Asteroid 2021 KN2 Berdiameter 7 Meter, Nyaris Tabrak Bumi

Asteroid 2021 KN2 Berdiameter 7 Meter, Nyaris Tabrak Bumi
Ilustrasi Asteroid 2021 KN2. Foto: Ist/Net

Asteroid 2021 KN2 merupakan batu ruang angkasa kecil yang melintasi Bumi berdasarkan pengamatan para astronom. Kemudian asteroid tersebut menjadi terlihat besar oleh Bumi pada jarak yang lebih dekat  ke planet kita daripada Bulan.

NASA Temukan Asteroid 2021 KN2 Berdiameter 7 Meter, Nyaris Tabrak Bumi

Asteroid melakukan pendekatan dekat dengan Bumi pada akhir bulan Mei.  Lalu asteroid itu ada dalam jarak oleh planet kita sekitar 0,4 jarak Bulan (LDs). Satu LD merupakan jarak antara Bulan dan Bumi, yakni 384.000 kilometer.

Hal tersebut menunjukkan jika asteroid 2021 KN2 datang dalam jarak 154.000 kilometer dari Bumi. Jadi, dalam hal astronomi hanya selebar rambut.

Kecepatan asteroid tersebut melaju 9,8 kilometer per detik saat diperbesar oleh Bumi. Pada kecepatan itulah asteroid mampu mengorbit Bumi dalam waktu sekitar satu jam atau melebihi 35.000 kilometer per jam.

Untuk referensi, Bulan memerlukan waktu sekitar 29 hari dalam mengorbit Bumi. Kita semua sangat beruntung karena asteroid tidak menimbulkan ancaman bagi bumi.

Baca Juga: Asteroid 2021 KT1 Berpotensi Bahaya, Terbang Melewati Bumi

Asteroid ini berada di konstelasi Taurus. Para astronom telah menyediakan bagan pencari asteroid NEO. Termasuk 2021 KN2 yang menunjukkan objek berada di langit mana. 

Hal tersebut mempunyai hubungan dengan bintang yang paling terang. Pada bagan finder pertama mempunyai bidang pandang 50 derajat. Sedangkan yang kedua mempunyai bidang pandang 10 derajat.

Jarak asteroid 2021 KN2 dengan Bumi saat ini adalah 2.137.801 kilometer atau setara dengan 0,014290 satuan astronomi. Untuk menempuh perjalanan dari asteroid sampai pada Bumi membutuhkan waktu 7.1309 detik cahaya. Pendekatan asteroid ini ke Bumi terjadi pada Senin, 31 Mei 2021 pada jarak 144.527 kilometer.

Ukuran Asteroid

Para astronom terkejut dengan kemunculan asteroid tersebut. Pasalnya saat mendekati Bumi mempunyai kecepatan 9,8 kilometer per detik.

Bukan hanya melalui jarak yang aman untuk tak mengancam, namun asteroid ini pun adalah batu ruang angkasa dengan ukuran kecil. NASA menganalisis dan mengungkapkan jika diameter dari asteroid tersebut sekitar tujuh meter. 

Pada ukuran tersebut, asteroid 2021 KN2 akan terbakar di atmosfer Bumi. Apabila tertarik oleh tarikan gravitasi dari Bumi. Akan tetapi pendekatan asteroid tersebut memungkinkan para ilmuwan untuk menganalisa batuan luar angkasa yang melintas.

Asteroid melewati dekat dengan planet kita, atau biasa menyebutnya dengan objek dekat Bumi (NEOs). Hal tersebut akan memberikan kesempatan untuk NASA dalam melihat sejarah tata surya.

Dalam situs JPL, NASA mengatakan jika NEO merupakan komet dan asteroid yang telah mendapat dorongan dari daya tarik gravitasi planet-planet terdekat. Kemudian ke orbit yang memungkinkan asteroid memasuki lingkungan Bumi.

Ketertarikan secara ilmiah pada asteroid dan komet sebagian besar penyebabnya karena status mereka adalah puing-puing yang relatif tidak pernah berubah, yakni dari proses atas pembentukan tata surya yang terjadi pada miliaran tahun silam. 

Baca Juga: Asteroid PDC 2021 Jika Hantam Bumi, Warga Dunia Mengungsi ke Asia

Terbentuknya Planet dan Asteroid

Mengutip asteroid 2021 KN2, planet luar angkasa seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus terbentuk dari proses aglomerasi miliaran komet. Selain itu  dari sisa dari potongan-potongan proses pembentukan komet seperti yang kita lihat saat ini. 

Demikian pula halnya dengan 2021 KN2, merupakan potongan yang tersisa dari aglomerasi awal planet-planet. Misalnya saja Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. 

Evaluasi NASA

Sampai saat ini, para ilmuwan NASA telah mencari banyak cara  untuk mencegah asteroid 2021 KN2 bertabrakan dengan Bumi jika berbahaya. Lalu, kini pesawat ruang angkasa memakai daya tarik gravitasi yang dikembangkan.

Evaluasi NASA terus dilakukan, apakah asteroid merupakan PHA atau berpotensi bahaya. Apabila melihatnya dari segi ukuran dan potensi kedekatan dengan planet kita. Sebab, asteroid yang tidak  mencapai 4.650.000 mil atau diameternya kurang dari 150 meter, maka tidak berpotensi bahaya. 

Waktu terbit dan terbenam mempunyai definisi sebagai saat bagian atas NEO menyentuh cakrawala. Selain itu mempertimbangkan efek pembiasan atmosfer. Karena kondisi atmosfer tidak bisa dimodelkan dengan tepat, sehingga pelaporan waktu dengan memperkirakan beberapa menit.

Para astronom menggunakan simulator tata surya 3D untuk menunjukkan orbit dari 2021 KN2. Sehubungan dengan Matahari dan orbit planet utama.

Dengan demikian posisi dari asteroid tersebut beserta planet dalam diagram mewakili konfigurasi obyek di tata surya saat ini. Asteroid 2021 KN2 merupakan batuan ruang angkasa berukuran kecil. Lalu jarak lintasannya cukup aman dan tidak menjadi ancaman bagi Bumi. (R10/HR Online)

Editor: Jujang