Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita TerbaruFakta Hujan Meteor Bootid, Puncaknya Terjadi Minggu Ini

Fakta Hujan Meteor Bootid, Puncaknya Terjadi Minggu Ini

Fakta hujan meteor Bootid akan aktif bulan Juni hingga Juli 2021. Kemudian menghasilkan tingkat puncak meteor minggu ini. 

Selama periode ini akan terdapat peluang untuk melihat meteor June Bootid pada setiap kali titik pancaran hujan. Tepatnya berada di konstelasi Bootes yang berada di atas cakrawala. Jumlah meteor yang terlihat akan meningkat semakin tinggi titik pancaran di langit. 

Baca Juga: Fakta Hujan Meteor Arietid, Fenomena Alam Langka

Fakta Hujan Meteor Bootid Terlihat dari Indonesia

Pancuran akan aktif setiap hari dari senja hingga pukul 02.00. Apabila dilihat dari Jakarta, Indonesia, titik pancarannya terbenam di bawah ufuk barat. 

Melansir in-the-sky.org, pancuran itu kemungkinan akan menghasilkan tampilan terbaiknya pada pukul 20.00 WIB. Yakni pada saat titik pancarannya paling tinggi di langit. 

Hampir setiap tahun fakta hujan meteor Bootid menghasilkan kurang dari selusin bintang jatuh tiap jamnya. Namun, tampilan musim panas kecil daripada Perseid Agustus yang produktif. Kemudian dapat dilihat rata-rata 50 hingga 60 meteor per jam. 

Namun lain halnya tahun ini, Bootid akan mencapai puncak saat bulan telah terbenam. Kemudian meninggalkan langit gelap selama jam pengamatan yang terbaik. Pada saat tengah malam waktu setempat hingga dini hari akan terlihat hujan meteor.

Terlebih lagi, tidak menutup kemungkinan Bootid akan hadir dengan pesona yang lebih hidup daripada biasanya.  Belum diketahui secara tradisional, bila meteor ini sebagai hujan yang sangat dramatis bagi para pengamat. 

Akan tetapi, terdapat kemungkinan terjadi peningkatan aktivitas yang tidak terduga dari Bootid. Sehingga para pengamat dapat melihatnya dengan layak. Hal tersebut merupakan pernyataan dari astronom residen di HR MacMillan Space Center di Vancouver, Kanada, Raminder Singh Samra.

Meskipun terdapat prediksi ledakan agak sulit, namun terdapat beberapa contoh pada tahun sebelumnya ketika hujan mulai berkobar.  Dimana pada pengamatan terdapat lebih dari seratus meteor setiap jamnya. 

Baca Juga: Hujan Meteor Quadrantid, Simak Kapan Terjadi dan Bagaimana Melihatnya

Semburan Bootid

Seperti pada tahun sebelumnya, fakta hujan meteor Bootid kemungkinan penyebabnya karena puing-puing berukuran butiran pasir. Menurut prediksi merupakan sisa dari komet yang lewat. 

Saat ada komet mendekat Matahari, kemudian esnya akan mengalami penguapan. Sehingga akan melepaskan debu dan kadang berupa gumpalan batu kecil. Jejak-jejak puing tersebut lalu akan mengendap pada orbit yang mengelilingi Matahari. 

Ketika Bumi melintasi jejak partikel komet, maka debu akan terbakar di atmosfer kita. Hal tersebut akan menciptakan garis terang yang kita lihat sebagai meteor. 

Para astronom berpikir jika Bootid terikat dengan komet Pons-Winnecke. Komet ini mempunyai periode pendek yang mengelilingi Matahari setiap 6,4 tahun. 

Tampilan Bootid

Bootid menawarkan pesona yang luar biasa pada tahun sebelumnya, yakni tahun 1916, 1921 dan 1926. Pasalnya, komet induk melintasi orbit planet kita. 

Ledakan besar berikutnya terjadi pada akhir Juni 1998, setelah hampir tujuh dekade mengalami kekeringan. Saat sekelompok meteor dan bola api tampak dari seluruh belahan bumi utara. 

Para pengamat mempercayai jika ledakan aktivitas fakta hujan meteor Bootid mungkin karena pertemuan dekat komet dengan Jupiter pada tahun 1800 an. Lalu menghasilkan gumpalan partikel dalam jejak puing-puing. 

Meteor Menjadi Lambat dan Cerah

Bootid akan menyala dalam waktu dekat, meskipun tidak terlalu cerah. Bulan ini, langit bebas akan menawarkan kesempatan terbaik untuk melihat hujan meteor. 

Fakta hujan meteor Bootid akan tampak memancar pada langit barat daya dalam konstelasi Bootes the Herdsman. Para pengamat lebih mengenal Bootid sebagai meteor yang relatif lambat dalam kecepatan sekitar 40.000 mil per jam dan lebih terang. Hal tersebut merupakan sepertiga dari kecepatan sebagian besar meteor tahunan lainnya. 

Saat ini, rotasi Bumi membuat Jakarta menghadap ke arah datangnya meteor secara optimal. Sehingga dapat memaksimalkan jumlah hujan secara vertikal ke arah bawah. Dengan demikian akan menghasilkan jalur pendek dekat dengan titik pancaran. 

Di lain waktu, meteor akan cenderung masuk atmosfer pada sudut miring. Kemudian menghasilkan meteor yang mempunyai umur panjang. Kemungkinan melintasi area langit yang luas sebelum akhirnya benar-benar terbakar. 

Setiap kali Bumi melewati titik tertentu dalam orbitnya, maka akan terjadi hujan meteor setiap tahunnya. Karena Bumi melintasi aliran material tertentu. 

Kemudian meteor yang terkait dibedakan dari lainnya. Sebab, mempunyai jalur memancar keluar dari titik yang sama di langit. Pada saat yang sama menunjuk kembali ke arah dari mana gerakan orbit membawanya. 

Hal ini terjadi karena partikel pasir dalam aliran bergerak menuju arah yang hampir sama, yakni saat melintasi orbit Bumi. Fakta hujan meteor Bootid menyerang Bumi dari arah yang hampir sama, begitu pula terdapat kesamaan dalam kecepatannya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang