Senin, Oktober 25, 2021
BerandaBerita TerbaruAktivitas Geologis di Venus Mirip dengan Bumi, Ini Info Temuan Ilmuwan

Aktivitas Geologis di Venus Mirip dengan Bumi, Ini Info Temuan Ilmuwan

Aktivitas geologis di Venus semakin membuat para ilmuwan penasaran. Bahkan belakangan ini mereka menemukan bukti tentang beberapa bagian yang terlihat seperti permukaan Venus yang mana bergerak. Selain itu ada potongan-potongan benua yang sangat mirip dengan planet bumi. 

Namun aktivitas tersebut kemungkinan tak akan mengakibatkan suatu gerakan lempeng tektonik seperti apa yang terjadi di Bumi. Tapi masih banyak kemungkinan proses yang terjadi pada kedua planet hampir mirip. 

Baca Juga: Hujan di Planet Venus Mengandung Logam dan Paling Asam di Tata Surya

Mengungkap Bukti Aktivitas Geologis di Venus 

Negara Eropa telah meluncurkan sebuah pesawat ruang angkasa yang bernama Envision, demi memetakan radar serta mengumpulkan pengukuran atas spektroskopi permukaan juga atmosfer dari planet Venus. NASA telah mengirim dua wahana ke luar angkasa yang bernama Veritas serta DaVinci+ menuju Venus hingga menjelang akhir dekade. 

Byrne menegaskan bahwa dirinya sudah mengidentifikasi pola dari deformasi tektonik dan yang sebelumnya tidak dikenali Venus. Bahkan hal tersebut telah terdorong gerakan interior menyerupai bumi. Meski berbeda namun tetap menjadi bukti adanya gerakan dari planet tersebut. 

Dr Byrne, Dr. Richard Ghail dari Royal Holloway, University of London, Prof Sean Solomon dari columbia University di New York serta rekannya telah menemukan serta mendeteksi tanda sejumlah blok kerak bebatuan. Hal tersebut mereka deteksi di kawasan dataran rendah di Venus berotasi serta bergerak secara relatif menyamping satu dengan yang lain. 

Dari penemuan aktivitas geologis di Venus tersebut mereka akhirnya membandingkan aktivitas yang tampaknya relatif baru. Tentu dengan aktivitas bongkahan es yang saling mendesak di perairan kawasan kutub bumi. Pemandangan radar yang berasal dari Kampus Nwa, blok terbesar pada dataran rendah di Venus. 

Sabuk kompleks dengan struktur tektonik yang mengikat blok. Dari penampakan tersebut memperlihatkan adanya aliran berupa lava dan ada beberapa kawah tumbukan. Informasi tersebut menurut Paul K Byrne dan Sean C Solomon. 

Sedangkan blok tersebut panjangnya 100 hingga 1000 km mirip lapisan kerak bumi. Seperti cekungan Amadeus Australia, Cekungan Tarim dan Sichuan China dan bagian massif (kerak) Bohemia dan mendasari untuk sebagian besar Republik Ceko.

Baca Juga: Planet Layak Huni Selain Bumi, Studi Sebut Venus

Penelitian Venus Lebih Mendalam

Melansir BBC News, Richard ghail selaku peneliti utama dari Badan Antariksa Eropa untuk misi EnVision mengatakan penelitian tersebut menunjukkan bahwa harus banyak belajar dari Venus. Spektrum mobilitas permukaan jauh lebih luas dari sekedar lempeng Tektonik. 

Paul Byrne profesor Ilmu Planet di North Carolina State University bersama rekannya telah memakai data pesawat Magellan untuk mengetahui aktivitas geologis di Venus.

Hal tersebut mereka lakukan demi membangun peta atas struktur permukaan yang akhirnya mereka beri nama Campi. Dalam bahasa latin berarti lapangan atau kampus. 

Secara tradisional litosfer Venus lapisan luarnya berbatu-batu menjadi satu kesatuan yang berkesinambungan. Hal tersebut berbeda dengan bumi yang terpecah menjadi mosaic lempeng tektonik bergerak. 

EnVision merupakan satu dari tiga misi wahana ruang angkasa dalam menjelajah planet terdekat pada tahun yang akan datang. Mars, Bulan dan Merkurius dianggap memiliki litosfer statis. 

Namun temuan yang terbit dalam jurnal PNAS menunjukkan litosfer Venus sebenarnya memiliki tingkat mobilitas tertentu. Meskipun hal tersebut tidak sedekat Bumi.

Batuan Cair Magma

Sedangkan hasil model komputer terkait aktivitas geologis di Venus menunjukkan batuan cair magma yang bergejolak di bawah kerak tersebut dapat menghasilkan regangan, distorsi dan rekahan terlihat pada gambar permukaan Magellan. 

Aktivitas tektonik Venus mungkin mirip dengan bumi awal. Hal tersebut selama Archean Eon antara empat miliar dan 2,5 miliar tahun yang lalu. Ketika aliran panas di dalam planet yang lebih tinggi dan litosfer yang lebih tipis. 

Mereka termasuk 58 campi namun Byrne mengatakan mungkin ada lebih banyak yang tidak begitu jelas dari hal tersebut. Struktur ini merupakan blok besar kerap planet yang diantaranya sepanjang 100 km dan yang lainnya lebih dari 1000 km. Hal tersebut masing-masing berbatasan sabuk pegunungan serta alur. 

Para ilmuwan kemudian menggunakan model komputer dari aktivitas tersebut untuk mencari tahu secara mendalam bagaimana campi terbentuk.

Lantaran aliran panas Venus mirip yang terjadi pada Bumi. Lalu, fenomena planet tersebut dapat kita gunakan sebagai proksi dalam mempelajari geologi planet Bumi purba. 

Secara tak langsung, jika dapat memahami aktivitas geologis di Venus seperti apa sekarang mungkin akan memberikan wawasan terkait bentuk bumi dulu seperti apa. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img