Crypto News Untuk Para Penambang

Crypto News, Untuk Para Penambang
Crypto News, Untuk Para Penambang

Crypto news menjadi buruan para penambang mata uang digital ini. Memang mata uang kripto seperti bitcoin, tether, ethereum, binance coin dan sebagainya menjadi bentuk investasi yang memiliki banyak peminat.

Apalagi sekarang harga dari mata uang kripto mengalami pergerakan yang sangat mengenaskan. Pada kenyataannya, harga mata uang digital sangatlah fluktuatif. Sehingga memiliki resiko sangat tinggi dan kemungkinan besar malah merugikan para investor.

Kendati demikian, crypto currency seperti ini masih saja memiliki banyak peminat. Bahkan para penambangnya masih saja gemar mengoleksi dan menanamkan uang mereka. Karena inilah investor memerlukan crypto news yang pastinya selalu update tiap hari. Sehingga mereka bisa mengambil keputusan tepat saat berinvestasi dalam crypto currency.

Mata Uang Terbaik Dalam Crypto News

Pada crypto news yang pertama, para investor akan bertanya-tanya asset kripto dengan kinerja terbaik. Tak jarang kategori yang mereka tetapkan paling baik sejak awal tahun hingga sekarang yakni Juni 2021. Sering kali asset kripto terbaik berubah-ubah sesuai pergerakan harganya.

Tetapi berdasarkan salah satu sumber terpercaya, perhari Senin kemarin terdapat salah satu asset dengan kinerja paling baik di tahun ini. Asset tersebut adalah binance coin atau terkenal dengan nama BNB.

Binance coin menghasilkan kinerja paling tinggi di antara asset lainnya. Yakni sebesar 935,61% dengan cartapi berdasarkan salah satu sumber terpercaya, perhari Senin kemarin terdapat salah satu asset dengan kinerja paling baik di tahun ini. Asset tersebut adalah binance coin atau terkenal dengan nama BNB.

Binance coin menghasilkan kinerja paling tinggi di antara asset lainnya. Yakni sebesar 935,61% dengan cara YTD atau year to date. Sehingga kini harganya menuju 394, 98 US Dollar. Sedangkan di urutan kedua terisi dengan asset kripto berbeda.

Posisi tersebut berupa koin cardano atau nama lainnya yakni ADA. Asset ini mengalami kenaikan harga sampai 789,90% YTD dan angkanya kini mencapai 1,71 US Dollar. Sementara itu, pada posisi ketiga uang kripto terbaik sampai Juni 2021 terisi oleh Ethereum atau ETH.

Ethereum mengalami peningkatan sampai 276,70% YTD menuju 2.765 US Dollar. Di sisi lain, Bitcoin atau BTC mengalami peningkatan yang cenderung sedikit. Kenaikan BTC hanya berkisar 33,81 % YTD saja menuju 36.126 US Dollar.

Kinerja dari teher atau USDT dalam crypto news mengalami penguatan. Kisarannya menguat sebesat 0,14% YTD menuju 1 US Dollar.

Negara Pertama yang Jadikan Mata Uang Kripto Bitcoin Sebagai Pembayaran

Selain asset yang memiliki kinerja terbaik, crypto news selanjutnya tentang negara yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran. Salah satu negara yang memiliki potensi menggunakan asset kripto yaitu El Salvador.

Presiden dari negara ini yakni Salvador Nayib Bukele menyatakan terkait kemungkinan ini. Ia berkata jika pada minggu ini, pemerintah akan mengirim RUU ke pihak Kongres. Tujuannya ialah untuk menjadikan transaksi asset kripto yakni Bitcoin bersifat legal.

Sang presiden juga menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana tersebut. Yaitu pemerintahan di negara ini akan melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan yang bergerak di bidan keuangan digital. Adapun perusahaan yang hendak bekerja sama dengan presiden bernama Strike.

Tujuannya ialah menyiapkan logistic maupun infrastruktur terkait aturan tersebut. CEO Strike yakni Jack Mallers pun turut menanggapi hal tersebut. Jack berkata jika lebih dari 70% populasi penduduk El Salvador tidak mempunyai akun bank. Sehingga sebagian besar dari mereka tak terdaftar dalam sistem keuangan.

Jack Mallers juga menambahkan jika pemerintah El Salvador telah meminta dirinya untuk membuat sebuah rencana. Bentuk rencana ini yang dapat melihat Bitcoin menjadi mata uang dunia yang bisa membantu para warga.

Kebijakan dalam crypto news ini tampaknya memiliki potensi akan pihak Kongres setujui. Sebab bersarnya anggota legislatif asalnya dari populis pada sayap kanan.

Mata Uang Kripto Lesu Bersamaan

Salah satu crypto news uang investor begitu perhatikan ialah pergerakan nilai harga pada masing-masing asetnya. Berbagai mata uang kripto terlihat lesu di perdagangan hari Selasa 8 Juni pagi tadi. Koin kapitalisasi pasar paling besar yakni Bitcoin anjlok cukup dalam.

Nilai penurunan bitcoin sendiri mencapai 10 persen dalam kurun waktu seminggu terakhir. Kisaran ini berarti mengalami penurunan sebanyak 7,08% dalam satu hari belakangan. Penurunan tersebut jatuh ke level US $33,72 ribu untuk satu koinnya.

Mengacu pada perbandingan di sumber terpercaya, ethereum rupanya juga mencatat koreksi terhadap nilainya. Koreksi yang terjadi dalam ethereum besarnya sampai 5,6 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Sehingga nilainya mendarat pada level 2.604 US Dollar.

Sementara itu, salah satu koin pilihan CEO Tesla yakni Elon Musk yaitu dogecoin juga mengalami penurunan. Asset tersebut anjlok sampai 9,6 persen dalam kurun waktu 24 jam. Hal ini berarti angka penurunan dalam satu minggu terakhir mencapai 0,18 perser. Dogecoin sekarang memiliki harga jual untuk satu kepingnya yakni US $0,3353.

Senasib dengan asset lainnya, binance coin sendiri juga anjlok hingga 8,53% dalam 24 jam belakangan. Posisinya terakhir berada di level 363,41 US Dollar. Tetapi dalam kategori mingguan, asset ini mengalami peningkatan hingga 2,35%.

Deretan koin lain yang mengalami koreksi cukup banyak. Seberti qtum, fantom, compound, klaytn, siacoin, serta siacoin. Secara menyeluruh, pasar kripto global dalam crypto news mengalami angka penurunan hingga 6,83 persen. Angka ini berdasar pada kapitalisasi pasar dengan nilai US $1,55 triliun dalam kurun waktu 24 jam.

Berita Penyebab Harga Kripto Kini Anjlok

Penurunan yang terjadi pada asset di crypto news bukanlah tanpa ada sebab. Misalnya saja nilai bitcoin langsung menurun drastis pasca China memberikan sebuah peringatan yang serius. China akan menindak tegas para pelaku penambangan mata uang crypto.

Tak hanya itu, tindakan tegas juga akan berlaku untuk praktik perdagangan crypto di negara China. Liu He selaku wakil PM China beserta Dewan Negara menyatakan alasan berlakunya peraturan tersebut. Pihaknya berkata tujuannya yaitu sebagai perlindungan pada sistem keuangan.

Serta pihaknya akan melakukan razia pada praktik penambang maupun perdagangan mata uang Bitcoin. Razia tersebut sebagai upaya pencegahan munculnya suatu resiko sistematik yang berasal dari individu. Setelah kabar ini beredar, harga Bitcoin sendiri langsung jatuh dengan kisaran 8,5% lebih.

Bahkan sejumlah asset lainnya sudah anjlok 40% lebih dari puncak tertingginya. Penyataan keras dari China ini muncul berselang sehari pasca pejabat AS berjanji akan bersikap tegas terhadap orang-orang yang memanfaatkan Bitcoin untuk upaya praktik illegal.

Contoh pemanfaatannya tersebut termasuk upaya penggelapan di bidang perpajakan. Departemen keuangan juga mengatakan jika wajib melapor saat mengirim uang crypto. Apalagi jika nominalnya lebih dari 10.000 dollar seperti pada uang tunai.

Kekhawatirkan China tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya beredar sejumlah isu terkait penambangan bitcoin. Aktivitas tersebut dilakukan oleh komputer yang menggunakan energu jumlah besar guna membuka mata uang crypto. Bahkan salah satu crypto news juga berupa kekhawatiran pihak berwenang di seluruh dunia tentang mata uang ini guna melancarkan praktik illegal.