Aplikasi Zoom Meeting Bersaing dengan FaceTime

Aplikasi Zoom Kini Bersaing Dengan FaceTime
Aplikasi Zoom Kini Bersaing Dengan FaceTime

Aplikasi Zoom meeting rupanya kini mendapat saingan baru, yakni FaceTime. Aplikasi ini sebelumnya telah bersaing dengan layanan meeting serupa seperti Google Meets, maupun Microsoft Teams.

Memang ketiga platform itu tengah berkembang cukup pesat terlebih selama pandemi Covid-19 berlangsung. Kini saingan untuk aplikasi video konferensi serupa rupanya semakin ketat. Hal ini setelah Apple secara resmi mengumumkan sejumlah pembaruan untuk FaceTIme dalam WWDC 2021.

Pandemi Covid-19 yang berlangsung di seluruh dunia membatasi aktivitas banyak orang. Hal inilah membuat berbagai aplikasi konferensi online semakin berkembang. Peruntukkannya bisa dalam berbagai bidang.

Misalnya saja untuk sekolah saat guru menjelaskan materi kepada para muridnya. Fungsi aplikasi ini juga berguna untuk para pegawai kantor. Bisa berguna pada rapat online maupun sebagainya. Seperti apa aplikasi Zoom meeting ini dan pesaing barunya yakni FaceTime? Selengkapnya bisa anda simak sebagai berikut.

Mengenal Aplikasi Zoom Meeting

Tentang aplikasi Zoom meeting merupakan sebuah layanan berbentuk komunikasi lewat tampilan video. Aplikasi ini bisa orang gunakan dalam sejumlah perangkat elektronik. Seperti ponsel pintar, desktop sampai telepon dengan sistem ruang.

Pada umumnya, banyak orang menggunakan Zoom untuk melakukan meeting secara online. Tak hanya itu fungsinya juga bisa sebagai konferensi audio maupun video. Sehingga kegunaanya bisa untuk berbagai organisasi juga perusahaan untuk mengakomodir karyawannya dalam jarak jauh.

Terdapat sejumlah fitur yang tersemat dalam aplikasi untuk memudahkan para pengguna. Fitur pertama adalah video serta audio berkualitas HD. Lewat Zoom, pengguna tidak perlu mengkhawatirkan kualitas gambar maupun audio yang keluar.

Pasalnya aplikasi ini sudah mendapat dukungan kualitas high definition atau terkenal dengan HD. Tak hanya itu, Zoom dapat mendukung sampai 1000 orang peserta dan 49 video pada layarnya. Fitur yag tersemat lainnya adalah alat kolaborasi bawaan aplikasi.

Sejumlah pengguna bisa berbagai layar dalam waktu bersamaan. Serta mereka juga dapat menulis catatan pertemuan yang bisa lebih interaktif. Hal ini pengguna lakukan lewat alat kolaborasi yang berasal dari aplikasi.

Untuk segi keamanan, pengguna tidak perlu mengkhawatirkan lagi. Sebab aplikasi ini sudah mendapat dukungan end to end encryotion. Dukungan tersebut berguna untuk semua rapat yang sudah pengguna jadwalkan dalam aplikasi Zoom meeting.

Sejarah Perilisan Aplikasi

Sekarang ini, aplikasi Zoom meeting menjadi salah satu layanan digital terbaik. Namun tak jarang orang tahu jika aplikasi ini sempat mengalami tantangan tersendiri kala pendiriannya berlangsung. Sang pendiri yakni Eric Yuan menceritakan tentang sejarah hidupnya sekaligus bagaimana berdirinya aplikasi ini.

Sejak ia kecil, Eric kerap berhadapan dengan permasalahan mengenai jarak bahkan terkait percintaan juga mimpinya dalam berkarir. 10 tahun setelah ia bekerja di perusahaan bernama Webe, akhirnya perusahaan tersebut Cisco akusisi.

Eric Yuan menjadi wakil presiden dan mengelola 800 pegawai lebih. Dari sinilah perjalanan pendirian Zoom bermula. Seiring berjalannya waktu, Yuan memberitahu idenya itu kepada para pimpinan perusahaan dan mendapat banyak penolakan. Tak terima dengan penolakan tersebut, Eric pun keluar dari perusahaan di tahun 2011 dan mulai mendirikan Zoom sendiri.

Ia kemudian memilih kawasan San Jose California sebagai lokasi mendirikan kantor utama. Selain itu, Eric juga mempunyai kantor lain di negara China untuk meneliti dan pengembangan usahanya. Di awal mula mendirikan Zoom, Eric mengalami sejumlah  tantangan.

Sang pendiri ini berjuang mencari klien yang mau menggunakan aplikasi buatannya. Tetapi dengan usahanya yang maksimal, ia menghubungi setiap perusahaan namun mengalami berbagai penolakan. Namun berkat usahanya yang pantang menyerah membuat aplikasi Zoom meeting mulai diterima banyak orang. Bahkan di masa pandemi seperti sekarang, Zoom menjadi platform video populer.

Cara Menggunakan Aplikasi Untuk Meeting Online

Walaupun termasuk populer, masih banyak orang belum mengetahui bagaimana cara menggunakan aplikasi Zoom ini untuk meeting secara daring. Untuk permulaan siapkan perangkat elektronik seperti ponsel pintar atau desktop.

Melansir salah satu situs populer, cara termudah menggunakan layanan ini yaitu melalui browser yang tersemat di PC. Pengguna bisa langsung membuka browser pilihan dan mengunjugi website resmi Zoom. Selanjutnya seperti menggunakan layanan lain, pengguna bisa membuat akun Zoom lebih dulu.

Setelah akun selesai pengguna buat, langsung saja klik login dan lanjutkan dengan My Account. Tujuannya untuk melihat akun tersebut lebih detail. Saat sudah masuk, pengguna akan mendapati tiga pilihan. Yaitu schedule, join ataupun host di aplikasi.

Anda bisa memilih sesuai kebutuhan di antara pilihan tersebut. Kemudian, pengguna dapat merubah profil mereka dengan identitas asli. Di bagian kiri, akan ada banyak pilihan lain salah satunya yaitu Profile.

Sedangkan di posisi bawah terdapat pilihan untuk keluar dari akun Zoom milik penguna. Tak hanya logout dari Zoom di PC, pengguna juga dapat keluar sekaligus dari akun yang tersemat di ponsel. Opsi lainnya adalah Webinars serta Recordings.

Sayang, fitur webinars hanya bisa penguna aktifkan jika berlangganan akun. Sedangkan fitur Recording bisa aktif secara gratis. Kala menggunakan fitur ini, semua partisipan dalam aplikasi Zoom meeting bisa ikut terekam.

Aplikasi FaceTime Besutan Apple Kini Tandingi Zoom

Lewat WWDC 2021, Apple mengumumkan pembaruan mereka dalam FaceTime salah satunya yaitu pengguna Android bisa bergabung. Tentu saja pembarian ini menjadi persaingan ketat antara aplikasi Zoom meeting, Microsoft Teams, Google Meet maupun layanan lainnya.

Lewat kutipan salah satu situs kenamaan, FaceTime akan menyertakan sebuah link. Nantinya link ini bisa menjadi undangan untuk bergabung dalam panggilan video bersama. Link ini bisa pengguna kirim melalui undangan lewat Calendar sebelum rapat mulai.

Link tersebut berfungsi di semua platform yang ada. Seperti web, iPhone bahkan Android. Apple pun menambahkan pembaruan lainnya dalam FaceTime. Sehingga akan menghadirkan pengalaman video call dalam aplikasi lebih mirip dengan bentuk percakapan langsung di kehidupan nyata.

Craog Federighi mengatakan jika saat berbicara langsung, otak manusia memproses banyak hal. Seperti ratusan isyarat bidang sosial, visual maupun pendengaran. Tetapi saat berbicara lewat video call, mereka kerap kehilangan sinyal dan membuat lelah.

Sehingga di tahun ini, Apple membuat panggilan dalam FaceTime lebih alami, hidup dan juga nyaman. Lewat sebuah fitur bernama spatial audio, panggilan pada FaceTime akan berlangsung seperti pengguna tengah duduk di ruangan serupa dengan temannya.

Hal ini mengartikan jika ada orang berada di sebelah kiri layar, audio yang datang juga melalui bagian kiri speaker. Akan tetapi, fitur ini mungkin saja tak berfungsi dengan baik pada sejumlah perangkat kecil seperti ponsel iPhone. Namun bisa menjadi fitur menarik dalam perangkat besar misalnya dalam iMac.

Tentu saja pembaruan yang ada dalam FaceTime menarik semua pengguna. Pasalnya dahulu, fitur ini sifatnya sangat terbatas yakni sesama pengguna perangkat Apple saja.

Namun pembaruan tersebut bisa menjadi peringatan tersendiri untuk Zoom. Bisa juga sebagai pertanda jika aplikasi Zoom meeting harus meningkatkan kualitas mereka.