Vaksinasi Lansia di Cigantang Tasikmalaya Baru Mencapai 8 Persen

Vaksinasi Lansia
Vaksinasi lansia di Aula Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (28/05/2021). Foto: Apip Wilianto/HR.

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Vaksinasi lansia di Cigantang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, masih rendah. Hingga saat ini, warga lanjut usia (lansia) yang sudah menerima vaksin Covid-19 di wilayah tersebut baru mencapai 8 persen.

Untuk meningkatkan capaian vaksinasi terhadap warga lansia, Pemerintah Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan Puskesmas Mangkubumi, melaksanakan kegiatan vaksinasi bagi lansia.

Kegiatan vaksinasi yang berlangsung di Aula Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya itu diikuti 50 orang lansia, Jumat (28/05/2021).

Lurah Kelurahan Cigantang, Dian Tasdian mengatakan, jumlah peserta dalam vaksin Covid-19 bagi lansia di Kelurahan Cigantang sebanyak 50 orang. Terdiri dari laki-laki 30 orang, perempuan 20 orang.

Vaksinasi di Cigantang Tasikmalaya Baru 8 Persen

Ia menyebutkan, untuk pelaksanaan vaksinasi lansia tahap pertama berlangsung hari ini. Sedangkan, tahap keduanya menunggu 14 hari kedepan.

“Jadi, vaksinasi untuk wilayah Cigantang ini kita prioritaskan dulu untuk masyarakat lansia. Kalau menurut Pak Kapus Mangkubumi, untuk vaksinasi lansia ini baru mencapai 8 persen,” terang Dian kepada HR Online, Jumat (28/05/2021).

Ia juga mengatakan, bagi masyarakat yang merasakan keluhan sesudah menerima vaksin dosis pertama, bisa langsung menghubungi ke Puskesmas Mangkubumi.

Baca Juga : Warganya Terpapar Covid-19, Camat Mangkubumi Tasikmalaya Wajibkan 3M

Namun untuk sekarang tidak ada yang merasakan keluhan. Pihaknya berharap semua warga yang sudah terima vaksin tidak ada yang merasakan gejala apapun. Sehingga masyarakat bisa terus berpacu untuk melaksanakan vaksinasi program pemerintah.

“Kalaupun misalkan ada lansia yang sudah vaksin, kemudian merasakan gejala pusing atau gejala lainnya segera menghubungi atau datang langsung ke Puskesmas Mangkubumi. Mudah-mudahan setelah vaksinasi ini, masyarakat Cigantang bisa terhindar dari Covid-19. Serta dalam keadaan sehat terus. Jangan lupa seusai vaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” terang Dian.

Sebelum Vaksin Puskesmas Edukasi Masyarakat

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, H. Arif Prianto mengatakan, antusias warga mengikuti vaksinasi cukup baik. Karena pihak Puskesmas sebelumnya datang ke masyarakat sebagai wujud mendekatkan akses layanan vaksin. Dalam hal ini melakukan edukasi dan sosialisasi.

“Sosialisasinya dengan cara mobile bersama lingkungan sekitar. Seperti sosialisasi dalam acara pengajian, dan kita koordinasi dengan pihak kelurahan untuk tindak lanjut mengkoordinasikan sasaran ke tingkat RW. Setelah itu menginformasikan kaitan jadwal pelaksanaan vaksin sampai pada tahap pelaksanaannya,” paparnya.

Baca juga : Detik-detik Pencuri Burung Beraksi di Tasikmalaya Terekam Jelas CCTV

Sedangkan, rata-rata penyakit yang ditemukan ketika skrining, peserta vaksinasi lansia di Cigantang yaitu hipertensi ringan sampai sedang. Sehingga mereka masih dapat menerima vaksin.

Kemudian, untuk pelaksanaan vaksin lansia berbeda dengan usia lainnya. Selain soal interval penyuntikan pertama dan kedua 28 hari. Juga ada tahapan lain yang diberlakukan kepada lansia, yakni tekanan darah dan suhu.

Hal itu sama dengan kategori lain, yaitu suhunya maksimal harus 37,5 derajat celcius, dan tekanan darahnya tidak boleh lebih dari 180/110 mmHg.

Perbedaan lainnya adalah berkaitan dengan kondisi fisik, yang mana ada tambahan pertanyaan pada tahapan wawancara. Hal itu dilakukan sebelum penyuntikan vaksin kepada lansia. Ini sebagai wujud aspek kehati-hatian.

“Kalau memenuhi target vaksin lansia masih jauh untuk mencapai 100 persen. Tadi juga vaksinasi di Cigantang baru 8 persen. Tetapi kalau untuk pelaksanaan vaksin dengan sasaran 50 lansia per hari sudah bagus. Artinya sudah maksimal untuk pelayanan dalam 1 hari,” jelas Arif. (Apip/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah