Galaksi Spiral NGC 3254, Terletak di Rasi Leo Minor

Galaksi Spiral NGC 3254, Terletak di Rasi Leo Minor
Ilustrasi Galaksi Spiral NGC 3254. Foto: Ist/Net

Galaksi spiral NGC 3254 terletak sekitar 118 juta tahun cahaya di rasi Leo Minor. NGC 3254  sebagai IRAS 10265+2944, LEDA 30895, dan UGC 5685. Penemunya adalah astronom asal Inggris kelahiran Jerman, bernama William Herschel pada 13 Maret 1785.

Para astronom dalam studynya menggunakan teleskop luar angkasa Hubble NASA ESA. Kemudian mengambil gambar secara terperinci dari bagian spektakuler galaksi ini. 

Fakta Galaksi Spiral NGC 3254, Mempunyai Inti yang Sangat Aktif

Berdasarkan gambar yang terlihat, NGC 3254 tampak seperti galaksi spiral biasa. Hal tersebut bila terlihat dari samping. Para astronom menggunakan Wide Field Camera 3 (WFC3) Hubble untuk melakukan pengamatan terhadap galaksi ini.

Mengutip theskylive.com, kapasitas WFC3 dapat mengamati sinar ultraviolet, sinar inframerah dekat, dan sinar tampak. Gambar ini merupakan gabungan dari pengamatan dalam sinar tampak dan inframerah. Sehingga hasil gambar terlihat lebih tajam dan jelas dengan warna yang sempurna.

Galaksi spiral NGC 3254 mempunyai rahasia menarik yang tersembunyi di depan mata. NGC 235 merupakan galaksi Seyfert, mempunyai artian jika ia memiliki inti yang sangat aktif. 

Pada umumnya, NGC 3254 sebagai inti galaksi yang aktif. Kemudian akan melepaskan energi sebanyak bagian galaksi lainnya secara bersamaan. 

Baca Juga: Galaksi Spiral NGC 4680 Termasuk Lentikular? Sulit Diklasifikasikan

Kelas Galaksi Aktif

Ada sekitar 10% dari semua galaksi dianggap sebagai galaksi seyfert. Jadi, jenis galaksi ini tidak jarang. Mereka termasuk dalam kategori kelas galaksi aktif.

Galaksi spiral NGC 3254 mempunyai lubang hitam supermasif di pusatnya. Secara aktif menambah materi yang melepaskan sejumlah besar radiasi saat bertambah. Terdapat jenis galaksi kedua yang jauh lebih aktif. Para astronom sering menyebutnya sebagai quasar.

Inti aktif dari galaksi Seyfert seperti NGC 235. Merupakan galaksi paling terang saat mengamatinya dalam cahaya di luar spektrum yang terlihat. Pada panjang gelombang lain, gambar akan terlihat sangat beda. Inti galaksinya akan bersinar sangat terang. 

Lubang Hitam Supermasif

Galaksi spiral NGC 3254 sekitar 76 juta tahun cahaya dengan pergeseran merah dan 94 juta dan pengukuran non-pergeseran merah. Memakai jarak yang lebih pendek, para astronom mendapatkan ukuran 112.000 tahun cahaya. Jarak tersebut lebih jauh ukurannya, yakni 142.000 tahun cahaya. 

Hal tersebut sangat luar biasa besar. Jadi, para astronom akan menggunakan jarak yang lebih dekat. Dengan demikian, ukuran lebih kecil, namun dapat membuatnya tampak besar dari galaksi Bima Sakti. 

Sama halnya galaksi milik kita, tampaknya MGC 3254 mempunyai tonjolan kecil pada intinya. Hal itu menunjukkan lubang hitam supermasif yang lebih kecil daripada pusatnya. 

Galaksi spiral NGC 3254 berada dalam program pengamatan H400 kedua. Di sisi lain, ada sumber titik dekat yang berada di timur ujung atas NGC 3254. Merupakan galaksi yang menempatkan pergeseran merah spektroskopi.

Sementara para astronom dapat melihat quasar pada jarak 11,68 miliar tahun cahaya. Untuk melihatnya pada pergeseran merah. Quasar sangat terang sehingga mendominasi dan menyembunyikan sebagian besar jejak galaksi tempatnya berada.

Baca Juga: Galaksi Spiral NGC 5037 Menakjubkan, Detail Luar Biasa Terlihat

Tangkapan WFC3

Tidak ada dekonvolusi dengan pencahayaan hanya 40 menit saja. Sampel gambar galaksi spiral NGC 3254 diambil perangkat lunak binning ke 3x melihat. Sehingga menghasilkan gambar yang tajam.

Dua asteroid terletak di sisi timur jauh dari bingkai gambar saat mengambilnya. Salah satunya cukup terang sehingga jejak warna dapat terlihat. Latar belakangnya merupakan cahaya langit. 

Untuk mengamatinya menggunakan dua bingkai biru dan dua luminance di sisi timur meridian. Berbalik ke sisi lain, lalu mengambil sisanya. 

Sebagian besar harus menyimpan merah untuk bisa bertahan. Karena penglihatan yang buruk, penyebabnya adalah banyaknya warna lain. Permainan warna sangat penting untuk menghasilkan gambar alami dari hasil pengamatan.

Resolusi yang tinggi dari data warna sama sekali tidak menjadi hal yang penting. Akan tetapi, memperoleh intensitas warna yang benar merupakan hal paling utama. Dengan cara ini, keseimbangan warna merah dan biru pada ketinggian yang hampir sama. 

Hijau sejauh ini menjadi warna yang tidak penting. Dengan mudah dapat mengkompensasi terlalu sedikit hijau. Ketika malam hari sulit melihat galaksi spiral NGC 3254. Menyimpan hijau daripada merah untuk data terendah yang diambil. Kemudian ada penambahan excalibrator yang membuat pekerjaan seimbang untuk warna pendek. (R10/HR Online)

Editor: Jujang