5 Warga Pamalayan Ciamis Terkena DBD, Dinkes Lakukan Fogging

5 Warga Pamalayan Ciamis Terkena DBD, Dinkes Lakukan Fogging
Petugas Dinkes Ciamis melakukan fogging di lokasi endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Desa Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Rabu (9/6/2021). Foto:Eli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali melakukan fogging di lokasi endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing Rabu (9/6/2021).

Dinas Kesehatan mlakukan fogging setelah ada lima warga Pamalayan terkena DBD.

“Hal tersebut sesuai dengan permintaan warga sekitar untuk mengusir nyamuk penyebab DBD,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Ciamis dr Yoyo.

Baca Juga: Ciamis Bertekad Tingkatkan Status Kabupaten Layak Anak

Kata Yoyo, tindakan cepat melakukan fogging untuk mengantisipasi penyebaran DBD ke warga lain di lokasi yang sama, sehingga tidak ada lagi warga yang terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti pembawa wabah DBD.

Untuk fogging kali sasarannyawilayah Pamalayan Kulon RT 20 dan RT 21.

Menurutnya, lokasi tersebut menjadi endemik penyebaran nyamuk dan juga warga yang terkena DBD.

Untuk warga yang terkena DBD sekarang dirawat di RSUD Ciamis.

“Namun dari lima orang, dua orang sudah sembuh, sementara tiga orang lagi kita masih menunggu laporan perkembangan selanjutnya,” jelasnya.

Dengan kejadian ini lanjut Yoyo, pihaknya mengajak kepada seluruh warga kabupaten Ciamis, untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan untuk memberantas peredaran nyamuk DBD.

Pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan bersama-sama, setiap hari terutama di lingkungan rumah masing-masing.

Sehingga tidak ada lagi tempat untuk nyamuk berkembang biak terutama nyamuk Aedes Aegypti pembawa wabah DBD.

Untuk masalah DBD, tambah Yoyo, pihaknya terus mengingatkan kepada seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Ciamis, supaya terus melakukan pemberantasan di wilayah masing-masing terutama wilayah endemik dengan padat penduduk.

Sebab, fogging sendiri tidak membunuh jentik melainkan mengusir nyamuk dewasa, sementara perkembangbiakan nyamuk ada di jentik.

“Maka dari itu kita harus melakukan pemberantasan,” pungkas Yoyo. (es/R8/HR Online)

Editor: Jujang