Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Kemenag Kota Banjar; Dana Haji Aman

Gagal Berangkat
Ratusan jemaah haji gagal berangkat ke Tanah Suci, namun dana haji milik para jamaah, baik yang gagal berangkat tahun ini maupun yang sudah mendaftar sebagai peserta calon haji dipastikan aman. Foto: Net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ratusan jemaah haji gagal berangkat ke Tanah Suci, namun dana haji milik para jamaah, baik yang gagal berangkat tahun ini maupun yang sudah mendaftar sebagai peserta calon haji dipastikan aman.   

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Jawa Barat, H. Badruzaman, melalui Kasi Haji dan Umroh, H. Endang Syarif Hidayat mengatakan, dana haji milik para jamaah yang sudah mendaftar maupun yang keberangkatannya tertunda dipastikan aman dan dikelola dengan amanah.

Selain itu, kata Endang Syarif, sampai sejauh ini tidak ada jamaah yang mengajukan pembatalan sebagai peserta jemaah calon haji.

Meski ada dua orang peserta yang mengambil kembali setoran pelunasan, namun itu tidak menjadikan jemaah tersebut batal atau gugur sebagai peserta jemaah calon haji.

Karena yang peserta ambil hanya dana pelunasannya saja, bukan seluruhnya. Adapun dana pelunasan setoran haji tersebut jumlahnya sebesar Rp 10, 6 juta per jamaah.

“Dana jemaah haji di Kota Banjar secara keseluruhan aman dan masih tersimpan. Jadi tidak perlu khawatir,” kata Endang Syarif kepada HR Online, Senin (07/06/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, sampai saat ini jumlah pendaftar haji untuk Kota Banjar yang sudah terdaftar sebanyak 2.861 orang dengan kuota 175 orang, dan masa tunggu 17 tahun.

Sementara, jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini dan tahun 2020 akibat terdampak pandemi, mereka merupakan para jemaah haji yang telah mendaftar sejak tahun 2012.

Kemenag Kota Banjar; Layanan Pendaftaran Calon Haji Tetap Buka

Meski tahun ini pemberangkatannya tertunda lagi, namun proses pendaftaran dan berbagai kesiapan seperti pelatihan ibadah haji, masih tetap berjalan. Artinya tidak ada penutupan.

“Tahun ini memang kembali ada penundaan karena situasi pandemi. Tapi untuk layanan pendaftaran kami tidak ada kendala. Jadi, tetap berjalan seperti biasanya,” terang Endang.

Selain memastikan keamanan dana haji, Endang juga menyebutkan, berdasarkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Jemaah calon haji yang meninggal atau mengalami sakit permanen bisa dialihkan kepada ahli warisnya.

Ahli waris yang bisa menggantikan tersebut seperti suami atau isteri, anak kandung dan saudara kandung. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang langsung batal. Dana hajinya juga dikembalikan.

“Sekarang kami mulai menerapkan peraturan terbaru tentang pengalihan haji untuk ahli waris bagi keluarga yang terdaftar namun berhalangan berangkat. Misalnya karena sakit permanen atau meninggal dunia,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah