Dogecoin, Cryptocurrency Yang Ikut Melemah

Dogecoin, Salah Satu Cryptocurrency Yang Ikut Melemah
Dogecoin, Salah Satu Cryptocurrency Yang Ikut Melemah

Dogecoin bukan sebuah istilah baru lagi terutama para pecinta juga penambang mata uang kripto. Sebab nama tersebut masuk ke dalam market kripto seperti Bitcoin, Ethereum dan sebagainya.

Seperti mata uang kripto pada umumnya, harga dari asset tersebut juga mengalami kenaikan serta penurunan cukup fantastis. Terlebih kini cryptocurrency mengalami pergerakan yang cukup mengkhawatirkan.

Beberapa waktu lalu, harga Bitcoin mengalami penurunan namun tak berpengaruh pada Dogecoin. Akan tetapi kini asset tersebut ikut menurun seiring mata uang kripto lainnya. Sudahkah para penambang tahu tentang Dogecoin ini?

Mengenal Dogecoin

Adapun Dogecoin sendiri merupakan mata uang digital atau cryptocurrency yang saat ini sedang naik daun. Meskipun tergolong baru, mata uang satu ini mampu bersaing di market beserta nama besar lainnnya.

Popularitas koin Kripto ini meledak bahkan mendapatkan lebih dari 5000 persen di awal tahun 2021 lalu. Salah satu faktor penguatnya ialah CEO Tesla yakni Elon Musk. Kala itu, Elon menyebut jika mata uang kripto satu ini sebagai favoritnya.

Kemunculannya sendiri berasal dari ide Jackson Palmer. Ia adalah seorang manager di perusahaan Adobe Inc. di kawasan Sydney Australia. Palmer menciptakan mata uang digital satu ini sebagai bentuk sindiran pada cryptocurrency.

Palmer pun memberikan logo mata uang ini dari Meme yang saat itu tengah populer. Kata doge pun merupakan kesengajaan salah eja guna menggambarkan Shiba Ini, yakni anjing asal Jepang. Di kawasan Portland Oregon, salah satu pengembang perangkat lunak hendak membua mata uang elektronik.

Ia adalah Billy Markus, namun mengalami kesulitan saat mempromosikan usahanya tersebut. Markus pun menemukan desas desus tentang mata uang tersebut. Markus pun menghubungi Palmer guna mendapat izin pembangunan perangkat lunak untuk mata uang ini.

Pada 6 Desember 2013 silam, Palmer beserta Markus secara resmi merilis Dogecoin. Dua minggu setelahnya, di 19 Desember 2013 nilainya melonjak sampai 300 persen. Di tahun pertamanya, komunitas penggemar mata uang ini menyumbangkan sebanyak 23 juta koin.

Hal ini sebagai pendaaan perjalanan tim Bobsleigh Jamaika menuju Olimpiade di tahun 2014 silam. Mereka membuat sumur di kawasan Kenya juga mensponsori driver NASCAR. Selanjutnya di tahun 2019, Dogecoin mengalami kelonjakan nilai bersama mata uang lainnya. Kenaikan tersebut karena mata uang ini sudah terdafta dalam bursa resmi Kripto Binance.

Cara Kerja Mata Uang Digital Tersebut

Untuk cara kerja dari Dogecoin pada dasarnya serupa dengan Bitcoin maupun Ethereum. Mata uang tersebut berjalan dalam teknologi bernama blockchain. Seperti asset kripto lainnya, jaringan blockhain mata uang ini menggunakan suatu kriptografi.

Gunanya ialah menjaga setiap transaksi tetap aman. Pembelian mata uang ini juga bisa melalui bursa cryptocurrency misalnya Binance maupun Kraken. Sama dengan cryptocurrency lainnya, setelah membeli mata uang ini penambang selanjutnya memindahkan dalam dompet kripto.

Membeli mata uang digital Doge saat ini menjadi suatu penghargaan. Melansir salah satu sumber, CEO Bitwave Pat White memberikan kewaspadaan pada mata uang satu ini serta asset lainnya. Ia berkata jika keamanan beserta pengawasan level kode tidak memiliki kesamaan dengan Bitcoin maupun Ethereum.

Terlebih Doge tak mempunyai komunitas sehingga eksposur pada serangan level penambangan berada jauh di atas mata uang Bitcoin. Jika anda tertarik untuk menambang mata uang ini, terdapat sejumlah cara untuk melakukannya.

Pertama ialah mining sendiri atau terkenal dengan solo mining. Di mana penambang akan berkompetisi bersama miner dalam ekosistem. Selanjutnya ialah bergabung bersama Mining Pool. Adapun mining pool merupakan kelompok miner yang sepakat agar besama-sama melakukan penambangan.

Berikutnya adalah melakukan Coud Mining. Di mana penambang menyewa komputer milik orang lain guna menambang Dogecoin. Sehingga anda tak repot mempunyai hardware maupun memasang sejumlah software.

Harganya Kini Ikut Anjlok

Harga sejumlah mata uang kripto di hari Senin cenderung bergerak variatif bahkan menguat. Hal ini berlangsung setelah minggu lalu mengalami pelemahan cukup signifikan. Tetapi rupanya hal tersebut tidak berlaku untuk Dogecoin.

Berdasarkan data dari sumber, mata uang Kripto yakni Bitcoin menurun hingga 0,86 persen menuju US$ 35.327,40 untuk satu koinnya. Nilai ini setara dengan Rp. 507.760.938 perkoin. Sementara itu Binance Coin juga mengalami penurunan sampai 0,11 persen.

Nilainya kini menuju US$ 334,35 satu koin atau Rp. 4.817.350 perkoin. Litecoin mengalami pelemahan sekitar 0,51 persen ke nilai US$ 152, 45 perkoin. Harganya kini setara dengan Rp. 2.195.278/ koin. Terakhir ada Dogecoin merosot sampai 3,41%. Sehingga nilainya kini US$ 0,270 atau Rp. 3.887 untuk satu koinnya.

Sementara itu, sejumlah mata uang kripto lainnya mengalami kenaikan. Di antaranya Ethereum melesat sampai 1,1%. Nilainya kini US$ 2.205,86 satu koinnya atau Rp. 31.763.144 perkoin. Lonjakan harga juga berlaku untuk Chainlink di mana angkanya meningkat hingga 3,52 %. Kini nilainya mencapai US$ 21,21 atau Rp. 304.894 perkoinnya.

Cardano juga menguat sampai 0,22% ke posisi US$ 1,340 yakni Rp. 20.127 untuk satu koinnya. Ripple rupanya ikut tumbuh sebesar 0,65%. Nilainya kini US$ 0,749 atau Rp. 10.772 perkoin. Pada minggu lalu, mayoritas mata uang kripto memang masih belum sepenuhnya pulih.

Bahkan di antara mata uang kripto masih termasuk dalam kategori melemah. Dari pelemahan yang berlangsung dari minggu lalu, Dogecoin menjadi yang paling parah. Bahkan presentasi penurunannya sampai 15,38% di pekan lalu.

Sekarang Sudah Ada Dalam Platform Zipmex

Zipmex mengumumkan jika mereka sudah menghadirkan asset kripto viral dan populer yakni Dogecoin dalma platfromnya sejak 17 Juni. Peluncuran tersebut berlangsung bersama dengan sejumlah asset kripto lainnya.

Aset tersebut antara lain XLM Stellar Lumen, ADA atau Cardano juga BNB yakni Binance Coin. Yoga Sades Sugeharto selaku Country Head Zipmex Indonesia menanggapi hal ini. Ia berkata jika cuitan Elon Musk berhail membuat popularitas Doge mengalami kenaikan.

Sehingga koin yang mulanya hanya sebagai candaan di kalangan penambang kini menjadi salah satu asset yang memiliki kapitalisasi terbesar. Saat ini, Doge pun menjadi asset kripto yang banyak orang lirik selain Bitcoin yang terkenal sebagai top of mind.

Kehadiran Doge menjadi ragam asset kripto yang ada dalam platform Zipmex. Yoga pun berharap masyarakat kian tertarik melakukan invesasi melalui platform ini. Apalagi Zipmez mempunyai sejumlah produk ungulan yakni ZipLock serta ZipUp.

Sebagai bentuk perayaan meluncurnya mata uang baru, Zipmex akan memberikan koin Doge gratis untuk sejumlah pengguna baru. Sehingga pengguna yang membuat akun baru di Zipmex dalam kurun waktu 17 sampai 30 Juni mendapat dua koin Doge secara gratis.

Caranya sendiri tergolong mudah. Pengguna hanya memasukkan kode referral Doge dalam kolom tersedia kala membuat akun. Setelah itu, pengguna baru bisa menerima bonus yakni 2 Doge pada kurun waktu 1×24 jam saja.

Meskipun nilainya saat ini tengah turun, investasi Dogecoin masih memiliki banyak peminat. Namun anda harus mengetahui resiko menambang dalam cryptocurrency yang bernilai fluktuatif.