Harga Kedelai Naik, Pedagang Tahu Tempe di Kota Banjar Tentukan HET

Harga Kedelai
Sekertaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti. Foto: Sandi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Karena harga kedelai naik, Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (KUKMP), telah melakukan rapat bersama para pedagang/pengrajin tahu tempe dan distributor di Kota Banjar.

Kadis KUKMP Kota Banjar, Edi Herdianto, melalui Sekertaris DKUKMP, Neneng Widya Hastuti mengatakan, rapat bersama digelar setelah adanya aksi mogok massal para pedagang tahu tempe di Pasar Banjar. Dalam rapat tersebut, pihaknya membahas tentang kenaikan harga kacang kedelai.

“Untuk masalah kestabilan harga kedelai, kami sudah memfasilitasi pertemuan antara pedagang dan pengrajin dengan distributor kedelai. Hasilnya, untuk harga kedelai tidak mungkin untuk turun,” kata Neneng Widya, Rabu (09/06/2021).

Ia menjelaskan, penyebab harga kedelai naik akibat adanya persaingan impor antara Amerika dan China. Sehingga, pembelian kedelai impor ke Indonesia menjadi kendala.

“Sementara pedagang tahu tempe menggunakan kedelai dari Amerika, dan hal itu menjadi fenomena global,” paparnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, maka berdasarkan hasil yang telah mendapat kesepakatan bersama, para pedagang dan pengrajin tahu tempe telah menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Seperti yang diusulkan kemarin oleh para pedagang dan pengrajin, ada kesepakatan untuk menentukan harga eceran tertinggi. Intinya, jangan menjual dengan harga yang sudah disepakati antara empat sampai lima ribu. Jika ada yang tidak kompak akan kena sanksi,” tandas Neneng Widya.

Baca Juga : Pelaku Usaha Terdampak Corona, Dinas KUKMP Kota Banjar: Ada Bantuan Pemerintah

Pengrajin Tahu Terkendala Harga Kedelai

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Tahu Pasar Banjar, Enceng Rahmat mengatakan, jika harga kedelai terus melambung tinggi, maka hal itu harus menjadi perhatian pemerintah.

“Kalau terus-menerus harga kedelai naik, sudah seharusnya pemerintah memberikan subsidi terkait hal tersebut. Saya juga sudah mengajukan subsidi untuk kedelai jika harganya terus naik,” ujarnya.

Kendati demikian, kata Enceng, bahan baku untuk membuat tahu tempe sangatlah melimpah. Hanya saja pengrajin terkendala harga kedelai yang kian melambung.

“Kalau nanti tidak ada subsidi dari pemerintah, mungkin bisa saja harga tahu tempe naik,” pungkasnya. (Sandi/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah