Termakan Hoaks, Minat Masyarakat Pamarican Ciamis Divaksinasi Kurang

Minat Masyarakat Pamarican
Minat Masyarakat Pamarican, Kabupaten Ciamis, untuk divaksinasi berkurang. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Minat masyarakat Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat untuk mengikutit vaksinasi Covid-19 berkurang. Bahkan ada warga yang mengurungkan niatnya untuk divaksin dan menghindari petugas akibat merebaknya berita hoaks mengenai vaksin Covid-19.

Puskesamas Pamarican pun mengakui belum bisa menempuh target sasaran vaksin terhadap masyarkat dan para lansia. Kepala Puskesmas Pamarican Tata Sudinta membenarkan hal tersebut saat melaksanakan kegiatan vaksin lansia, Aula Kantor Desa Pamarican, Selasa (08/06/2021).

Menurutnya, dari sasaran Target 500 orang, saat ini Puskesmas Pamarican baru bisa mencapai target sekitar 75 persen.

“Dari 8 desa binaan, saat ini kami baru bisa mencapai sasaran sekitar 350 orang, padahal target sasaran kita adalah 500 orang, hal ini terjadi karena terkendala adanya hoaks, katanya.

Dengan isu hoaks mengenai vaksin, minat masyarakat Pamarican divaksinasi berkurang. Sebab, isu yang beredar setiap orang yang mendapat suntik vaksin bukan sehat tapi akan sakit. Sehingga masyarakat menjadi ketakutan.

“Hari ini saja, banyak para lansia yang kabur saat kami datang untuk melakukan vaksinasi,” Katanya.

Puskesmas sengaja datang ke Desa Pamarican saat momen adanya kegiatan pembagian bantuan sosial.

“Namun begitu lah, malah banyak yang kembali pulang ketika mengetahui akan ada vaksinasi Covid-19,” terang Tata.

Tata berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam mengkonsumsi informasi yang beredar, termasuk isu hoax mengenai vaksin. Sehingga minat masyarakat Pamarican divaksinasi kembali meningkat dan bisa mencapai target 500 orang.

“Setelah mendapat suntik vaksin memang peserta biasanya akan merasa ngantuk atau sedikit pusing, namun hal itu bukan berarti perserta akan jatuh sakit. Itu tandanya jika obat vaksin tengah bereaksi, dan kami yakinkan pula, itu aman dan tidak akan menimbulkan sakit berkepanjangan. Selama kami menjalankan vaksin, belum ada seorang pun yang mengeluhkan langsung sakit keras, apalagi hingga meninggal dunia,” jelasnya. (Suherman/R9/HR-Online)

Editor: Dadang