Cegah Kematian, Warga Jabar Diminta Sadar Deteksi Dini Covid-19

Deteksi dini Covid-19
Direktur Utama (Dirut) RSUD Al Ihsan Dewi Basmala Gatot dan Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad saat menjadi pembicara dalam JAPRI (Jabar Punya Informasi) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (11/6/2021). Foto: Dinkes Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Warga Jawa Barat (Jabar) diharapkan meningkatkan kesadaran deteksi dini gejala Covid-19. Hal ini sangat penting dalam menekan dan mencegah risiko kematian.

Salah satunya dengan mengetahui dan memahami gejalanya. Apabila ada masyarakat yang mengalami salah satu gejala sebaiknya datang ke fasilitas kesehatan (fasyankes) terdekat untuk skrining.

Menurut WHO dari situs resminya, gejala umum Covid-19 adalah batuk kering, demam dan lelah. Gejala lainnya adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala dan kehilangan penciuman. Gejala ini biasanya ringan dan bertahap.

Deteksi dini Covid-19 ini belum dilakukan oleh masyarakat. Sehingga banyak pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit dalam kondisi gawat. Saturasi oksigen pasien sangat rendah membuat pasien terlambat mendapat penanganan yang akibatnya kematian.

Dewi Basmala Gatot, Dirut RSUD Al Ihsan mengimbau agar masyarakat untuk mengetahui gejala Covid-19. Lalu langsung skrining ketika mengalami gejala tersebut. Sehingga pasien akan cepat tertangani dan segera mendapat perawatan.

“Pasien banyak yang datang saat kondisinya sudah berat. Ada juga yang meninggal saat penanganan masih dalam IGD,” ujar Dewi saat jadi pembicara dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (JAPRI), Gedung Sate, Bandung, Jumat (11/6/2021).

Kondisi itu terjadi karena tidak adanya deteksi dini Covid-19. Pasien sudah berada dalam rumah cukup lama dan tidak terdeteksi positif Covid-19. Ketika kondisinya semakin berat baru masuk rumah sakit.

Masyarakat Jabar bisa melaporkan apabila mengalami gejala Covid-19 melalui menu Periksa Mandiri dalam aplikasi PIKOBAR. Dengan teknologi artificial intelligence dapat memberikan gambaran awal dan bisa memberikan rekomendasi, apakah perlu penanganan dokter atau cukup isolasi dan istirahat saja.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Covid-19 Daud Achmad mengatakan selain kesadaran deteksi dini juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan 5M. Pemprov Jabar pun akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait kedisiplinan menerapkan Prokes.

“Untuk mengatasi pandemi Covid-19 adalah dengan menerapkan prokes 5M dan tracing, testing dan treatment yang konsisten,” katanya. (R9/HR-Online)

Editor: Dadang