Aliansi Mahasiswa Demo di DPRD Tuntut Program Pangandaran Hebat Transparan

Aliansi Mahasiswa
Aliansi mahasiswa dan santri Pangandaran saat melakukan aksi. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Aliansi Mahasiswa dan Santri (Almasa) Pangandaran melakukan aksi ke gedung DPRD menuntut program pemerintah daerah supaya mendapatkan pengawasan dan transparan, Senin (7/6/2021).

Pantauan HR Online, puluhan aktivis muda itu sempat bersitegang dengan aparat lantaran mereka mendesak untuk menemui Ketua DPRD. Namun sayangnya tidak ada.

Meskipun ada perwakilan dari Komisi I, para mahasiswa dari PMII, IPNU dan IPPNU tetap menolak, bahkan mereka sempat membakar kertas dan plastik.

Sebelumnya, pada Jum’at (4/6/2021) lalu mereka juga telah menggelar aksi yang mana menuntut agar program Pangandaran Hebat (Pahe) perlu pengawasan dari DPRD.

baca juga: Soroti Program Pemda, PMII Pangandaran Gelar Aksi di Gedung DPRD

Korlap Aksi, Yusuf Sidik, mengatakan, kedatangan aliansi mahasiswa tiada lain menuntut sejumlah poin tentang program pemerintah daerah, yakni soal Pahe.

Pihaknya mendesak agar Pemda menyelesaikan anggaran program Pangandaran Mengaji yang mana saat ini masih ada Guru Ngaji yang belum menerimanya.

“Kami juga meminta DPRD harus koordinasi lagi dan menindak eksekutif dalam Pahe ini apakah lanjut atau tidak dalam waktu 5X24 jam,” tegasnya.

Keberadaan DPRD sebagai perpanjangan tangan rakyat, lanjutnya, seharusnya mampu memperjelas Pahe 2020, baik dari sisi anggaran teknis, pelaksanaan dan mekanisme realisasi yang sudah tertuang dalam Perbup.

Jika tidak ada perencanaannya, maka mereka juga harus bertanggungjawab. Selain itu, para mahasiswa mendesak anggaran Pahe 2020 juga perlu diaudit selama 2 x 24 jam.

“Tak hanya itu, DPRD juga perlu membuat Perda tentang kebebasan berpendapat di Pangandaran serta menuntut keras tindakan represif terhadap media pers yang ada di sini,” tegasnya lagi.

DPRD Tindaklanjuti Tuntutan Mahasiswa

Ketua Komisi I DPRD Pangandaran, Solihudin, menegaskan Bupati Pangandaran bersama Komisi I dan IV akan memanggil kepala sekolah untuk membahas persoalan ini.

“Kita sudah sampaikan ke Ketua DPRD, namun karena sakit sehingga harus ada perwakilan. Pada prinsipnya kita akan tindaklanjuti tuntutan mahasiswa dengan menggelar rapat bersama Bupati dan Kepala Sekolah Rabu besok,” ujarnya.

Dalam pertemuan nanti, semuanya akan membahas titik permasalahan dan penyelesaiannya.

Sekretariat DPRD Pangandaran, Yayat Kiswayat, juga mengatakan hal senada, Ketua DPRD sejak Sabtu lalu hingga saat ini masih dalam keadaan sakit, sehingga belum bisa menemui mahasiswa.

“Bila dari aliansi mahasiswa ingin bertemu beliau, nanti kita agendakan kembali,” singkatnya. (Madlani)/R6/HR-Online)