Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaBerita TerbaruTata Cara Puasa Syawal, Hukum dan Keutamaannya

Tata Cara Puasa Syawal, Hukum dan Keutamaannya

Tata cara puasa syawal setelah merayakan hari raya idul fitri begitu penting untuk kita ketahui. Apalagi puasa sunnah ini memiliki pahala yang begitu besar bagi yang melaksanakannya.

Setelah kita melaksanakan puasa selama satu bulan penuh saat ramadan, kemudian merayakan lebaran pada 1 syawal. Umat islam pada hari itu tidak boleh melaksanakan puasa, bahkan hukumnya haram.

Namun, untuk tanggal 2 syawal hingga akhir bulan tersebut justru sebaliknya. Apalagi pahala yang menanti sangat besar, seperti melakukan puasa selama satu tahun.

Dalam sebuah hadist yang begitu masyhur, Rosululloh SAW menganjurkan umatnya untuk puasa 6 hari setelah berpuasa selama ramadan, yakni mulai tanggal 2 di bulan syawal.

baca juga: Keistimewaan Bulan Syawal Meningkatkan Amal Mendatangkan Kebaikan

Begini Tata Cara Puasa Syawal

Sebelum mengetahui tata caranya, perlu kita ketahui bahwa status hukum puasa ini masuk kategori sunnah, yakni bila melaksanakannya akan mendapatkan pahala dan ketika tidak melaksanakan tidak mendapatkan dosa alias boleh.

Sebagai catatan, tentu saja sunnah tersebut berlaku bagi mereka tidak memiliki tanggungan puasa wajib, baik karena batal saat ramadan maupun karena memiliki nazar.

Selanjutnya, status hukumnya pun dapat berubah menjadi makruh ketika seseorang itu mempunyai utang puasa ramadan lantaran uzur, seperti sakit, perjalanan jauh maupun lainnya.

Berbeda ketika tidak puasanya karena sengaja justru berubah menjadi haram. Sebab, harus menunaikan yang wajib terlebih dahulu baru kemudian yang sunnah.

Adapun tata cara puasa syawal setelah kita mengetahui hukumnya, yakni dalam pelaksanaannya.

Idealnya tentu saja berlangsung secara berurutan setelah melaksanakan hari raya idul fitri pada 1 syawal. Berarti, Anda bisa melakukannya mulai tanggal 2 hingga 7.

Namun, ketika tidak melaksanakan secara berurutan asalkan masih tetap di bulan syawal juga boleh saja dan tetap mendapatkan keutamaannya.

baca juga: Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Bagi Umat Muslim yang Menjalankannya

Niat Puasa Syawal

Jika saat ramadan kita wajib niat pada malam hari atau sebelum terbit fajar, namun berbeda dengan puasa sunnah yang satu ini.

Bila pada malam harinya tidak sempat niat, maka pada pagi atau siang harinya mendadak ingin berniat puasa, maka diperbolehkan dengan catatan belum makan atau minum serta hal lainnya yang dapat membatalkannya.

Dalam praktiknya, tata cara puasa syawal ini sebenarnya cukup digetarkan dalam hati sudah sah. Namun, para ulama menganjurkan juga untuk melafalkannya.

Berikut niatnya ketika malam hari:

Sedangkan ini yang siang harinya:

baca juga: Manfaat Tidur Siang saat Puasa yang Bisa Didapat Bagi Kesehatan Tubuh

Hukum Sengaja Membatalkan Sebelum Magrib

Tentu saja menahan makan dan minum serta lainnya yang dapat membatalkan bisa dilakukan ketika tidak ada halangan apapun.

Berbeda lagi ketika Anda mendapatkan halangan atau alasan tertentu yang memaksa untuk berbuka, seperti karena uzur, menghormati tamu dan lainnya.

Sehingga, sangat boleh sekali bila Anda sengaja membatalkan puasanya karena sebab di atas.

Bahkan, masih dalam tata cara puasa syawal, Rosululloh SAW pernah menegur salah seorang sahabat yang sedang bertamu dan menolak makanan dari pemilik rumah karena alasan sedang puasa sunnah.

Rosul meminta ia untuk membatalkannya dan mengqadhanya di lain waktu. Bahkan, para ulama juga menyepakati bila tuan rumah merasa keberatan atas tamu itu yang menolak karena puasa, maka membatalkannya justru sunnah.

Hal tersebut berdasar untuk membahagiakan hati atau idkhalus surur sang tuan rumah.

Jadi, ketika tidak ada halangan apapun serta tidak menimbulkan perasaan mengganggu terhadap orang lain, sebaiknya puasanya tetap sampai maghrib.

Keutamaan Bulan Syawal

Selain mengetahui tata cara puasa syawal, berpuasa di bulan ini bisa mendapatkan pahala yang begitu besar.

Bahkan, di bulan ini juga memiliki keistimewaan lainnya yang perlu kita ketahui.

Sebagaimana bulan yang jatuh setelah ramadan, amal ibadah ketika syawal dapat menyempurnakan bulan suci tersebut.

Sementara itu, banyaknya masyarakat yang melaksanakan pernikahan saat syawal ternyata bukan tanpa sebab. Mereka meyakini di bulan tersebut penuh dengan kebaikan dan keberkahan.

Terlebih di momen-momen ini menjadi ajang untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama umat muslim.

Dengan mengetahui tata cara puasa syawal dan keutamaannya di atas, semoga dapat membantu Anda dalam meningkatkan ibadah mendekatkan diri kepada Alloh SWT. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img