Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita CiamisMeski Ciamis Zona Oranye Covid-19, Rancah Masih Zona Merah

Meski Ciamis Zona Oranye Covid-19, Rancah Masih Zona Merah

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kabupaten Ciamis, Jawa Barat masuk zona oranye penularan Covid-19, meskipun demikian empat kecamatan yang ada di Ciamis termasuk zona merah. Salah satu kecamatan yang jadi sorotan adalah Kecamatan Rancah yang statusnya zona merah Covid-19.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis menunjukkan pada 13 Juni 2021 Kecamatan Rancah, Kecamatan Rajadesa, Kecamatan Panumbangan, dan Kecamatan Sindangkasih masuk zona merah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr Bayu Yudiawan mengatakan, penilaian kajian zonasi di tingkat kecamatan maupun kabupaten tidak hanya melihat jumlah kasusnya saja.

“Tapi juga dihitung mulai dari jumlah kematian, bed occupation rate (tingkat ketersedian tempat tidur di Rumah Sakit), laju kasus per hari, hingga kemampuan layanan kesehatannya itu berapa persen,” jelasnya, Rabu (16/6/2021).

Rancah Zona Merah Jadi Sorotan

Selain itu, dr Bayu juga menyoroti Kecamatan Rancah yang sampai saat ini masuk zona merah.

“Untuk Kecamatan Rancah, jumlah kasusnya memang agak tinggi dari dua minggu kemarin. Dua minggu yang lalu untuk Kecamatan Rancah ada 37 kasus,” katanya.

Menurutnya, dari 37 kasus Covid-19 di Kecamatan Rancah, 33 kasus berasal dari klaster nakes (tenaga kesehatan).

“Kemarin ada satu Puskesmas yang nakesnya banyak yang terpapar Covid-19. Dari awalnya 26 nakes yang positif, kemudian bertambah lagi 7 nakes terpapar, jadi 33 kasus. Ini yang mendongkrak kasus Covid-19 di Kecamatan Rancah,” ungkapnya.

Lanjut dr Bayu, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Kecamatan Rancah meningkat, namun penambahan kasus Covid-19 juga meningkat. Sehingga persentase kesembuhannya termasuk kecil.

“Satu minggu lalu terjadi peningkatan kasus. Meskipun ada sekian persen yang sembuh, namun penambahan kasusnya hingga 22 kasus per hari. Ini berarti recovery rate (tingkat kesembuhannya) juga agak kurang,” jelasnya.

Selain itu, menurut dr Bayu tingkat risiko penularan Covid-19 di satu kecamatan juga dilihat dari perjalanan satu kasus selama 14 hari.

“Alhamdulillah untuk minggu ini total tambahan hanya 4 kasus, namun kajian risiko dihitung masa inkubasi 14 hari. Makanya masuk zona merah. Walaupun potensi risikonya makin menurun,” tandasnya. (Ndu/R7/HR-Online)

Editor: Ndu