Jenis Sekring Motor, Ketahui Spesifikasinya Berdasar Warna dan Ukuran

Jenis Sekring Motor, Ketahui Spesifikasinya Berdasar Warna dan Ukuran
Ilustrasi Jenis Sekring Motor. Foto: Ist/Net

Jenis sekring motor berbeda-beda dengan fungsi yang sama, yaitu sebagai pengaman untuk menghindari terjadinya korsleting. Setiap kendaraan beroda dua tentunya juga memiliki pengaman sistem kelistrikan ini.

Meskipun bentuknya yang kecil dan mungil, namun sekring memiliki peran yang penting dalam kendaraan. Tanpa adanya komponen satu ini, kendaraan sangat mungkin untuk mengalami mogok. Bahkan dalam kasus tertentu, kendaraan bisa saja mengalami kebakaran.

Baca Juga : Sekring Motor Putus, Ada Beberapa Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hal ini sangat wajar, mengingat sekring sendiri bertugas memutus aliran listrik ketika terjadi korsleting pada rangkaian kelistrikan tersebut. Sehingga dengan ukuran yang kecil ini, sekring memiliki fungsi dan peran sangat besar terhadap kendaraan bermotor.

Inilah Jenis Sekring Motor yang Harus Anda Tahu

Jenis sekring bermacam-macam untuk kebutuhan otomotif dan peralatan rumah tangga. Bahkan tiap sekring pun memiliki kapasitas berbeda.

Biasanya hal ini bisa Anda lihat melalui tulisan dalam bentuk kode huruf dan angka yang terdapat pada body sekring. Kapasitas tersebut menunjukkan kemampuan komponen ini untuk mengalirkan muatan arus. Sehingga ketika kedapatan menerima aliran arus yang berlebih, maka sekring atau fuse akan memutus secara otomatis.

Fungsi sekring yang terdapat pada sepeda motor pun memiliki fungsi sama. Namun berbeda untuk kebutuhan rumah tangga, jenis sekring motor yang sering kita temui yaitu tipe blade dan tipe tabung. Nah, berikut ini penjelasan lengkap mengenai tipe-tipe sekring dan spesifikasinya.

Sekring Berjenis Tabung Kaca

Jenis sekring satu ini adalah sekring dengan tipe cartridge berbahan tabung kaca dalam warna transparan atau bening. Pada kedua ujung sekring tabung ini terdapat penutup yang terbuat dari kuningan atau tembaga dengan lapisan chrome nikel.

Baca Juga : Jenis Sekring Mobil, Hadir dengan 4 Pilihan Berbeda Bentuk dan Warna

Umumnya ukuran diameter jenis sekring motor ini 1/4 inchi atau berkisar 6.36 mm. Sementara untuk ukuran panjangnya bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Berikut ukuran panjang pada sekring tabung sesuai dengan kapasitas ampere.

  • 4 A memiliki panjang 5/8 inchi berdiameter 1/4 inchi
  • 6 A memiliki panjang 3/4 inchi dengan diameter 1/4 inchi
  • 7.5 A dan 9 A memiliki ukuran panjang 7/8 inchi
  • 14 A memiliki ukuran panjang 11/16 inchi
  • 20 A memiliki ukuran panjang 11/4 inchi
  • 30 A memiliki ukuran panjang 17/16 inchi. Untuk ukuran diameter semua jenis sekring motor ini memiliki ukuran yang sama, yaitu 1/4 inchi.

Anda bisa mengetahui kapasitas arus listrik serta ukuran dengan membaca bagian penutup pada salah satu ujungnya.

Sekring Berjenis Blade

Jenis sekring motor lainnya yaitu tipe blade atau pisau. Sekring jenis ini biasanya kotak dengan bahan yang terbuat dari plastik transparan. Bahan ini memiliki sifat non konduktif yang tidak mudah terbakar. Umumnya sekring jenis blade bisa kita temukan pada kendaraan modern.

Pemasangan komponen ini juga terbilang mudah dan modern. Karena cukup dengan menancapkan saja, maka sekring sudah bisa terpasang. Dalam komponen ini terdapat beberapa warna berbeda dengan kapasitas yang berbeda pula. Lebih lanjut, berikut ini berbagai jenis warna sekring blade pada motor dan spesifikasinya.

  • Hijau berkapasitas 30A
  • Biru berkapasitas 15A
  • Ungu atau bening berkapasitas 25A
  • Merah berkapasitas 10A
  • Kuning berkapasitas 20A
  • Orange berkapasitas 5A

Untuk pemeriksaan kondisi sekring blade terbilang mudah. Anda hanya perlu melihat kondisi kawat dari arah samping pada sekring tersebut. Apabila kawat masih dalam kondisi bagus, artinya sekring juga dalam kondisi yang bagus.

Baca Juga : Kelistrikan Motor Mati, Ketahui Penyebab dan Solusinya

Namun agar lebih pasti, sebaiknya Anda mengukurnya dengan kontinuitas menggunakan avo meter. Jika ternyata Anda mendapati hubungan kawat sudah terputus, maka sekring juga sudah rusak.

Karena jenis sekring ini bersifat universal pada motor, maka sedikit kemungkinan yang mengakibatkan terjadinya kesalahan. Ada baiknya jika dalam berkendara, Anda selalu membawa sekring cadangan. Apalagi saat melakukan perjalanan jauh. Hal ini sangat membantu jika tiba-tiba motor mengalami mogok di jalan.

Agar lebih efektif, sebaiknya tidak membawa jenis sekring ini di bawah atau melebihi batas kelistrikan motor. Misalnya jika kendaraan memiliki standar listrik 10A dan Anda memasang dengan sekring 5A, maka sekring bisa sering putus.

Sama halnya apabila standar 5A dan Anda memasangkan jenis sekring berkapasitas 10A pada motor, maka bisa mengakibatkan kerusakan pada piranti yang membutuhkan setrum. Bahkan dampak yang lebih parah bisa mengakibatkan kebakaran. (R10/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto