Mata Air Sumur Bandung di Ciamis, DPRD Minta Pemda Lestarikan

Sumur Bandung
Anggota DPRD Ciamis saat meninjau lokasi mata air Sumur Bandung. Foto: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Mata air Sumur Bandung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah ada sejak zaman penjajahan. Air sumur tersebut juga tidak pernah kering meski kemarau.

Bahkan, warga meyakini kalau air Sumur Bandung memiliki khasiat bisa menyembuhkan orang yang terkena guna-guna seperti pelet maupun santet.

Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Ciamis minta kepada pihak pemerintah kabupaten, dalam hal ini Dinas Pariwisata agar bisa melestarikan Sumur Bandung yang berada di Lingkungan Lebak, RT. 4, RW. 13, Kelurahan Ciamis.

“Dari cerita warga sekitar, air Sumur Bandung tidak pernah mengering walaupun banyak warga yang mengambil airnya. Bahkan, banyak juga warga luar Ciamis yang sengaja datang untuk meminta dan mengambil airnya sebagai media penyembuhan penyakit,” ungkap Herdy, salah seorang Anggota DPRD Ciamis kepada HR Online, Senin, (07/06/2021), saat meninjau lokasi sumur.

Menurut Herdy, jikan benar mata air Sumur Bandung yang dikeramatkan warga sekitar airnya tidak mengering. Maka alangkah baiknya pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis membantu untuk membuatkan fasilitas penampungan air.

Karena dengan adanya fasilitas penampungan air, maka ketika musim kemarau air dari sumur masih bisa wanfaatkan tanpa harus bergantian mengambilnya langsung dari sumur.

“Kalau pihak Pemerintah Ciamis membantu membuatkan penampungan air dan MCK, itu akan sangat bagus. Karena kata tokoh masyarakat setempat, bukan hanya warga sekitar saja yang mengambil airnya, melainkan warga dari luar Ciamis juga ada,” terangnya.

Baca Juga : Ketua DPRD Ciamis Jenguk Korban Keracunan Massal di Banjaranyar

Pemda Ciamis Harus Turun Tangan

Atas kejadian ini, lanjut Herdy, jelas pihak pemerintah harus turun tangan membangun dan melestarikan sumber air sumur tersebut. Karena kondisi sekarang meski ada bangunan MCK, namun fasilitas itu sudah rusak.

Dari keterangan warga setempat, banguan MCK yang berada tepat di Sumur Bandung merupakan bantuan rehab pada tahun 1970. Saat ini kondisi bangunannya sudah rusak karena lapuk.

‘Sesuai keinginan warga sekitar, kalau nanti pihak pemerintah membantu membuatkan MCK baru, sebaiknya jangan di lokasi sumur. Hal itu supaya air sumur tidak tercemar oleh air sabun.

Karena suka ada warga pendatang yang ikut mandi sebelum mengambil air dari sumur.

Herdy berharap, pihak pemerintah memperhatikan keberadaan mata air Sumur Bandung. Karena selain lokasinya ada dalam wilayah perkotaan, juga kedepan bisa menjadi destinasi wisata. Seperti halnya Sumur Bandung yang ada di Karangkamulyan. (Es/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah