Tak Mau Tes Rapid Antigen, Pengendara di Kota Banjar Pilih Putar Balik

Pengendara di Kota Banjar
Seorang pengendara tengah menjalani tes rapid antigen di pos penyekatan Cijolang, Kota Banjar. Foto: Sandi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat temukan pengendara yang tak mau dilakukan pemeriksaan kesehatan tes rapid antigen di pos penyekatan Cijolang, Kota Banjar, Jawa Barat.

Dalam kunjungannya ke pos penyekatan Cijolang, Kota Banjar, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat, Drs. Mochamad Ade Afriandi mengungkapkan, beberapa kendaraan yang akan melintas dari arah Jawa Tengah menuju Jawa Barat itu tidak menjalani tes rapid antigen. Para pengendara mobil di Kota Banjar tersebut kemudian memilih untuk putar balik.

“Informasi yang saya dapat, ada sebanyak enam kendaraan roda empat yang memilih untuk putar balik. Alasannya karena tidak mau dilakukan pemeriksaan rapid antigen,” kata Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi, Minggu (16/5/2021).

Ade Afriandi menjelaskan, meskipun tingkat mobilitas kendaraan di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah tidak seramai dengan jalur Pantura, hal itu tidak menyurutkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Memang tidak seramai di jalur Pantura tapi tentunya kita juga tetap mewaspadai mereka yang melintas di batas wilayah. Terutama warga Jawa Barat yang kemarin sempat keluar provinsi dan sekarang balik lagi kita berikan pelayanan kesehatan. Karena kita ingin memberi perlindungan kepada siapa saja yang melintas batas wilayah,” jelasnya.

Selain itu juga, kedatangannya ke Kota Banjar juga untuk bersama-sama memberikan sosialisasi dan edukasi setelah adanya larangan mudik.

“Kita juga fokuskan untuk meningkatkan koordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap pelaku lintas batas,” paparnya.

Pengendara di Kota Banjar Senang Ada Pemeriksaan Kesehatan

Ditemui terpisah, salah seorang pengendara sepeda motor Purwono mengatakan, ia sangat mengapresiasi petugas yang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis terhadap pengguna jalan. Terlebih ia sama sekali tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19.

“Bagus sekali untuk pelayanan kesehatan ini, karena saya tidak punya surat keterangan bebas Covid-19. Tadi diberhentikan petugas jadi saya ikut di rapid antigen saja. Alhamdulillah gratis tanpa dipungut biaya,” tandasnya.

Kedepannya Purwono berharap pelayanan kesehatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan lebih baik. Sebab hal tersebut sangat mendukung bagi pengunjung jalan yang tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19 untuk bisa melintas di pos penyekatan. (Sandi/R7/HR-Online)

Editor: Ndu