogok karena untuk menstabilkan lagi harganya. Jadi terpaksa saya juga libur dulu jualan goreng tahu dan tempenya,” kata Awat. (Apip/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah