Dr Aqua Sebut Keterbatasan Harus Menjadi Pendorong Kesuksesan

Dr Aqua Sebut Keterbatasan Harus Menjadi Pendorong Kesuksesan
Pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana menjadi pembicara dalam kegiatan sharing komunikasi dengan 150 mahasiswa via zoom, Sabtu (5/6/2021). Foto:Istimewa

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana menjadi pembicara dalam kegiatan sharing komunikasi dengan 150 mahasiswa via zoom, Sabtu (5/6/2021).

Pada kesempatan itu, Aqua meminta kepada mahasiswa agar jangan minder dengan keterbatasan dan latar belakang kehidupan keluarga yang sederhana.

“Jangan minder apalagi menyalahkan nasib,” ujar Aqua.

Justru lanjut Dr Aqua, keterbatasan harus menjadi pendorong diri kita agar bisa menghadapi tantangan menuju kesuksesan.

Ia pun bercerita mengenai sejarah kehidupannya yang diawali dari keluarga kurang mampu, sampai menjadi seorang pakar komunikasi nasional.

Dr Aqua yang mengaku berhenti kerja sejak tahun tahun 2005 silam.

Saat itu, ia lebih fokus melakukan kegiatan silaturahmi sharing komunikasi hingga memberikan sumbangsih untuk masyarakat umum.

“Dulu saya lahir di Pematang Siantar Sumatera Utara dari keluarga sederhana, tapi itu tidak membuat saya meratap,” ungkapnya.

Dr Aqua justru bersyukur lahir dari keluarga sederhana, hal tersebut menjadikannya agar selalu bekerja keras.

“Saya sebelumnya tidak menyangka bisa kuliah bahkan jadi seorang doktor,” katanya.

Baca Juga: Dr Aqua Sebut Keterampilan Komunikasi Kunci Sukses Program Menarik

Perjalanan Karier Dr Aqua Dwipayana

Aqua menceritakan, tahun 1988 ia berangkat ke Kota Malang, Jawa Timur, berbekal uang Rp 250.000 untuk kuliah di jurusan ilmu komunikasi.

Dr Aqua bercita-cita ingin menjadi wartawan seperti ayahnya.

“Saat kuliah saya sering menulis artikel di media cetak seperti Jawa Pos dan media lainya, penghasilannya saya gunakan untuk tambahan kuliah,” jelasnya.

Kata dia, tahun 1989 ia resmi menjadi seorang wartawan di harian Suara Indonesia anak perusahaan Jawa Pos.

“Waktu itu gaji saya Rp 200 ribu, uang tersebut untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan membantu biaya kuliah kakaknya di Jogja,” ungkap Dr Aqua.

Tak hanya di Suara Indonesia, Aqua sempat berkiprah di Jawa Pos dan Bisnis Indonesia.

Tahun 1994 Aqua berhenti jadi wartawan dan bekerja di PT Semen Cibinong tahun 1995.

Sampai akhirnya tahun 2005, Aqua berhenti bekerja sebagai wartawan dan sepenuhnya menjadi seorang pakar komunikasi dan motivator.

Hingga saat ini, Dr Aqua sudah mengelilingi 34 negara dan telah memotivasi ratusan ribu orang. (Jujang/R8/HR Online)

Editor: Jujang